Anji V

07 Oktober 2022 11:37

Iklan

Anji V

07 Oktober 2022 11:37

Pertanyaan

Bacalah kutipan teks drama berikut untuk menjawab soal nomor 3-5. Nenek: Mestinya kau tidak usah jadi profesor saja, Pak. Jadi diplomat ulung saja. Kakek: Aku kurang senang jadi diplomat. Nenek: Tapi kau lebih terkemuka, lebih ternama, lebih terkenal. Kakek: Diplomat terlalu banyak menipu hati nuraninya sendiri. Nenek: (Nenek termenung tiba-tiba) Kakek: Ada apa kau? Kau tidak senang aku jadi profesor. Kau kepingin aku jadi diplomat? Baik. Aku akan jadi diplomat demi keselamatan perkawinan kita. Aku akan segera jadi diplomat sekarang juga. Di mana posku? Negara-negara Barat? Timur? Asia? Atau PBB...? Nenek: Ya, PBB saja ... Kakek: Tapi.... (Lalu duduk di sofa termenung) Nenek: ltu lebih terhormat di PBB. Siapa tahu kau akan dipilih jadi ketua sidang, lantas kelak jadi sekretaris jenderal... (Kakek geleng kepala) Nenek: Kurang besar kedudukan itu. Atau diplomat surgawi saja? Kakek: (Kakek memandang Nenek) Nenek: Tapi itu lebih sukar sebab Tuhan susah diajak berdebat. Tuhan cuma diam saja. Orang hanya mengerti apa mau Tuhan kalau sudah terlaksana. Sedang rencana-rencana selanjutnya, masih gelap bukan? Bagaimana kau mengajukan argumentasi-argumentasimu jika mau ajak Tuhan berdiskusi? Kakek: (Kakek geleng kepala) Nenek: Nah, paling terhormat jadilah diplomat wakil republik kita tercinta di PBB... Kakek: (Kakek geleng kepala) Nenek: Aku sungguh tidak mengerti cita-citamu, Pak. Kakek: Aku ingin jadi diplomat yang diberi pos di kolong jembatan saja... Nenek: Ah, gila. ltu pekerjaan gila. Kakek: Banyak diplomat yang dikirim ke pos-pos mana pun di dunia ini. Tapi, pemerintah belum punya wakil untuk bicara-bicara dengan mereka yang ada di kolong jembatan, bukan? lni tidak adil. Maka aku menyatakan diri. Maka aku menyediakan diri untuk mewakili pemerintahan ini sebagai diplomat kolong jembatan. Nenek: Tapi kau akan terhina. Kakek: Selama kedudukan adalah diplomat, di mana pun ditempatkan, sama saja terhinanya, sama saja mulianya. Nenek: Aku tidak rela kalau kau ditempatkan di pas terhina itu. Kakek: Kau belum tahu, justru paling mulia di antara pos-pos di mana pun juga. Nenek: Kau sudah tidak waras. Kakek: Seorang diplomat pada hakikatnya adalah seorang yang pandai ngomong. Pandai meyakinkan orang, pandai membujuk. Orang-orang di kolong jembatan itu perlu dibujuk agar hidup diri-sendiri. Tidak sekadar dihalau, diusir, kalau malu ada orang gede lewat saja. Jadi, untuk mengatasi tidakan-tindakan kasar ini, perlu ada wakil yang bisa membujuk... Nenek: Ah... bagaimana, nanti kalau aku arisan dan ditanya teman-teman bagaimana jawabku, Pak? Coba bayangkan, bayangkan... Kakek: lstriku, aku mengerti, bagaimana kau akan turun gengsi nanti. Tapi kau tidak usah khawatir. Kalau kau datang ke arisan yang lima ribuan, dan kau ditanya orang-orang apa pekerjaanku, jawab saja diplomat, titik. Kolong jembatannya tidak usah disebut. Kalau kau datang ke arisan yang seratusan, saya kira tak ada salahnya kalau kau ngomong diplomat kolong jembatan... Kakek: Tapi, kalau teman-teman arisan lima ribuan tanya, di mana posnya...? Nenek: Ah... (memegangi kepala). Begini, diplomat bagian sosial... hebat toh? 4. Nilai-nilai apa saja yang terkandung dalam cerita tersebut? Jelaskan.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

00

:

08

:

54

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

A. Yuliati

Mahasiswa/Alumni STKIP PGRI PASURUAN

11 Desember 2022 11:03

Jawaban terverifikasi

Nilai yang terdapat pada teks tersebut adalah nilai sosial dan nilai agama, yaitu: jangan ingin dipuji orang dan banyaklah bersyukur. Naskah drama adalah naskah yang berisi dialog antartokoh dalam drama. Salah satu unsur yang terdapat dalam naskah drama adalah nilai yang terkandung dalam drama. Nilai dapat berupa agama, sosial, budaya, ekonomi, dan pendidikan. Berdasarkan uraian di atas, nilai yang terdapat pada teks tersebut adalah nilai sosial dan nilai agama, yaitu jangan ingin dipuji orang dan banyaklah bersyukur. Dibuktikan pada kutipan berikut. 1. Tapi kau lebih terkemuka, lebih ternama, lebih terkenal. 2. Tapi itu lebih sukar sebab Tuhan susah diajak berdebat. Tuhan cuma diam saja. Jadi, nilai yang terdapat pada teks tersebut adalah nilai sosial dan nilai agama, yaitu: jangan ingin dipuji orang dan banyaklah bersyukur.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

72

0.0

Jawaban terverifikasi