Carol L
16 Desember 2025 04:57
Iklan
Carol L
16 Desember 2025 04:57
Pertanyaan
Bantu dong

16
2
Iklan
Maiza K
16 Desember 2025 10:58
Tokoh perlawanan yang terkenal dengan strategi perang gerilya yang gigih melawan Belanda di wilayah Aceh adalah Teuku Umar dan istrinya, Cut Nyak Dhien.
Meskipun Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien sangat terkenal dan diakui sebagai pahlawan nasional, pertanyaan Anda secara spesifik menyebut "pahlawan tanpa nama". Konsep "pahlawan tanpa nama" sering kali merujuk pada ribuan pejuang rakyat Aceh lainnya yang turut serta dalam perang gerilya selama puluhan tahun namun tidak tercatat secara historis namanya, yang pengorbanan mereka secara kolektif memungkinkan perlawanan yang begitu lama dan gigih.
Namun, jika yang dimaksud adalah tokoh spesifik yang menggunakan strategi cerdik dengan berpura-pura bekerjasama dengan Belanda, itu merujuk pada Teuku Umar. Ia bahkan diangkat sebagai komandan pasukan kolonial untuk mendapatkan senjata dan logistik sebelum akhirnya berbalik melawan Belanda lagi, sebuah tindakan yang membuatnya sangat ditakuti dan dikagumi karena kecerdikannya dalam perang gerilya.
· 4.0 (1)
Iklan
Aulia K
16 Desember 2025 14:54
Tokoh yang dimaksud adalah Teuku Umar, seorang pejuang dari Aceh yang berperan besar dalam Perang Aceh melawan penjajahan Belanda pada akhir abad ke-19. Ia dikenal sebagai pemimpin perlawanan yang sangat cerdas dan berani, terutama karena kemampuannya menerapkan strategi perang gerilya. Dalam menghadapi kekuatan militer Belanda yang jauh lebih modern dan lengkap persenjataannya, Teuku Umar tidak memilih pertempuran terbuka, melainkan melakukan serangan mendadak, penyergapan, serta berpindah-pindah tempat sehingga menyulitkan musuh untuk menangkap atau mengalahkannya.
Keunikan perjuangan Teuku Umar terletak pada taktiknya yang tidak biasa. Ia pernah berpura-pura menyerah dan bekerja sama dengan pihak Belanda. Dengan cara ini, ia berhasil mendapatkan kepercayaan, pangkat, senjata, serta perlengkapan perang dari Belanda. Namun, semua itu sebenarnya merupakan bagian dari siasatnya. Setelah persenjataan dan pasukan dirasa cukup, Teuku Umar meninggalkan Belanda dan kembali bergabung dengan pejuang Aceh untuk melanjutkan perlawanan. Tindakan ini membuat Belanda mengalami kerugian besar dan semakin kesulitan menguasai wilayah Aceh.
Karena strategi dan pergerakannya yang sangat licin serta sulit dilacak, Belanda kerap tidak mengetahui secara pasti keberadaan dan identitas Teuku Umar dalam berbagai serangan. Hal inilah yang membuatnya dijuluki “Pahlawan Tanpa Nama”, sebuah sebutan yang menggambarkan ketidakmampuan Belanda mengenali dan menaklukkan sosok di balik perlawanan tersebut. Julukan ini sekaligus menunjukkan betapa besar pengaruh Teuku Umar dalam mengobarkan semangat perlawanan rakyat Aceh.
Dengan perjuangan, keberanian, dan kecerdikannya dalam melawan penjajahan, Teuku Umar kemudian diakui sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia dan menjadi simbol kegigihan rakyat Aceh dalam mempertahankan kemerdekaan dan kehormatan tanah air.
· 0.0 (0)
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

LATIHAN SOAL GRATIS!
Drill Soal
Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian


Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!