Arjuna A

05 September 2022 11:50

Iklan

Arjuna A

05 September 2022 11:50

Pertanyaan

BUNGA RUMAH MAKAN Oleh Utuy Tatang Sontani Adegan 3 Ani : (Ke belakang sambil menyanyi kecil) Pengemis (Masuk perlahan-lahan dengan kaki pincang. Setelah di dalam, melihat ke kiri ke kanan, ke rak tempat kue-kue, kemudian menuju rak itu dengan langkah biasa. Tangannya membuka tutup stoples hendak mengambil kue). Ani : (Tampil dari belakang) Hai! Pengemis : (Cepat menarik tangannya) Ani : Engkau mau mencuri, ya? Pengemis : (Menundukkan kepala) Ani : Hampir tiap engkau datang ke sini, engkau kuberi uang. Tak nyana, kalau sekarang berani datang ke sini dengan maksud mencuri. Pengemis : Ampun, Nona, ampun! Ani : Mau sekali Lagi kau mencuri? Pengemis : Saya tak akan mencuri bila saya punya uang. Ani : Bohong! Pengemis : Betul, Nona. Sejak kemarin, saya belum makan. Ani : Mau bersumpah, bahwa engkau tak hendak mencuri lagi? Pengemis : Demi Allah, saya tak akan mencuri lagi, Nona. Asal .... Ani : Tidak. Aku tidak akan memberi lagi uang padamu. Pengemis : (Sedih) Ah, Nona, kasihanilah saya. Ani : Tapi mengapa tadi mau mencuri? Pengemis : (Sedih) Tidak, Nona, saya tidak akan sekali lagi. Dan saya sudah bersumpah. Ya, saya sudah bersumpah. Ani : (Mengambil uang dari loci meja) Awas, kalau sekali lagi engkau mencuri! Adegan 4 Sudarma : (Masuk menjinjing tas kulit melihat kepada pengemis) Mengapa kau ada di sini? Ayo, keluar! Pengemis : (Diam menundukkan kepala) Sudarma : (Kepada Ani) Mengapa dia dibiarkan masuk, An? Ani : Hendak saya beri uang. Sudarma : Tak perlu. Pemalas biar mati kelaparan. Padahal, dia datang di sini mengotorkan tempat semata. Ani : (Melemparkan uang kepada pengemis) Nih! Lekas pergi. Pengemis : Terima kasih, Nona. Moga-moga Nona panjang umur. Sudarma : Lekas pergi dan jangan datang lagi di sini! Pengemis : (Pergi keluar dengan kaki pincang) Sudarma : Lain kali, orang begitu usir saja, An. Jangan rumah makan kita dikotorinya. (Dengan suara Lain) Tak ada yang menanyakan daku? Ani : Ada, tapi entah dari mana, sebab Karnaen-lah yang menerima teleponnya tadi Sudarma : Anakku sudah biasa lalai. Barusan dia ketemu di jalan, tapi tidak mengatakan apa-apa. (Mengangkat telepon) Sembilan delapan tiga. Ani : (Membersihkan kursi) Sudarma : (Kepada Ani) Meja ini masih kotor, An. Ani : (Membersihkan meja) Sudarma : (Dengan telepon) Tuan kepala ada? Baik, baik. (Menunggu) Wah, kalau sudah banyak uangnya, ama tidak kedengaran suaranya, ya? Ya? lni Sudarma, Bung. Ha ha ha, betul, betul! Biasa saja, menghilang sebentar untuk kembali berganti bulu. (Tertawa) Tapi, Bung, bagaimana tentang kantih yang dijanjikan itu? Ah, ya? Bagus, bagus, lebih cepat lebih nikmat, ya, ya, sebentar, ini juga saya datang. Baik, baik. (Telepon diletakkan. Kepada Am) Aku hendak pergi ke kantor pertemuan. Kalau ada yang menanyakan, baik perantaraan telepon atau datang, tanyakan keperluannya, lalu kau catat ya, An? (Melangkah) Ani : Ya. Sudarma : Eh, jika nanti Usman datang di sini, suruh menyusul saja ke kantor pertemuan. Dan engkau jangan bepergian. Ani : Baik. Sudarma : (Pergi keluar) 5. Bagaimana karakter tokoh Sudarma dalam penggalan naskah drama berikut? Jelaskan dan sertakan kutipannya untuk memperkuat jawaban Anda.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

22

:

14

:

30

Klaim

9

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

R. Mulia

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

02 Desember 2022 10:37

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat adalah karakter tokoh Sudarma dalam penggalan naskah drama tersebut adalah angkuh dan ketus dibuktikan pada kutipan "Sudarma: Lain kali, orang begitu usir saja, An. Jangan rumah makan kita dikotorinya."</p><p>&nbsp;</p><p>Berikut ini penjelasannya.</p><p>&nbsp;</p><p>Teks drama adalah teks yang dipentaskan dengan tokoh dan latar seperti kehidupan sehari-hari. Salah satu unsur dalam teks drama adalah tokoh dan penokohan.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Tokoh adalah pelaku dalam cerita, sedangkan penokohan adalah sifatnya atau karakter yang dimiliki oleh tokoh.</p><p>&nbsp;</p><p>Berdasarkan penjelasan di atas, karakter tokoh Sudarma dalam penggalan naskah drama tersebut adalah angkuh dan ketus, dibuktikan pada kutipan "Sudarma : Lain kali, orang begitu usir saja, An. Jangan rumah makan kita dikotorinya." karena perkataannya Sudarma begitu kasar dan terdengar kejam.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, karakter tokoh Sudarma dalam penggalan naskah drama tersebut adalah angkuh dan ketus dibuktikan pada kutipan "Sudarma: Lain kali, orang begitu usir saja, An. Jangan rumah makan kita dikotorinya."</p>

Jawaban yang tepat adalah karakter tokoh Sudarma dalam penggalan naskah drama tersebut adalah angkuh dan ketus dibuktikan pada kutipan "Sudarma: Lain kali, orang begitu usir saja, An. Jangan rumah makan kita dikotorinya."

 

Berikut ini penjelasannya.

 

Teks drama adalah teks yang dipentaskan dengan tokoh dan latar seperti kehidupan sehari-hari. Salah satu unsur dalam teks drama adalah tokoh dan penokohan. 

 

Tokoh adalah pelaku dalam cerita, sedangkan penokohan adalah sifatnya atau karakter yang dimiliki oleh tokoh.

 

Berdasarkan penjelasan di atas, karakter tokoh Sudarma dalam penggalan naskah drama tersebut adalah angkuh dan ketus, dibuktikan pada kutipan "Sudarma : Lain kali, orang begitu usir saja, An. Jangan rumah makan kita dikotorinya." karena perkataannya Sudarma begitu kasar dan terdengar kejam.

 

Dengan demikian, karakter tokoh Sudarma dalam penggalan naskah drama tersebut adalah angkuh dan ketus dibuktikan pada kutipan "Sudarma: Lain kali, orang begitu usir saja, An. Jangan rumah makan kita dikotorinya."


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

60

0.0

Jawaban terverifikasi