Lala L

15 Januari 2023 15:35

Iklan

Lala L

15 Januari 2023 15:35

Pertanyaan

Cerita Pak Zul terus menghantui pikiran Matara. sepanjang malam, sepanjang waktu, ia terus memikirkannya. akibatnya, ia tak bisa konsentrasi mengerjakan soal-soal yang diberikan mamanya. mamanya pun memberikan lebih banyak lagi soal-soal sebagai hukuman. di sekolah buatan mamanya ini, Matara tak akan pernah bisa bersantai-santai dan lolos dari kewajibannya. Tapi kali ini otak Matara rasanya benar-benar mogok bekerja. matanya pun terasa sangat berat melihat tulisan dalam buku. jari-jarinya juga terasa kaku digerakkan untuk menulis. lalu pikiran-pikiran ajaib mulai mendatanginya. seperti: kenapa aku harus belajar dengan cara seperti ini? aku bosan. aku capek. bahkan, belajar di sekolah saja rasanya tak seberat ini. memang sekolah itu kadang terasa membosankan. tapi sekolah dengan mama seperti ini jauh lebih membosankan dan menyiksa. aku tidak mau! aku tidak mau! Tubuh Matara pun bergerak. ia berdiri meninggalkan bangkunya lalu duduk di dekat jendela. "Matara!" mama Matara berseru melihat tingkah aneh anaknya. "Mata bosan, mama," jawab Matara. "Orang belajar tidak boleh bosan. apalagi kalau kamu mau jadi orang yang paling pintar." Matara menggeleng. "Mata tak ingin jadi yang paling pintar." "Kamu mau jadi yang paling bodoh?" Matara menggeleng. "Matara bukan yang paling bodoh." "Mama tahu kamu tidak bodoh. mama tahu kamu bisa jadi yang paling pintar. karena itu kita harus terus belajar. kerja keras. biar teman-teman sekolahmu tahu, biar semua orang tahu. agar seluruh dunia tahu." Matara menggeleng. Sumber: Okky Madasari, Mata dan Rahasia Pulau Gapi, Jakarta, Gramedia Pustaka Utama, 2018 3. Tentukan unsur intrinsik kutipan buku fiksi tersebut.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

20

:

52

:

57

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Avivah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

25 Januari 2023 01:05

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang benar adalah tokoh dan latar cerita.</p><p>&nbsp;</p><p>Unsur intrinsik adalah unsur utama yang mendukung terbentuknya sebuah cerita. Unsur intrinsik yang terdapat dalam teks di atas yaitu tokoh dan latar cerita. <strong>Tokoh </strong>yang berperan dalam cerita di atas diantaranya yaitu <strong>Pak Zul, Matara, </strong>dan <strong>Mama Matara.&nbsp;</strong></p><p>&nbsp;</p><p>Sedangkan latar cerita yang ada di dalam teks tersebut adalah <strong>a. Latar waktu : malam hari</strong>, dijelaskan dalam kalimat "Cerita Pak Zul terus menghantui pikiran Matara. Sepanjang malam, sepanjang waktu, ia terus memikirkannya"bisa konsentrasi mengerjakan soal-soal yang diberikan mamanya.&nbsp;</p><p><strong>b. Latar tempat : di sekolah</strong>, disebutkan dalam kalimat "di sekolah buatan mamanya ini, Matara tak akan pernah bisa bersantai-santai dan lolos dari kewajibannya".</p><p><strong>c. Latar suasana : membosankan</strong>, dijelaskan dalam kalimat "lalu pikiran-pikiran ajaib mulai mendatanginya. seperti: kenapa aku harus belajar dengan cara seperti ini? aku bosan. aku capek. bahkan, belajar di sekolah saja rasanya tak seberat ini. memang sekolah itu kadang terasa membosankan".</p><p>&nbsp;</p><p>Maka, dapat disimpulkan bahwa unsur intrinsik yang terdapat dalam kutipan buku fiksi tersebut adalah tokoh dan latar cerita.</p>

Jawaban yang benar adalah tokoh dan latar cerita.

 

Unsur intrinsik adalah unsur utama yang mendukung terbentuknya sebuah cerita. Unsur intrinsik yang terdapat dalam teks di atas yaitu tokoh dan latar cerita. Tokoh yang berperan dalam cerita di atas diantaranya yaitu Pak Zul, Matara, dan Mama Matara. 

 

Sedangkan latar cerita yang ada di dalam teks tersebut adalah a. Latar waktu : malam hari, dijelaskan dalam kalimat "Cerita Pak Zul terus menghantui pikiran Matara. Sepanjang malam, sepanjang waktu, ia terus memikirkannya"bisa konsentrasi mengerjakan soal-soal yang diberikan mamanya. 

b. Latar tempat : di sekolah, disebutkan dalam kalimat "di sekolah buatan mamanya ini, Matara tak akan pernah bisa bersantai-santai dan lolos dari kewajibannya".

c. Latar suasana : membosankan, dijelaskan dalam kalimat "lalu pikiran-pikiran ajaib mulai mendatanginya. seperti: kenapa aku harus belajar dengan cara seperti ini? aku bosan. aku capek. bahkan, belajar di sekolah saja rasanya tak seberat ini. memang sekolah itu kadang terasa membosankan".

 

Maka, dapat disimpulkan bahwa unsur intrinsik yang terdapat dalam kutipan buku fiksi tersebut adalah tokoh dan latar cerita.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

73

0.0

Jawaban terverifikasi