Sara K

19 April 2022 14:19

Iklan

Sara K

19 April 2022 14:19

Pertanyaan

Bacalah hikayat di bawah ini dengan saksama. Abu Nawas Diganggu Jin Abu Nawas dikenal karena kejujurannya, namun tak semuanya percaya begitu saja. Di antara yang tidak percaya dengan kejujuran Abu Nawas adalah kaum jin. Abu Nawas selalu saja berhasil mematahkan teka-teki dengan sasaran yang tepat serta dapat diterima oleh akal. Sepak terjangnya yang demikian itulah membuat penasaran kaum jin dan ingin mengujinya. Mereka para jin akhirnya sepakat untuk memberi pengujian kepada Abu Nawas, apakah benar-benar jujur atau tidak. Nah, apakah Abu Nawas lulus dalam uji kejujuran itu? Dahulu Abu Nawas pernah bekerja sebagai tukang kayu di kampungnya. Dengan pekerjaannya tersebut, ia sering menebang kayu di hutan belantara. Dan karena ia teledor, kapak kesukaannya yang ia gunakan untuk menebang kayu malah jatuh masuk ke jurang yang sangat dalam letaknya. Kejadian itu membuat Abu Nawas bersedih hati, karena kapak itu adalah satu-satunya peralatan yang dimilikinya dan ia belum mempunyai pengganti. Tanpa kapaknya, otomatis ia tidak bisa bekerja seperti biasanya. Dalam perasaan yang sangat sedih itu, tiba-tiba datanglah jin yang menyamar menjadi seorang laki-laki berbaju putih. Jin itu datang dan menggoda Abu Nawas yang kondisinya mulai labil. "Hai Abu Nawas, kenapa kamu terlihat sedih sekali?" tanya jin. "Iya, kapak saya, sebagai satu-satunya alat untuk bekerja telah jatuh ke jurang. Kalau begini, bagaimana saya bisa bekerja lagi?" jawab Abu Nawas sedih. "Oh begitu, saya akan bantu untuk mengambilkannya untukmu," kata jin. Tak berapa lama kemudian, sang jin pun turun ke bawah jurang. Ternyata jin tersebut memiliki keinginan untuk menguji kejujuran Abu Nawas yang sering didengarnya Terbersit di benak jin untuk memberikan kapak yang lain yang terbuat dari emas, apa reaksi Abu Nawas nantinya. "Wahai Abu Nawas, apakah ini kapakmu?" tanya jin. "Bukan, kapak saya jelek kok," jawab Abu Nawas. Sesaat kemudian jin memberikan kapak kedua yang terbuat dari perak. Namun Abu Nawas tetap saja tak mengakui. "Bukan, bukan itu. Kapak saya sudah jelek kok!" tegasnya. Mendengar jawaban seperti itu, sang jin menjadi senang karena ternyata Abu Nawas benar-benar seorang yang jujur. "Hai Abu Nawas, kenapa kamu ini begitu jujur, apa kau tidak mau, aku beri barang yang lebih baik?" tanya jin. "Pak, sesungguhnya aku telah bersyukur pada apa yang aku miliki. Aku tidak ingin mendapatkan sesuatu yang bukan hakku Bagiku, kapak yang jelek itu adalah milikku. Dengan kapak itulah aku bisa bekerja secara halal dan mendapatkan kayu untuk aku jual." terang Abu Nawas. "Rasa syukur?" tanya jin dengan heran. "Ya, karena rasa syukur itulah yang membuatku tidak mau mengambil barang yang bukan hakku," tegas Abu Nawas. "Wahai Abu Nawas, karena rasa syukurmu itu, maka ketiga kapak ini aku berikan kepadamu, kata jin. Kemudian Abu Nawas pergi sambil membawa ketiga kapak itu Setelah membaca hikayat di atas, identifikasilah nilai-nilai yang terdapat dalam teks di atas.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

18

:

35

:

52

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Dwi

11 Agustus 2022 10:35

Jawaban terverifikasi

Nilai yang terdapat dalam hikayat di atas adalah nilai moral. Untuk memahami jawaban tersebut, berikut pembahasannya. Nilai merupakan salah satu unsur ekstrinsik sebuah karya sastra. Nilai berkaitan dengan nilai-nilai atau ajaran yang berlaku di kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh nilai-nilai dalam sebuah karya sastra. 1. Nilai moral merupakan nilai kehidupan yang berkaitan dengan ajaran baik atau buruknya sebuah perilaku atau perbuatan. 2. Nilai agama merupakan nilai kehidupan yang berkaitan dengan agama dan Tuhan. 3. Nilai sosial merupakan nilai kehidupan yang berkaitan dengan hubungan interaksi dengan masyarakat. 4. Nilai budaya merupakan nilai kehidupan yang berkaitan dengan kebiasan atau adat. 5. Nilai pendidikan merupakan nilai kehidupan yang berkaitan dengan pengetahuan atau kegiatan belajar. Berdasarkan penjelasan, nilai yang terkandung dari hikayat di atas adalah nilai moral. Hal tersebut berkaitan dengan ajaran baik atau buruknya perilaku, yaitu kejujuran dan rasa syukur dengan apa yang dimiliki. Bukti kutipan penjelasan tersebut adalah "Ya, karena rasa syukur itulah yang membuatku tidak mau mengambil barang yang bukan hakku," tegas Abu Nawas." Dengan demikian, nilai yang terdapat dalam hikayat di atas adalah nilai moral.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

65

0.0

Jawaban terverifikasi