Ananda P

21 Februari 2024 14:45

Iklan

Ananda P

21 Februari 2024 14:45

Pertanyaan

Beberapa penyakit terkadang memiliki gejala yang sama sehingga salah diagnosa bis terjadi. Kita harus waspada ketika mengamati gejala penyakit sehingga bisa memberikan informasi yang jelas kepada dokter. Gejala seperti diare berkepanjangan, berat badan turu tanpa sebab, dan sakit perut merupakan gejala yang bisa menandakan berbagai penyakit misalnya, radang usus ataupun kanker. Diagnosa yang tidak tepat akan membuat pengobatan yang diberikan tidak optimal dan akhirnya penyakitnya akan berkepanjangan. Bacalah paragraf berikut! berikut! Alasan kesalahan penggunaan kata yang dicetak miring dalam paragraf tersebut adalah a. tidak sesuai konteks b. kata tidak baku c. menimbulkan makna kias d. Kata tidak logis e. Menimbulkan makna ganda

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

00

:

11

:

25

Klaim

3

2


Iklan

Niaa N

28 Februari 2024 09:41

<p>【Penjelasan】:Kesalahan penggunaan kata yang dicetak miring dalam paragraf tersebut adalah "geiala", yang seharusnya ditulis sebagai "gejala". Ini merupakan kesalahan pengetikan atau tipografis dan tidak sesuai konteks karena tidak mengikuti ejaan yang baku dalam bahasa Indonesia. Pilihan jawaban yang sesuai adalah jawaban (b) kata tidak baku, karena itu paling tepat menggambarkan alasan kesalahan penggunaan "geiala" sebagai bentuk kata yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan yang benar. Alasan kesalahan lainnya seperti menyebabkan makna kias, tidak logis, atau makna ganda tidak berlaku, karena kesalahan di sini hanyalah ejaan yang salah, bukan penggunaan kata yang tidak sesuai atau yang menyebabkan konflik semantis dalam kalimat.</p><p>【Jawaban】:b</p>

【Penjelasan】:Kesalahan penggunaan kata yang dicetak miring dalam paragraf tersebut adalah "geiala", yang seharusnya ditulis sebagai "gejala". Ini merupakan kesalahan pengetikan atau tipografis dan tidak sesuai konteks karena tidak mengikuti ejaan yang baku dalam bahasa Indonesia. Pilihan jawaban yang sesuai adalah jawaban (b) kata tidak baku, karena itu paling tepat menggambarkan alasan kesalahan penggunaan "geiala" sebagai bentuk kata yang tidak sesuai dengan kaidah penulisan yang benar. Alasan kesalahan lainnya seperti menyebabkan makna kias, tidak logis, atau makna ganda tidak berlaku, karena kesalahan di sini hanyalah ejaan yang salah, bukan penggunaan kata yang tidak sesuai atau yang menyebabkan konflik semantis dalam kalimat.

【Jawaban】:b


Iklan

Mercon M

Community

29 April 2024 09:55

<p>Jawabannya adalah e. Menimbulkan makna ganda</p><p>&nbsp;</p><p>Pembahasan:</p><p>Kata-kata yang dicetak miring dalam paragraf tersebut, seperti "tanpa sebab" dan "berkepanjangan", menimbulkan makna ganda atau ambiguitas. Misalnya, "berat badan turun tanpa sebab" bisa diartikan sebagai berat badan turun tanpa ada penyebab yang jelas atau berat badan turun tanpa alasan yang dapat diidentifikasi. Kehadiran ambiguitas semacam ini dapat membingungkan pembaca dan mengurangi kejelasan informasi yang ingin disampaikan. Sebaiknya, kata-kata tersebut diganti dengan kata yang lebih spesifik atau jelas agar tidak menimbulkan makna ganda.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Jawabannya adalah e. Menimbulkan makna ganda

 

Pembahasan:

Kata-kata yang dicetak miring dalam paragraf tersebut, seperti "tanpa sebab" dan "berkepanjangan", menimbulkan makna ganda atau ambiguitas. Misalnya, "berat badan turun tanpa sebab" bisa diartikan sebagai berat badan turun tanpa ada penyebab yang jelas atau berat badan turun tanpa alasan yang dapat diidentifikasi. Kehadiran ambiguitas semacam ini dapat membingungkan pembaca dan mengurangi kejelasan informasi yang ingin disampaikan. Sebaiknya, kata-kata tersebut diganti dengan kata yang lebih spesifik atau jelas agar tidak menimbulkan makna ganda.

 

 

 


 


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Tentukanlah sindiran/kritikan dan makna tersirat yang pada teks dibawah! Pil RT Suatu ketika Roni dan Karto sedang ngobrol di depan rumah Roni. "Lihat itu Pak RT kita yang baru, tingkahnya dan peraturannya justru membuat warga risau, ini salahmu, To. Kamu dulu sudah tak ingatkan agar ndak usah ikut nyoblos, nanti kalau pilihanmu berbuat dosa kamu malah ikut menanggung dosanya," demikian kata Doni kepada Karto. "Kamu itu, Don. Justru kamu dan teman-temanmu yang ndak mau nyobloslah yang berdosa," jawab Karto kesal. "Kok bisa?" sahut Doni. "Kalau saja kalian dulu nyoblos, tentu Pak Wono tak akan jadi RT, sebab pilihan kalian yang bukan Pak Wono membantu agar Pak Wono tidak jadi RT," ujar Karto. Doni diam sejenak, ia memikirkan dengan sangat dalam kalimat yang diungkapkan Karto.

4

0.0

Jawaban terverifikasi

. Kursi DPR Di suatu siang yang cerah, ada dua orang anak yang tengah bercanda di bawah pohon rindang. Insan: "Bobby, kita main tebak-tebakan, yuk. Kursi apa yang buat orang lupa ingatan?" Bobby: "Kursi goyang. Orang yang duduk di situ akan mengantuk dan tertidur. Saat tertidur, orang pasti lupa." Insan: "Meski lucu, jawabanmu salah." Bobby: "Hmm. Kursi apa, ya?" Insan: "Jawabannya adalah kursi DPR." Bobby: "Kok bisa begitu?" Insan: "Jelaslah. Sebelum duduk di kursi DPR, banyak caleg yang berjanji banyak hal agar terpilih. Namun, setelah merasakan kursinya, sekejap saja, mereka akan lupa dengan janji-janji mereka." Bobby: "Betul juga." Terkadang-kadang itu kita suka yoweslah (yasudahlah) dia saja asal ganteng, dia saja yang dipilih asal bukan perempuan, dia saja walau tidak bisa apa-apa yang penting kalau di sosmed dan tv nyenengin. Tetapi tidak bisa kerja dan nyenengin rakyat. Mau enggak kayak itu,” kata Puan di depan ribuan kader PDI-P Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (26/4/2022). Puan mengatakan, sosok presiden haruslah memperjuangkan rakyatnya. Oleh karenanya, Ketua DPR RI itu mewanti-wanti kader PDI-P supaya tidak asal pilih calon presiden. “Jangan kita asal pilih karena cuma kelihatan di panggung media, tv, dan medsos. Pilih orang pernah memperjuangkan kita dan bersama kita dan bergotong-royong kita,” ujar Puan. Pernyataan serupa pernah Puan sampaikan pada Mei 2021 lalu. Kala itu, dia mengatakan, sosok pemimpin yang layak menjadi capres ialah orang yang bekerja di lapangan, bukan di media sosial. “Pemimpin menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan dan bukan di sosmed,” kata Puan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (22/5/2021). Meski demikian, Puan juga mengakui bahwa media sosial tetap diperlukan untuk mendukung perjuangan seorang pemimpin di zaman sekarang. “Sosmed diperlukan, media perlu. Tapi bukan itu saja. Harus nyata kerja di lapangan,” ujarnya. Jangan terpengaruh survei Puan juga angkat bicara soal banyaknya survei elektabilitas calon presiden. Ia meminta kader PDI-P tak terpengaruh survei berbagai lembaga. Belakangan, semakin banyak survei yang menyebut sejumlah sosok punya elektabilitas tinggi dan potensial menjadi calon presiden. Survei juga memetakan nama-nama tokoh yang elektabilitasnya masih rendah sehingga diprediksi sulit memenangkan pilpres. Tentukan tema, kritik, humor, tokoh, struktur, dan alur anekdot

2

5.0

Jawaban terverifikasi