Juliana I

13 Juni 2022 07:27

Iklan

Juliana I

13 Juni 2022 07:27

Pertanyaan

Bacalah kutipan novel berikut. Tiba-tiba aku ingat lagi pada Kakek dan kedatangan Ajo Sidi kepadanya. Apa Ajo Sidi telah membuat bualan tentang Kakek dan bualan itulah yang mendurjanakan Kakek? Aku ingin tahu. Lalu, aku tanyai Kakek lagi. "Apa ceritanya, Kek?" "Siapa?" "Ajo Sidi." "Kurang ajar dia,” jawab Kakek. "Kenapa?" "Akan dikutuk-Nya aku kalau selama hidupku aku mengabdi kepada-Nya? Tak kupikirkan hari esokku karena aku yakin Tuhan itu ada dan pengasih penyayang kepada umat-Nya. Tapi, kini aku dikatakan manusia terkutuk. Umpan neraka. Marahkah Tuhan kalau itu yang kulakukan, sangkamu?" ("Robohnya Surau Kami”, A.A. Navis) Pemicu konflik dalam kutipan tersebut adalah .... A. Aku memancing-mancing emosi Kakek B. Ajo Sidi mengadu domba kakek dan Aku C. pertemuan Ajo Sidi dengan Kakek D. Aku menyesali pertemuan dengan kakek Ajo Sidi E. bualan Ajo Sidi tentang kekeliruan peribadatan Kakek

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

11

:

01

:

33

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

R. Mulia

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

14 Juni 2022 01:24

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah E. Bualan Ajo Sidi tentang kekeliruan peribadatan kakek. Berikut ini penjelasannya. Konflik dalam sebuah cerita merupakan bagian yang menunjukkan adanya pertentangan dalam cerita tersebut. Cara menentukan konflik, di antaranya: 1. Menentukan premis: yaitu nilai yang akan disampaikan dalam cerita. 2. Menentukan protagonis: yaitu tokoh yang akan menjadi pembawa cerita. 3. Menentukan anagonisme: yaitu hal-hal yang akan dipertentangkan dengan aksi protagonis, dapat berupa tokoh, keadaan, lingkungan 4. Menentukan aksi dan reaksi sehingga menimbulkan perubahan karakter. 5. Menentukan latar sebagai penyebab terjadinya peristiwa. Berdasarkan penjelasan di atas, pemicu konflik dalam kutipan tersebut adalah "Bualan Ajo Sidi tentang kekeliruan peribadatan kakek." Hal tersebut dapat dibuktikan pada kalimat: "Tiba-tiba aku ingat lagi pada Kakek dan kedatangan Ajo Sidi kepadanya. Apa Ajo Sidi telah membuat bualan tentang Kakek dan bualan itulah yang mendurjanakan Kakek? Aku ingin tahu. Lalu, aku tanyai Kakek lagi. "Apa ceritanya, Kek?" "Siapa?" "Ajo Sidi." "Kurang ajar dia,” jawab Kakek." Kalimat tersebut menggambarkan adanya reaksi kesal dan marah dari si kakek sehingga menimbulkan perubahan karakter. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan E.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

60

0.0

Jawaban terverifikasi