Tissa Y

13 Desember 2022 07:55

Iklan

Tissa Y

13 Desember 2022 07:55

Pertanyaan

Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal nomor 19 dan 20. Hatiku teduh. Dia kelihatan tenang. Cuma matanya saja yang terus memandangiku dengan ganjiL Seakan aku ini siapa, bukan istrinya. Tadi, sambil duduk berdampingan menjuntaikan kaki di tubir tempat tidur, perlahan kupotongi kuku-kukunya yang panjang, hitam berdaki. Dari tangan sampai kaki. Gemertak pemotong kuku meningkahi angin pagi yang deras dan dingin memukuli jendela. Tanpa menatapku barang sekejap pun, seperti berbisik pada dedaunan di luar, lagi-Lagi dia mengulangi igauan yang saban pagi, menjelang matahari terbit, diucapkannya seperti merapal mantra. Atau pesan yang aku tak tahu kepada siapa. "Setengah jam Lagi. Begitu matahari terbit, mereka akan datang membebaskan kita,” desisnya dengan mata yang tetap saja liar, dan sepertinya aku entah di mana, tidak berada di seberang bahunya. Siapa yang akan membebaskannya? Aku tak tahu. Dan aku tak pernah mau bertanya. Tetapi yang jelas, janji akan pembebasan selepas subuh itulah yang kelihatan membuat penderitaannya lebih dalam. (Cerpen "Tanah Air" karya Martin Aleida dalam Kompas edisi 19 Juni 2016) Tokoh suami yang diceritakan istrinya tersebut berkarakter .... A. gundah B. pemarah C. pendiam D. perenung E. penyabar

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

16

:

28

:

13

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

S. Zulaihah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Surabaya

04 Januari 2023 05:45

Jawaban terverifikasi

Jawaban yang benar adalah A. Gundah Dalam cerita, tokoh merupakan pelaku yang mengalami peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam cerita tersebut. Karakter tokoh cerita yang digambarkan oleh pengarang disebut penokohan. Tokoh suami alam cerita di atas berkarakter gundah. Hal ini sesuai dengan kutipan kalimat:  "Setengah jam Lagi. Begitu matahari terbit, mereka akan datang membebaskan kita,” desisnya dengan mata yang tetap saja liar, dan sepertinya aku entah di mana, tidak berada di seberang bahunya." Kalimat tersebut menggambarkan kegelisahan menunggu sesuatu yang tidak kunjung datang.  Jadi, jawaban yang benar adalah A.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

72

0.0

Jawaban terverifikasi