Cghdg C

03 Februari 2024 12:10

Iklan

Cghdg C

03 Februari 2024 12:10

Pertanyaan

Bagaimana cara agar konflik dapat terselesaikan dengan baik?

Bagaimana cara agar konflik dapat terselesaikan dengan baik?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

21

:

54

:

39

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Erwin A

Community

05 Februari 2024 02:55

Jawaban terverifikasi

<p>Berikut adalah beberapa cara agar konflik dapat diselesaikan dengan baik:</p><p><strong>1. Komunikasi yang Terbuka dan Efektif:</strong></p><ul><li><strong>Dengarkan dengan baik:</strong> Dengarkan dengan penuh perhatian dan tanpa prasangka apa yang disampaikan oleh pihak lain.</li><li><strong>Gunakan "Saya" statements:</strong> Hindari menyalahkan dan gunakan "Saya" statements untuk menyampaikan perasaan dan kebutuhan Anda.</li><li><strong>Tetap tenang dan kendalikan emosi:</strong> Hindari terbawa emosi dan tetaplah tenang saat berkomunikasi.</li><li><strong>Gunakan bahasa yang positif:</strong> Gunakan bahasa yang positif dan hindari bahasa yang kasar atau provokatif.</li></ul><p><strong>2. Saling Memahami:</strong></p><ul><li><strong>Cobalah melihat dari sudut pandang pihak lain:</strong> Cobalah memahami perasaan dan kebutuhan pihak lain.</li><li><strong>Cari titik temu:</strong> Carilah kesamaan dan fokuslah pada solusi yang dapat diterima oleh semua pihak.</li><li><strong>Bersikaplah empati:</strong> Berusahalah untuk memahami situasi dan perasaan pihak lain.</li></ul><p><strong>3. Mencari Solusi yang Menang-Menang:</strong></p><ul><li><strong>Carilah solusi yang kreatif:</strong> Carilah solusi yang dapat memenuhi kebutuhan semua pihak.</li><li><strong>Bersikaplah fleksibel:</strong> Bersikaplah terbuka untuk berkompromi dan mencari solusi yang terbaik untuk semua pihak.</li><li><strong>Fokus pada solusi, bukan pada masalah:</strong> Fokuslah pada mencari solusi daripada terus menerus membahas masalah.</li></ul><p><strong>4. Melibatkan Pihak Ketiga:</strong></p><ul><li><strong>Mediasi:</strong> Gunakan jasa mediator untuk membantu menyelesaikan konflik.</li><li><strong>Arbitrase:</strong> Gunakan jasa arbiter untuk memutuskan solusi yang mengikat bagi semua pihak.</li></ul><p><strong>5. Mencegah Konflik di Masa Depan:</strong></p><ul><li><strong>Tetapkan aturan dan prosedur yang jelas:</strong> Tetapkan aturan dan prosedur yang jelas untuk menyelesaikan konflik di masa depan.</li><li><strong>Komunikasikan secara terbuka dan teratur:</strong> Lakukan komunikasi secara terbuka dan teratur untuk menghindari kesalahpahaman.</li><li><strong>Bangun kepercayaan dan rasa hormat:</strong> Bangun kepercayaan dan rasa hormat di antara semua pihak.</li></ul><p>Menyelesaikan konflik dengan baik membutuhkan usaha dan komitmen dari semua pihak. Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat meningkatkan peluang untuk menyelesaikan konflik dengan damai dan konstruktif.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

Berikut adalah beberapa cara agar konflik dapat diselesaikan dengan baik:

1. Komunikasi yang Terbuka dan Efektif:

  • Dengarkan dengan baik: Dengarkan dengan penuh perhatian dan tanpa prasangka apa yang disampaikan oleh pihak lain.
  • Gunakan "Saya" statements: Hindari menyalahkan dan gunakan "Saya" statements untuk menyampaikan perasaan dan kebutuhan Anda.
  • Tetap tenang dan kendalikan emosi: Hindari terbawa emosi dan tetaplah tenang saat berkomunikasi.
  • Gunakan bahasa yang positif: Gunakan bahasa yang positif dan hindari bahasa yang kasar atau provokatif.

2. Saling Memahami:

  • Cobalah melihat dari sudut pandang pihak lain: Cobalah memahami perasaan dan kebutuhan pihak lain.
  • Cari titik temu: Carilah kesamaan dan fokuslah pada solusi yang dapat diterima oleh semua pihak.
  • Bersikaplah empati: Berusahalah untuk memahami situasi dan perasaan pihak lain.

3. Mencari Solusi yang Menang-Menang:

  • Carilah solusi yang kreatif: Carilah solusi yang dapat memenuhi kebutuhan semua pihak.
  • Bersikaplah fleksibel: Bersikaplah terbuka untuk berkompromi dan mencari solusi yang terbaik untuk semua pihak.
  • Fokus pada solusi, bukan pada masalah: Fokuslah pada mencari solusi daripada terus menerus membahas masalah.

4. Melibatkan Pihak Ketiga:

  • Mediasi: Gunakan jasa mediator untuk membantu menyelesaikan konflik.
  • Arbitrase: Gunakan jasa arbiter untuk memutuskan solusi yang mengikat bagi semua pihak.

5. Mencegah Konflik di Masa Depan:

  • Tetapkan aturan dan prosedur yang jelas: Tetapkan aturan dan prosedur yang jelas untuk menyelesaikan konflik di masa depan.
  • Komunikasikan secara terbuka dan teratur: Lakukan komunikasi secara terbuka dan teratur untuk menghindari kesalahpahaman.
  • Bangun kepercayaan dan rasa hormat: Bangun kepercayaan dan rasa hormat di antara semua pihak.

Menyelesaikan konflik dengan baik membutuhkan usaha dan komitmen dari semua pihak. Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat meningkatkan peluang untuk menyelesaikan konflik dengan damai dan konstruktif.

 

 


Iklan

Salsabila M

Community

09 Maret 2024 23:00

Jawaban terverifikasi

<p>Penyelesaian konflik yang baik membutuhkan pendekatan yang bijaksana dan kooperatif. Berikut adalah beberapa langkah dan strategi yang dapat membantu agar konflik dapat terselesaikan dengan baik:</p><p><strong>Komunikasi Efektif:</strong></p><ul><li><strong>Mendengarkan dengan Tulus:</strong> Berikan perhatian penuh kepada pihak lain dan usahakan untuk memahami perspektif mereka dengan tulus.</li><li><strong>Jangan Bersikap Defensif:</strong> Hindari reaksi defensif yang dapat memperburuk situasi. Fokus pada pemahaman daripada pembelaan diri.</li></ul><p><strong>Pemahaman Perspektif:</strong></p><ul><li><strong>Empati:</strong> Coba melihat konflik dari perspektif pihak lain. Memahami perasaan dan kebutuhan mereka dapat membantu mencari solusi yang memadai.</li><li><strong>Bertanya dan Menggali Informasi:</strong> Jika ada ketidakjelasan, minta klarifikasi dan gali informasi lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.</li></ul><p><strong>Mengidentifikasi Isu Inti:</strong></p><ul><li><strong>Fokus pada Isu, Bukan Orang:</strong> Jangan membuat konflik menjadi masalah personal. Identifikasi isu inti yang menyebabkan ketidaksepakatan dan fokus pada penyelesaian.</li></ul><p><strong>Kreativitas dalam Solusi:</strong></p><ul><li><strong>Brainstorming:</strong> Ajak pihak-pihak yang terlibat untuk menciptakan berbagai opsi solusi. Hindari menilai ide sebelumnya dan bersama-sama eksplorasi alternatif.</li><li><strong>Solusi Bersama:</strong> Cari solusi yang dapat memenuhi kebutuhan semua pihak, bukan hanya satu pihak.</li></ul><p><strong>Menetapkan Batasan yang Jelas:</strong></p><ul><li><strong>Buat Kesepakatan yang Dapat Diukur:</strong> Tentukan tindakan konkret yang dapat diambil oleh masing-masing pihak untuk mengatasi masalah. Pastikan kesepakatan dapat diukur dan diimplementasikan.</li></ul><p><strong>Melibatkan Pihak Ketiga yang Netral:</strong></p><ul><li><strong>Mediasi atau Arbitrase:</strong> Dalam beberapa kasus, melibatkan pihak ketiga yang netral dapat membantu meredakan konflik. Mediator atau arbiter dapat membantu memfasilitasi pembicaraan dan mencari solusi yang adil.</li></ul><p><strong>Mengakui Kesalahan dan Memaafkan:</strong></p><ul><li><strong>Penerimaan Tanggung Jawab:</strong> Jika pihak Anda terlibat dalam konflik, akui kesalahan atau ketidaksempurnaan Anda yang mungkin berkontribusi pada konflik.</li><li><strong>Memberikan Maaf:</strong> Memaafkan tidak berarti setuju dengan tindakan yang menyebabkan konflik, tetapi dapat membuka jalan menuju rekonsiliasi.</li></ul><p><strong>Menilai Proses Pembelajaran:</strong></p><ul><li><strong>Refleksi:</strong> Setelah konflik selesai, ambil waktu untuk merenung tentang prosesnya. Apa yang dapat dipelajari dari konflik tersebut dan bagaimana proses penyelesaian dapat diperbaiki ke depannya?</li></ul><p>Setiap konflik adalah unik, dan strategi penyelesaiannya dapat bervariasi tergantung pada konteks dan pihak yang terlibat. Penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dialog terbuka dan solusi yang saling menguntungkan.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Penyelesaian konflik yang baik membutuhkan pendekatan yang bijaksana dan kooperatif. Berikut adalah beberapa langkah dan strategi yang dapat membantu agar konflik dapat terselesaikan dengan baik:

Komunikasi Efektif:

  • Mendengarkan dengan Tulus: Berikan perhatian penuh kepada pihak lain dan usahakan untuk memahami perspektif mereka dengan tulus.
  • Jangan Bersikap Defensif: Hindari reaksi defensif yang dapat memperburuk situasi. Fokus pada pemahaman daripada pembelaan diri.

Pemahaman Perspektif:

  • Empati: Coba melihat konflik dari perspektif pihak lain. Memahami perasaan dan kebutuhan mereka dapat membantu mencari solusi yang memadai.
  • Bertanya dan Menggali Informasi: Jika ada ketidakjelasan, minta klarifikasi dan gali informasi lebih lanjut untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

Mengidentifikasi Isu Inti:

  • Fokus pada Isu, Bukan Orang: Jangan membuat konflik menjadi masalah personal. Identifikasi isu inti yang menyebabkan ketidaksepakatan dan fokus pada penyelesaian.

Kreativitas dalam Solusi:

  • Brainstorming: Ajak pihak-pihak yang terlibat untuk menciptakan berbagai opsi solusi. Hindari menilai ide sebelumnya dan bersama-sama eksplorasi alternatif.
  • Solusi Bersama: Cari solusi yang dapat memenuhi kebutuhan semua pihak, bukan hanya satu pihak.

Menetapkan Batasan yang Jelas:

  • Buat Kesepakatan yang Dapat Diukur: Tentukan tindakan konkret yang dapat diambil oleh masing-masing pihak untuk mengatasi masalah. Pastikan kesepakatan dapat diukur dan diimplementasikan.

Melibatkan Pihak Ketiga yang Netral:

  • Mediasi atau Arbitrase: Dalam beberapa kasus, melibatkan pihak ketiga yang netral dapat membantu meredakan konflik. Mediator atau arbiter dapat membantu memfasilitasi pembicaraan dan mencari solusi yang adil.

Mengakui Kesalahan dan Memaafkan:

  • Penerimaan Tanggung Jawab: Jika pihak Anda terlibat dalam konflik, akui kesalahan atau ketidaksempurnaan Anda yang mungkin berkontribusi pada konflik.
  • Memberikan Maaf: Memaafkan tidak berarti setuju dengan tindakan yang menyebabkan konflik, tetapi dapat membuka jalan menuju rekonsiliasi.

Menilai Proses Pembelajaran:

  • Refleksi: Setelah konflik selesai, ambil waktu untuk merenung tentang prosesnya. Apa yang dapat dipelajari dari konflik tersebut dan bagaimana proses penyelesaian dapat diperbaiki ke depannya?

Setiap konflik adalah unik, dan strategi penyelesaiannya dapat bervariasi tergantung pada konteks dan pihak yang terlibat. Penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dialog terbuka dan solusi yang saling menguntungkan.

 

 

 


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

ada tiga cara penyelesaian konflik secara sederhana (pendekatan kultur atau budaya, diaspora, fan hubungan bilateral), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya dari 5 penyelesaian konflik secara internasional (negosiasi, mediasi dan jasa-jasa baik, konsiliasi, penyelidikan, dan penyelesaian di bawah naungan organisasi PBB), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya

15

0.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

14

0.0

Jawaban terverifikasi