Nabil A

01 Juli 2022 07:17

Iklan

Nabil A

01 Juli 2022 07:17

Pertanyaan

Bacalah dengan saksama teks negosiasi di bawah ini. Uang Saku Maria Anak : Yah ... , Ayah lagi sibuk ngga? Aku mau ngomong sesuatu, nih. (Mendekat dan berdiri di samping menempel kursi tempat ayahnya duduk) Bapak : (Menutup koran yang sedang dibacanya) Enggak. Kamu mau ngomong apa, Ria? Kok serius amat kelihatannya. (Mengamati raut wajah putrinya) Anak : Ayah sudah tahu kan, harga BBM sudah naik dan harga-harga pada ikutan naik semua. Bapak : Lalu? Anak : Uang sakuku selama ini kan Rp50.000 per minggu. Kemarin-kemarin mungkin segitu cukup, tapi sekarang.... mau jajan di kantin harus putar otak dulu, Yah. Bapak : Lalu? Uang sakumu minta ditambah, begitu kan? Anak : Betul sekali! Ayah kok bisa membaca pikiran Ria. Jadi, Rp 150.000 per minggu, ya Yah? (Pindah berdiri di depan ayahnya) Bapak : Hahh?? Kenapa naiknya jadi 100% lebih. Yang benar saja Ria, memangnya Ayahmu ini pengusaha? Anak : Ayah pelit!!! Ayah tahu nggak sih, sekarang nggak ada barang yang murah. Bapak : Tapi, kalau segitu, ya Ayah jelas tidak mampu. (Membuka kembali korannya dan melanjutkan membaca) Kamu sendiri tahu kan, berapa gaji Ayah? Belum lagi adikmu, si Juan sebentar lagi masuk SMP dan perlu duit banyak. Bisa-bisa, adikmu tidak bisa ngelanjutin sekolah kalau kamu minta uang saku segitu. Anak : Ya, Yah aku ngerti itu. Tapi, Ayah juga mestinya ngertiin masalahku juga. Kalau aku tiap hari harus nahan lapar, terus nggak bisa konsentrasi belajar, terus sakit mag, terus masuk rumah sakit... Ayah juga nanti yang repot dan keluar duit lebih banyak. Ayolah Yah... Bapak : (Menurunkan korannya yang menutupi wajah) Loh ... loh ..., kok jadi ngelantur ke mana-mana. Begini, Ayah akan naikkan jadi Rp80.000. ltu sudah di atas nilai kenaikan harga BBM yang hanya 40%. Bagaimana? Ka lau nggak mau, ya sudah. Anak : Jangan begitu dong, Yah. Kalau segitu, kayaknya sih masih mepet sekali. Paling baru cukup buat jajan. Buat beli pulsa pake apa? Bapak : Ya sudah, Ayah tambahi jadi Rp90.000. Sepuluh ribunya khusus buat beli pulsa. Anak : Makasih Yah. Begitu dong Yah. Bapak : Tapi tunggu dulu, itu juga ada syaratnya. Anak : Haah, masih pake syarat segala? (Mata membelalak) Bapak : Kalau nilai rapor kamu semester ini tidak ada peningkatan, Ayah kurangi lagi Rp 15.000. Anak : Tenang Yah. Kalo cuma itu sih kecil. Ria akan makin rajin belajar dan semester ini juara kelas akan berada di tanganku. Bapak : Ayah percaya, kamu pasti bisa. Sudahlah, sana segera berangkat sekolah. Mobil jemputan sepertinya sudah nunggu di depan rumah. Anak : Oke, terima kasih kenaikan uang sakunya, Yah. Ria berangkat dulu, ya Yah. (Mencium tangan ayahnya) Bapak : Ya, hati-hati. Sudah tepatkah ragam bahasa yang digunakan Maria dalam negosiasi di atas?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

00

:

29

:

44

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

W. Ega

07 September 2022 05:44

Jawaban terverifikasi

Jawabannya adalah sudah tepat. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain serta penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak yang bersengketa. Ragam bahasa disebut juga sebagai variasi bahasa. Artinya, penggunaan bahasa disesuaikan dengan kondisi pemakaian yang berbeda-beda. Terdapat beberapa ragam dalam bahasa yang digunakan, antara lain: (1) Ragam resmi (formal), yaitu bahasa yang digunakan dalam komunikasi resmi sehingga menggunakan bahasa yang lebih sopan. (2) Ragam baku, yaitu bahasa yang digunakan pada program hikmat dan sedikit memungkinkan keleluasaan, contohnya upacara pernikahan, keputusan pengadilan dan kegiatan rohani. (3) Ragam akrab, yaitu bahasa yang digunakan di antara orang yang memunyai kekerabatan sangat bersahabat atau intim, contohnya adalah pembicaraan dalam keluarga. (4) Ragam santai, yaitu bahasa yang digunakan untuk program yang bersifat tidak resmi dan sanggup digunakan untuk orang yang cukup bersahabat (misal teman) atau orang yang belum dikenal dengan bersahabat (baru kenal). Dalam bernegosiasi, terdapat dau pihak yang terlibat. Ragam bahasa yang digunakan tergantung dengan latar belakang dan konteks masing-masing pihak. Seperti contoh negosiasi di atas sudah tepat karena menggunakan ragam bahasa akrab yang biasa digunakan ketika di rumah. Jadi, jawabannya adalah sudah tepat.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

60

0.0

Jawaban terverifikasi