Vanessa A

03 April 2024 06:26

Iklan

Vanessa A

03 April 2024 06:26

Pertanyaan

ceritakan kehidupan sosial kerajaan Singasari

ceritakan kehidupan sosial kerajaan Singasari

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

08

:

15

:

56

Klaim

4

3

Jawaban terverifikasi

Iklan

B. Hindarto

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

03 April 2024 09:32

Jawaban terverifikasi

Jawabannya adalah Dalam kehidupan sosial, penduduk Singasari terbagi menjadi dua kelas bangsawan (raja) dan rakyat biasa Simak penjelasannya yuk, Salah satu contoh kondisi sosial dalam kehidupan Kerajaan Singasari adalah pembagian kelompok kependudukan. Penduduk Singasari dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok bangsawan (raja) yang dianggap sebagai kelas atas dan kelompok rakyat jelata yang dianggap sebagai kelas bawah. Namun, meskipun berbeda kedudukan, kedua kelompok tersebut hidup berdampingan dengan tertib dan teratur. Dengan demikian, Jawabannya adalah Dalam kehidupan sosial, penduduk Singasari terbagi menjadi dua kelas bangsawan (raja) dan rakyat biasa


Vanessa A

06 April 2024 06:59

terimakasih kak

Iklan

Nanda R

Community

06 April 2024 05:35

Jawaban terverifikasi

<p>Kerajaan Singasari, yang berdiri sekitar abad ke-13 hingga awal abad ke-14 Masehi, merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang kuat di Pulau Jawa, Indonesia. Kehidupan sosial di Kerajaan Singasari tercermin dari struktur masyarakat, budaya, dan sistem kepercayaan yang berkembang pada masa itu. Berikut adalah gambaran tentang kehidupan sosial di Kerajaan Singasari:</p><p><strong>Struktur Sosial</strong>: Masyarakat Kerajaan Singasari dibagi menjadi berbagai kelas sosial, yang didasarkan pada sistem kasta Hindu-Buddha. Kasta tertinggi terdiri dari kaum bangsawan dan para brahmana, diikuti oleh kasta ksatria, pedagang, petani, dan pekerja kasar. Kasta ini menentukan status sosial seseorang serta hak dan kewajiban yang dimilikinya dalam masyarakat.</p><p><strong>Agama Hindu-Buddha</strong>: Agama Hindu-Buddha menjadi agama utama di Kerajaan Singasari. Kuil-kuil Hindu dan Buddha dibangun di berbagai tempat sebagai tempat ibadah dan ritual keagamaan. Upacara-upacara keagamaan, pemujaan dewa-dewi, dan persembahan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat.</p><p><strong>Kehidupan Ekonomi</strong>: Ekonomi Kerajaan Singasari didukung oleh pertanian yang produktif dan perdagangan yang berkembang. Tanah yang subur di dataran tinggi Jawa Timur mendukung pertanian padi, jagung, kacang-kacangan, dan rempah-rempah. Pelabuhan-pelabuhan seperti pelabuhan Surabaya menjadi pusat perdagangan penting di wilayah itu, yang menghubungkan Kerajaan Singasari dengan kerajaan-kerajaan tetangga dan negara-negara lain di Nusantara.</p><p><strong>Seni dan Budaya</strong>: Kerajaan Singasari dikenal karena kemajuan seni dan budaya. Seni arsitektur, patung, seni tari, dan musik berkembang pesat di bawah perlindungan kerajaan. Patung-patung dan relief-relief yang indah, seperti relief candi Candi Singosari, menjadi bukti warisan seni yang kaya dari kerajaan ini.</p><p><strong>Pemerintahan dan Kepemimpinan</strong>: Pemerintahan Kerajaan Singasari didominasi oleh raja-raja yang kuat dan penguasa-penguasa yang cakap. Raja-raja Singasari seperti Ken Arok dan Ken Dedes dikenal karena kepemimpinan mereka yang kuat dalam mengelola kerajaan. Mereka juga memiliki peran penting dalam memperluas wilayah kekuasaan kerajaan.</p><p><br>&nbsp;</p>

Kerajaan Singasari, yang berdiri sekitar abad ke-13 hingga awal abad ke-14 Masehi, merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang kuat di Pulau Jawa, Indonesia. Kehidupan sosial di Kerajaan Singasari tercermin dari struktur masyarakat, budaya, dan sistem kepercayaan yang berkembang pada masa itu. Berikut adalah gambaran tentang kehidupan sosial di Kerajaan Singasari:

Struktur Sosial: Masyarakat Kerajaan Singasari dibagi menjadi berbagai kelas sosial, yang didasarkan pada sistem kasta Hindu-Buddha. Kasta tertinggi terdiri dari kaum bangsawan dan para brahmana, diikuti oleh kasta ksatria, pedagang, petani, dan pekerja kasar. Kasta ini menentukan status sosial seseorang serta hak dan kewajiban yang dimilikinya dalam masyarakat.

Agama Hindu-Buddha: Agama Hindu-Buddha menjadi agama utama di Kerajaan Singasari. Kuil-kuil Hindu dan Buddha dibangun di berbagai tempat sebagai tempat ibadah dan ritual keagamaan. Upacara-upacara keagamaan, pemujaan dewa-dewi, dan persembahan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kehidupan Ekonomi: Ekonomi Kerajaan Singasari didukung oleh pertanian yang produktif dan perdagangan yang berkembang. Tanah yang subur di dataran tinggi Jawa Timur mendukung pertanian padi, jagung, kacang-kacangan, dan rempah-rempah. Pelabuhan-pelabuhan seperti pelabuhan Surabaya menjadi pusat perdagangan penting di wilayah itu, yang menghubungkan Kerajaan Singasari dengan kerajaan-kerajaan tetangga dan negara-negara lain di Nusantara.

Seni dan Budaya: Kerajaan Singasari dikenal karena kemajuan seni dan budaya. Seni arsitektur, patung, seni tari, dan musik berkembang pesat di bawah perlindungan kerajaan. Patung-patung dan relief-relief yang indah, seperti relief candi Candi Singosari, menjadi bukti warisan seni yang kaya dari kerajaan ini.

Pemerintahan dan Kepemimpinan: Pemerintahan Kerajaan Singasari didominasi oleh raja-raja yang kuat dan penguasa-penguasa yang cakap. Raja-raja Singasari seperti Ken Arok dan Ken Dedes dikenal karena kepemimpinan mereka yang kuat dalam mengelola kerajaan. Mereka juga memiliki peran penting dalam memperluas wilayah kekuasaan kerajaan.


 


Vanessa A

06 April 2024 06:59

terimakasih kak

Salsabila M

Community

26 April 2024 23:41

Jawaban terverifikasi

<p>Kerajaan Singasari adalah kerajaan Hindu-Buddha yang berdiri di Jawa Timur, Indonesia, pada abad ke-13 hingga awal abad ke-14. Kehidupan sosial di Kerajaan Singasari dipengaruhi oleh budaya Hindu-Buddha yang kental dan sistem kasta yang ada pada saat itu. Berikut adalah gambaran kehidupan sosial di Kerajaan Singasari:</p><p><strong>Kasta dan Struktur Sosial</strong>: Kehidupan sosial di Kerajaan Singasari didasarkan pada sistem kasta, yang mengatur stratifikasi sosial masyarakat berdasarkan kelahiran. Pada umumnya, masyarakat dibagi menjadi empat kasta utama: Brahmana (pendeta dan cendekiawan), Ksatria (bangsawan dan prajurit), Waisya (pedagang dan petani), dan Sudra (pekerja kasar). Di atas keempat kasta ini ada golongan Brahmana yang lebih tinggi, yaitu para raja dan bangsawan.</p><p><strong>Kehidupan Istana</strong>: Istana Kerajaan Singasari merupakan pusat kegiatan politik, sosial, dan budaya. Di istana ini, raja dan keluarganya tinggal bersama dengan para bangsawan dan pengikutnya. Istana menjadi tempat penting untuk pertemuan diplomatik, upacara keagamaan, dan hiburan seperti pertunjukan wayang dan tarian.</p><p><strong>Pengaruh Agama Hindu-Buddha</strong>: Agama Hindu-Buddha memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Singasari. Upacara keagamaan, persembahan kepada para dewa, dan ritual-ritual keagamaan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Para pendeta (Brahmana) memainkan peran penting dalam memimpin upacara keagamaan dan memberikan nasihat kepada raja.</p><p><strong>Pertanian dan Perdagangan</strong>: Sebagian besar penduduk Singasari adalah petani yang menggantungkan hidup dari pertanian padi, jagung, dan tanaman lainnya. Selain itu, perdagangan juga berkembang pesat di Kerajaan Singasari, terutama perdagangan rempah-rempah, logam, dan barang-barang mewah dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Sriwijaya dan Majapahit.</p><p><strong>Seni dan Budaya</strong>: Kehidupan sosial di Kerajaan Singasari juga dipenuhi dengan seni dan budaya. Seni arsitektur, seni ukir, dan seni pahat batu menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Selain itu, sastra klasik Jawa, seperti kakawin dan kidung, juga berkembang pesat di masa Singasari, mencerminkan keagungan dan keindahan kerajaan tersebut.</p><p><br>&nbsp;</p>

Kerajaan Singasari adalah kerajaan Hindu-Buddha yang berdiri di Jawa Timur, Indonesia, pada abad ke-13 hingga awal abad ke-14. Kehidupan sosial di Kerajaan Singasari dipengaruhi oleh budaya Hindu-Buddha yang kental dan sistem kasta yang ada pada saat itu. Berikut adalah gambaran kehidupan sosial di Kerajaan Singasari:

Kasta dan Struktur Sosial: Kehidupan sosial di Kerajaan Singasari didasarkan pada sistem kasta, yang mengatur stratifikasi sosial masyarakat berdasarkan kelahiran. Pada umumnya, masyarakat dibagi menjadi empat kasta utama: Brahmana (pendeta dan cendekiawan), Ksatria (bangsawan dan prajurit), Waisya (pedagang dan petani), dan Sudra (pekerja kasar). Di atas keempat kasta ini ada golongan Brahmana yang lebih tinggi, yaitu para raja dan bangsawan.

Kehidupan Istana: Istana Kerajaan Singasari merupakan pusat kegiatan politik, sosial, dan budaya. Di istana ini, raja dan keluarganya tinggal bersama dengan para bangsawan dan pengikutnya. Istana menjadi tempat penting untuk pertemuan diplomatik, upacara keagamaan, dan hiburan seperti pertunjukan wayang dan tarian.

Pengaruh Agama Hindu-Buddha: Agama Hindu-Buddha memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Singasari. Upacara keagamaan, persembahan kepada para dewa, dan ritual-ritual keagamaan menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Para pendeta (Brahmana) memainkan peran penting dalam memimpin upacara keagamaan dan memberikan nasihat kepada raja.

Pertanian dan Perdagangan: Sebagian besar penduduk Singasari adalah petani yang menggantungkan hidup dari pertanian padi, jagung, dan tanaman lainnya. Selain itu, perdagangan juga berkembang pesat di Kerajaan Singasari, terutama perdagangan rempah-rempah, logam, dan barang-barang mewah dengan kerajaan-kerajaan tetangga seperti Sriwijaya dan Majapahit.

Seni dan Budaya: Kehidupan sosial di Kerajaan Singasari juga dipenuhi dengan seni dan budaya. Seni arsitektur, seni ukir, dan seni pahat batu menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Selain itu, sastra klasik Jawa, seperti kakawin dan kidung, juga berkembang pesat di masa Singasari, mencerminkan keagungan dan keindahan kerajaan tersebut.


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

26

5.0

Jawaban terverifikasi