Jiny B

24 September 2023 17:44

Iklan

Jiny B

24 September 2023 17:44

Pertanyaan

Cermati kutipan cerpen berikut. Sayem: "Kami memang tidak menginginkan bintang. Kami tidak* *gila dengan kekayaan. Kami inginkan hidup damai penuh kesejahteraan. Kelestarian alam ini, ya desa yang perlu kami jaga. Aku dibesarkan oleh harumnya nasi hasil panen desa ini. Sederhana sekali jalan pikiran kami. Kegotong-royongan kami akan hilang, hidup berdampingan kami akan luntur bila ada orang-orang semacam engkau menginjakkan kaki di desa ini." "Hadi: "Kau akan *mati bersama dengan pendirianmu." Sayem: "Atau sebaliknya engkau akan digilas oleh perbuatanmu?" Dalam penggalan drama tersebut, tokoh Sayem mempunyai watak ....

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

21

:

49

:

51

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Sahel S

29 September 2023 02:34

Jawaban terverifikasi

【Tips】 Dalam memahami watak tokoh dalam sebuah cerita atau drama, sangat penting untuk membaca dan memahami dialog atau deskripsi tentang karakter tersebut. Dalam hal ini, tokoh Sayem dapat diketahui mempunyai watak teguh pada pendirian melalui dialognya yang menunjukkan bahwa ia tidak akan mengubah pendiriannya demi kekayaan atau bintang, tetapi tetap mempertahankan hidup damai dan kesejahteraan dalam desanya. 【Deskripsi】 Untuk menentukan watak tokoh Sayem dalam drama di atas, kita perlu mempertimbangkan dialog-dialog yang dilontarkannya. Dari dialog yang berkaitan dengan pandangan dan sikapnya terhadap hidup di desa dan tantangan dari orang lain, dapat dilihat bahwa Sayem memiliki pendirian yang kuat dan teguh. Berikut adalah langkah-langkah pemecahan masalah tersebut: 1. Bacalah seluruh dialog dengan cermat. Perhatikan bagaimana Sayem berbicara tentang desanya, hidup damai, dan kesejahteraan. Ini menunjukkan bahwa ia memiliki nilai dan pendirian yang kuat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan kehidupan damai di desa. 2. Perhatikan bagaimana Sayem merespons Hadi. Ketika Hadi mengatakan, "Kau akan mati bersama dengan pendirianmu", Sayem bukan saja tidak ketakutan, tetapi malah balas menantang dengan, "Atau sebaliknya engkau akan digilas oleh perbuatanmu?" Ini menunjukkan bahwa Sayem tidak akan mudah goyah oleh ancaman dan siap untuk mempertahankan pendiriannya. Berdasarkan analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa watak Sayem adalah teguh pada pendirian (pilihan A). Hal ini ditunjukkan oleh dialog-dialognya yang menunjukkan penolakan keras terhadap ancaman dan pertahanannya pada nilai-nilai dan cara hidup di desanya.


Iklan

Vincent M

Community

29 September 2023 03:56

Jawaban terverifikasi

Tokoh Sayem dalam penggalan drama tersebut mempunyai watak yang kuat, teguh pendirian, dan peduli terhadap kelestarian alam dan kehidupan desa. Dia mengekspresikan keyakinan bahwa kehidupan yang sederhana, damai, dan berdampingan dengan alam adalah hal yang paling penting bagi desanya. Dia juga menunjukkan rasa keprihatinannya terhadap potensi kerusakan yang bisa disebabkan oleh orang-orang yang tidak memahami nilai-nilai penting tersebut. Watak Sayem dalam penggalan ini dapat digambarkan sebagai pribadi yang berpegang teguh pada nilai-nilai tradisional dan kesejahteraan masyarakatnya.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

78

0.0

Jawaban terverifikasi