Kirana G

15 Januari 2024 02:17

Iklan

Kirana G

15 Januari 2024 02:17

Pertanyaan

Bagaimana penerapan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari di masa pandemi Covid-19 ?

Bagaimana penerapan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari di masa pandemi Covid-19 ?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

00

:

30

:

56

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

15 Januari 2024 11:12

Jawaban terverifikasi

<p>Penerapan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari di masa pandemi Covid-19 dapat dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu sebagai berikut.</p><ol><li><strong>Menjunjung tinggi kepentingan bersama</strong>: Fokus pada kepentingan bersama dan kerja sama untuk mencapai tujuan, daripada hanya fokus pada kepentingan individu.</li><li><strong>Rela berkorban demi keutuhan NKRI</strong>: Sayaikan diri dan bantuan pada pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, seperti membantu masyarakat yang mengalami ketergangungan ekonomi.</li><li><strong>Menghindari perilaku membeda-bedakan orang lain berdasarkan background kehidupannya</strong>: Toleransi dan menghargai perbedaan pendapat dan budaya yang ada di antara individu dan golongan.</li><li><strong>Menjalankan setiap kewajiban yang kita miliki sebagai warga negara</strong>: Berpartisipasi dalam kegiatan positif dan mengucapkan perasaan penting terhadap negara.</li><li><strong>Menerima hak sewajarnya dan tidak berlebihan</strong>: Ampil hak-hak asli dan tidak memperburukkan hal-hal yang tidak perlu diperburukkan.</li><li><strong>Gemar bergotong-royong dalam menyelesaikan berbagai hambatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara</strong>: Kerja sama dengan orang lain untuk mengatasi hambatan dan gangguan yang dihadapi masyarakat.</li><li><strong>Mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan dengan orang lain</strong>: Meningkatkan komunikasi dan kerjasama dengan anggota keluarga dan tetangga untuk mendukung satu sama lain selama pandemi Covid-19.</li></ol>

Penerapan nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari di masa pandemi Covid-19 dapat dilakukan melalui beberapa langkah, yaitu sebagai berikut.

  1. Menjunjung tinggi kepentingan bersama: Fokus pada kepentingan bersama dan kerja sama untuk mencapai tujuan, daripada hanya fokus pada kepentingan individu.
  2. Rela berkorban demi keutuhan NKRI: Sayaikan diri dan bantuan pada pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, seperti membantu masyarakat yang mengalami ketergangungan ekonomi.
  3. Menghindari perilaku membeda-bedakan orang lain berdasarkan background kehidupannya: Toleransi dan menghargai perbedaan pendapat dan budaya yang ada di antara individu dan golongan.
  4. Menjalankan setiap kewajiban yang kita miliki sebagai warga negara: Berpartisipasi dalam kegiatan positif dan mengucapkan perasaan penting terhadap negara.
  5. Menerima hak sewajarnya dan tidak berlebihan: Ampil hak-hak asli dan tidak memperburukkan hal-hal yang tidak perlu diperburukkan.
  6. Gemar bergotong-royong dalam menyelesaikan berbagai hambatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara: Kerja sama dengan orang lain untuk mengatasi hambatan dan gangguan yang dihadapi masyarakat.
  7. Mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan dengan orang lain: Meningkatkan komunikasi dan kerjasama dengan anggota keluarga dan tetangga untuk mendukung satu sama lain selama pandemi Covid-19.

Iklan

Miftah B

Community

16 Januari 2024 11:16

Jawaban terverifikasi

Halo sobat ๐Ÿ‘‹ Jawaban: Penerapan nilai Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya "Berbeda-beda tetapi tetap satu," dapat menjadi landasan penting dalam menghadapi masa pandemi Covid-19. Beberapa cara di mana nilai ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selama pandemi sebagai berikut: 1. Solidaritas dan Empati: - Menghargai perbedaan latar belakang dan situasi setiap individu. - Menunjukkan empati terhadap mereka yang terdampak lebih berat oleh pandemi. - Bersedia membantu sesama tanpa memandang perbedaan. 2. Kerjasama dan Gotong Royong: - Bekerja sama untuk mengatasi tantangan bersama yang diakibatkan oleh pandemi. - Gotong royong dalam memberikan dukungan kepada kelompok yang membutuhkan. - Membangun kerjasama lintas kelompok masyarakat. 3. Penerimaan Perbedaan Pendapat: - Menghormati dan menerima perbedaan pendapat terkait cara menghadapi pandemi. - Berdiskusi dengan saling menghargai untuk mencapai solusi bersama. - Membangun dialog terbuka tanpa konflik. 4. Pendidikan dan Kesadaran: - Memberikan informasi yang akurat dan dapat dipercaya kepada masyarakat. - Membangun kesadaran akan pentingnya tindakan pencegahan dan protokol kesehatan. - Menyebarkan pengetahuan yang dapat membantu semua lapisan masyarakat. 5. Adaptasi dan Fleksibilitas: - Menghargai kemampuan individu dan kelompok dalam beradaptasi dengan perubahan. - Menyediakan dukungan untuk memfasilitasi penyesuaian dengan keadaan baru. - Menjaga semangat optimis dan kolaboratif. 6. Toleransi Terhadap Kesulitan Ekonomi: - Mengakui bahwa berbagai lapisan masyarakat dapat mengalami kesulitan ekonomi selama pandemi. - Menunjukkan toleransi dan solidaritas terhadap mereka yang memerlukan bantuan ekonomi. - Membantu dalam pemulihan ekonomi bersama-sama.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Selegram merupakan salah satu profesi yang berkaitan erat dengan media sosial . Profesi ini sering kali menunjukkan gaya hidup di media sosial untuk membangun citra positif pada dirinya. Akan tetapi, profesi ini rentan sekali mendapat ujaran kebencian dari orang yang tidak dikenal di media sosial. Bentuk pelanggaran hak warga negara yang terjadi pada ilustrasi tersebut adalah ... Question 41Answer a. intoleransi beragama b. cyberbulling c. diskriminasi d. persekusi e. genosida

5

0.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

22

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi