Tissa Y

08 Desember 2022 10:23

Iklan

Tissa Y

08 Desember 2022 10:23

Pertanyaan

Bacalah kutipan teks berikut untuk menjawab soal nomor 9—10. Selain dapat mempercepat pembekuan, nukleator juga menjadi pengikat antaruap air sehingga partikel air yang sudah tidak murni yang menyatu dengan partikel air lainnya dapat membentuk kristal yang lebih besar. Selanjutnya, ini akan menciptakan hujan salju jika temperatur udaranya tidak melelehkan kristal es tersebut. Kristal es yang leleh karena temperature akan jatuh ke tanah sebagai hujan air. Di sisi lain, kristal es tersebut dapat membentuk bola es kecil yang akan menciptakan hujan es. Dengan demikian, proses turunnya hujan selalu dimulai dengan salju pada beberapa saat. Karena iklim di Indonesia tropis, boleh jadi menyebabkan temperature udara pada proses kristalisasi tidak cukup rendah atau tidak ada nukleator yang mempercepat pembekuan sehingga hujan yang turun hanya berupa air. Namun, hal tersebut bukan berarti bahwa di Indonesia tidak ada salju. Di Barisan Sudirman yang berada di Provinsi Papua, terdapat salju abadi yang sudah ada sejak tahun 1623. Hal ini tentu saja berbeda dengan fenomena hujan salju. Dengan demikian, hujan salju memang hanya dapat terjadi di wilayah subtropis dan kutub. Beberapa fenomena yang mirip juga terjadi di beberapa daerah lain di Indonesia. Sebagai contoh, fenomena hujan bongkahan es di daerah Pasar Rebo,Jakarta Timur. Fenomena ini cukup menggemparkan warga sekitar yang bahkan mengaitkannya dengan hal-hal mistis. Padahal, semuanya adalah fenomena alam yang dapat dijelaskan secara ilmiah. 10. Hal yang dapat dikomentari dalam teks tersebut adalah ... A. Kebenaran data yang digunakan, yaitu tempat di Indonesia yang memiliki salju abadi adalah Puncak Jaya, Papua. B. Kaidah kebahasaan yang tidak sesuai PUEBI, yaitu tidak konsisten dalam menuliskan istilah kristal es dan kristalisasi. C. Kelengkapan data yang digunakan, yaitu gagasan penulis mengenai topik terlalu subjektif dan tidak didasari teori yang relevan. D. Kaidah kebahasaan yang tidak sesuai PUEBI, yaitu kata temperature yang seharusnya ditulis miring atau menggunakan kata serapan temperatur. E. Kesesuaian data yang digunakan, yaitu wilayah di Indonesia yang bersalju tidak perlu disebutkan karena tidak berkaitan dengan topik teks (hujan salju).

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

01

:

47

:

14

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

P. Avivah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

04 Januari 2023 01:19

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang benar adalah D. Kaidah kebahasaan yang tidak sesuai PUEBI, yaitu kata temperature yang seharusnya ditulis miring atau menggunakan kata serapan temperatur.</p><p>&nbsp;</p><p>Hal yang perlu mendapat perhatian adalah penulisan kata yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan/ PUEBI. Hal ini terdapat pada kata 'temperature' di paragraf kedua "Karena iklim di Indonesia tropis, boleh jadi menyebabkan <strong>temperature </strong>udara pada proses kristalisasi tidak cukup rendah atau tidak ada nukleator yang mempercepat pembekuan sehingga hujan yang turun hanya berupa air". &nbsp;Kata 'temperature' seharusnya ditulis miring (<i>temperature</i>) atau menggunakan kata serapan yang benar (temperatur).</p><p>&nbsp;</p><p>Maka, dapat disimpulkan bahwa hal yang dapat dikomentari pada teks di atas adalah kaidah kebahasaan yang tidak sesuai PUEBI, yaitu kata temperature yang seharusnya ditulis miring atau menggunakan kata serapan temperatur.</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, jawaban yang tepat yaitu D.</p>

Jawaban yang benar adalah D. Kaidah kebahasaan yang tidak sesuai PUEBI, yaitu kata temperature yang seharusnya ditulis miring atau menggunakan kata serapan temperatur.

 

Hal yang perlu mendapat perhatian adalah penulisan kata yang tidak sesuai dengan kaidah kebahasaan/ PUEBI. Hal ini terdapat pada kata 'temperature' di paragraf kedua "Karena iklim di Indonesia tropis, boleh jadi menyebabkan temperature udara pada proses kristalisasi tidak cukup rendah atau tidak ada nukleator yang mempercepat pembekuan sehingga hujan yang turun hanya berupa air".  Kata 'temperature' seharusnya ditulis miring (temperature) atau menggunakan kata serapan yang benar (temperatur).

 

Maka, dapat disimpulkan bahwa hal yang dapat dikomentari pada teks di atas adalah kaidah kebahasaan yang tidak sesuai PUEBI, yaitu kata temperature yang seharusnya ditulis miring atau menggunakan kata serapan temperatur.

 

Jadi, jawaban yang tepat yaitu D.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

72

0.0

Jawaban terverifikasi