Yudhistira Y

05 September 2022 11:50

Iklan

Yudhistira Y

05 September 2022 11:50

Pertanyaan

Bacalah dengan saksama kutipan teks berikut. Karena Ibu banyak melamun, Tegar harus pula mengambil alih pekerjaan dapur. Dibantu adik perempuannya yang telah beranjak remaja, dia belanja, bersih-bersih, mencuci pakaian, dan memasak. Setelah menyiapkan adik-adiknya untuk sekolah, setiap pagi dia sendiri terbirit-birit ke sekolah. Pulang dari sekolah, dia tak bermain-main seperti remaja seusianya. Dia makan siang sebentar, berganti pakaian, lalu bergegas ke pinggir kota, ke bengkel sepeda Masa Depan, demikian nama bengkel sepeda peninggalan ayahnya itu. Bersama seorang karyawan lainnya, dia bekerja memperbaiki sepeda hingga senja. Usia bekerja, buru-buru dia pulang, mengurusi ibu dan adik-adiknya. Bengkel sepeda itulah penopang nafkah mereka. Semula bengkel itu tak Bernama, cukup disebut orang bengkel sepeda M. Mahmudin sesuai nama ayah Tegar. Sejak rumah tangga orang tuanya terempas di atas meja hijau, dan ibunya mengigil jika mendengar nama M. Mahmudin, Tegar memasang plang nama “Bengkel Sepeda Masa Depan” di muka bengkel itu. Dipilihnya nama itu karena dia merasa optimis akan masa depan. Dia ingin sekolah sampai ke universitas, dia ingin masuk jurusan Pertanian di IPB, dia ingin menjadi petani vanili. Ekonomi sulit, ayah minggat, ibu mellow ampun-ampunan, dan dua adik perempuan masih perlu perhatikan adalah situasi runyam yang dihadapi Tegar saban hari. Kelas 2 SMP sekolahnya, baru 14 tahun usinya, paling tidak empat profesi di sandangnya : pelajar, montir sepeda, dan ayah sekaligus ibu. Setelah jungkir balik seharian, dia masih harus membantu adik-adiknya belajar dan mengerjakan PR. Setelah itu, dia tergeletak di tempat tidur, remuk redam kelelehan. Selah jungkir balik seharian, dia masih harus membantu adik-adiknya belajar mengerjakan PR. Setelah itu, dia tergelatak di temat tidur, remuk redam kelelahan. Namun, selaly diidamkannya saat-saat sendiri karena wajah anak perempuan yang dahulu diUhatnya di taman bermain pengadilan agama itu telah tercetak samar-samar di langit-langit kamarnya. Wajah itulah yang terakhir dilihatnya sebelum tidur dan pertama dilihatnya ketika bangun. Wajah yang selalu meletupkan semangatnya untuk menghadapi hari-hari jungkir balik. Rindu Tegar pada anak perempuan itu tak te"anggungkan sehingga semerbak wangi vanili memenuhi kamarnya. (Novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata) 1. Konflik apa yang terdapat dalam penggalan novel tersebut? Tuliskan dengan jelas.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

06

:

59

:

36

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

G. Nusantara

Mahasiswa/Alumni Universitas Airlangga

01 November 2022 16:41

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat adalah "Kondisi ekonomi sulit, ayah minggat, ibu mellow ampun-ampunan, dan dua adik perempuan yang masih perlu Tegar perhatikan".</p><p>&nbsp;</p><p>Soal menanyakan konflik apa yang terdapat dalam penggalan novel tersebut.</p><p>&nbsp;</p><p>Petunjuk untuk menjawabnya dapat ditemukan pada paragraf 3, terutama kalimat:</p><p>Ekonomi sulit, ayah minggat, ibu mellow ampun-ampunan, dan dua adik perempuan masih perlu perhatikan adalah situasi runyam yang dihadapi Tegar saban hari.</p><p>&nbsp;</p><p>Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa konflik yang terdapat dalam penggalan novel tersebut adalah kondisi ekonomi sulit, ayah minggat, ibu mellow ampun-ampunan, dan dua adik perempuan yang masih perlu Tegar perhatikan.</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi, jawaban yang tepat adalah "Kondisi ekonomi sulit, ayah minggat, ibu mellow ampun-ampunan, dan dua adik perempuan yang masih perlu Tegar perhatikan".</p>

Jawaban yang tepat adalah "Kondisi ekonomi sulit, ayah minggat, ibu mellow ampun-ampunan, dan dua adik perempuan yang masih perlu Tegar perhatikan".

 

Soal menanyakan konflik apa yang terdapat dalam penggalan novel tersebut.

 

Petunjuk untuk menjawabnya dapat ditemukan pada paragraf 3, terutama kalimat:

Ekonomi sulit, ayah minggat, ibu mellow ampun-ampunan, dan dua adik perempuan masih perlu perhatikan adalah situasi runyam yang dihadapi Tegar saban hari.

 

Berdasarkan kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa konflik yang terdapat dalam penggalan novel tersebut adalah kondisi ekonomi sulit, ayah minggat, ibu mellow ampun-ampunan, dan dua adik perempuan yang masih perlu Tegar perhatikan.

 

Jadi, jawaban yang tepat adalah "Kondisi ekonomi sulit, ayah minggat, ibu mellow ampun-ampunan, dan dua adik perempuan yang masih perlu Tegar perhatikan".


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

78

0.0

Jawaban terverifikasi