Anji V

12 Desember 2022 10:26

Iklan

Anji V

12 Desember 2022 10:26

Pertanyaan

Bacalah cuplikan teks berikut untuk menjawab soal. Ketika telepon dari Mak Yem ditutup, ponselku berdering dari Yu Ning, "Aku sudah mengirim uang untuk tiket pesawat ke rekeningmu. Cek saja dulu. Silang pada Ayah, aku akan datang setelah Naya selesai ujian." Mbak, aku besok ada presentasi, mengapa tidak sampean saja?" "Sudah kubilang, aku mesti menunggui Naya. Butikku besok akan didatangi pelanggan kami dari Malaysia. Sekarang, carilah tiket untuk keberangkatanmu besok pagi.” Aku benci mendengar ucapan Yu Ning, dia selalu bisa menyuruhku apa saja. ltu dilakukan sejak kami masih kecil. (lbu meninggal sejak kami masih sangat kecil). Yu Ning, yang jarak usianya 10 tahun di atasku, diberi keleluasaan oleh ayah untuk mengatur semua hidupku. Kalau menurut Yu Ning aku harus begitu, aku tidak boleh membantah. Yu Ning jadi narasumber hidupku. Hanya dibantu dengan Mak Yem, dia mengatur segala urusan rumah tangga kami. Aku selalu benci terhadap apa saja yang dia punyai. Yang aku banggakan, cuma tinggi badanku yang lebih darinya. Hanya itu memang! Di sisi lain, aku sekarang cuma dosen di sebuah perguruan tinggi swasta yang bukan unggulan. Begitu pula suamiku, Haryo, teman sejawat di perguruan tinggi swasta ini. Bisa dibayangkan, kami tidak punya hak istimewa di kota metropolis, Jakarta. Pernah suatu kali, Yu Ning sekeluarga mengajak kami ke Singapura. Tetapi, aku tidak nyaman. Karena mereka menganggap susah bepergian dengan perempuan dusun, yang tidak tahu bagaimana caranya berada di sebuah kota metropolis, Singapura. Cerpen "Ayah Pulang" karya Ratna lndraswari Ibrahim Apa nilai yang menonjol dalam kutipan cerpen tersebut?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

12

:

08

:

08

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

W. Ega

04 Januari 2023 03:11

Jawaban terverifikasi

<p>Jawabannya adalah <u>nilai yang menonjol dalam kutipan cerita di atas adalah nilai budaya/adat istiadat.</u> &nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Cerpen</strong> adalah bentuk karya sastra berupa prosa yang menyajikan cerita permasalahan yang dialami oleh tokoh dan terdapat solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu unsur yang membangun cerpen adalah unsur ekstrinsik. <strong>Unsur ekstrinsik</strong> yaitu unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung memengaruhi proses pembuatan cerpen. Di dalam unsur ekstrinsik cerpen terdapat nilai-nilai kehidupan.&nbsp;</p><p><strong>Nilai-nilai kehidupan</strong>&nbsp;yaitu perbuatan baik yang harus kita tiru dan perbuatan buruk yang harus kita jauhi. Nilai-nilai kehidupan dalam cerpen, yaitu sebagai berikut:</p><ol><li><strong>Nilai moral</strong>, yaitu nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita dan berkaitan dengan akhlak atau etika yang berlaku di dalam masyarakat. Di dalam suatu cerpen, nilai moral bisa menjadi suatu nilai yang baik ataupun nilai yang buruk.</li><li><strong>Nilai budaya/adat</strong>, yaitu nilai-nilai yang berkenaan dengan nilai-nilai kebiasaan, tradisi, dan adat istiadat yang berlaku.</li><li><strong>Nilai agama/religi</strong>, yaitu hal-hal yang bisa dijadikan pelajaran yang terkandung di dalam cerpen, berkaitan dengan ajaran agama.&nbsp;</li><li><strong>Nilai sosial</strong>, yaitu nilai yang bisa dipetik dari interaksi-interaksi tokoh-tokoh yang ada di dalam cerpen dengan tokoh lain, lingkungan, dan masyarakat sekitar tokoh.</li></ol><p>Berdasarkan penjelasan di atas, nilai yang terkandung dalam cerpen tersebut adalah <strong>nilai budaya</strong>. Hal ini dibuktikan oleh kutipan&nbsp;<i>Yu Ning, yang jarak usianya 10 tahun di atasku, diberi keleluasaan oleh ayah untuk mengatur semua hidupku. Kalau menurut Yu Ning aku harus begitu, aku tidak boleh membantah. Yu Ning jadi narasumber hidupku.&nbsp;</i>Dalam kutipan ini terlihat <strong>nilai budaya atau adat istiadat yaitu tokoh aku tidak bisa membantah Tokoh Yu ning karena terbiasa diatur sejak kecil</strong>. Sejak ibu mereka meninggal, tokoh <i>Yu Ning</i> diberi keleluasaan oleh tokoh <i>ayah </i>untuk mengatur segalanya, termasuk tokoh <i>aku</i>&nbsp;sehingga sampai dewasa pun ia tidak dapat membantah atau menolak perintah tokoh <i>Yu ning</i>. Dalam budaya timur, orang yang lebih muda harus patuh kepada orang yang lebih tua, <i>Yu Ning</i> usianya lebih tua daripada usia tokoh <i>aku</i>, sehingga <i>Yu Ning</i> merasa mempunyai hak untuk mengatur hidup tokoh <i>aku</i>.</p><p>&nbsp;</p><p><strong><u>Dengan demikian, nilai yang menonjol dalam kutipan cerita di atas adalah nilai budaya/adat istiadat.</u></strong> &nbsp;</p>

Jawabannya adalah nilai yang menonjol dalam kutipan cerita di atas adalah nilai budaya/adat istiadat.  

 

Cerpen adalah bentuk karya sastra berupa prosa yang menyajikan cerita permasalahan yang dialami oleh tokoh dan terdapat solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satu unsur yang membangun cerpen adalah unsur ekstrinsik. Unsur ekstrinsik yaitu unsur yang berada di luar karya sastra, tetapi secara tidak langsung memengaruhi proses pembuatan cerpen. Di dalam unsur ekstrinsik cerpen terdapat nilai-nilai kehidupan. 

Nilai-nilai kehidupan yaitu perbuatan baik yang harus kita tiru dan perbuatan buruk yang harus kita jauhi. Nilai-nilai kehidupan dalam cerpen, yaitu sebagai berikut:

  1. Nilai moral, yaitu nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita dan berkaitan dengan akhlak atau etika yang berlaku di dalam masyarakat. Di dalam suatu cerpen, nilai moral bisa menjadi suatu nilai yang baik ataupun nilai yang buruk.
  2. Nilai budaya/adat, yaitu nilai-nilai yang berkenaan dengan nilai-nilai kebiasaan, tradisi, dan adat istiadat yang berlaku.
  3. Nilai agama/religi, yaitu hal-hal yang bisa dijadikan pelajaran yang terkandung di dalam cerpen, berkaitan dengan ajaran agama. 
  4. Nilai sosial, yaitu nilai yang bisa dipetik dari interaksi-interaksi tokoh-tokoh yang ada di dalam cerpen dengan tokoh lain, lingkungan, dan masyarakat sekitar tokoh.

Berdasarkan penjelasan di atas, nilai yang terkandung dalam cerpen tersebut adalah nilai budaya. Hal ini dibuktikan oleh kutipan Yu Ning, yang jarak usianya 10 tahun di atasku, diberi keleluasaan oleh ayah untuk mengatur semua hidupku. Kalau menurut Yu Ning aku harus begitu, aku tidak boleh membantah. Yu Ning jadi narasumber hidupku. Dalam kutipan ini terlihat nilai budaya atau adat istiadat yaitu tokoh aku tidak bisa membantah Tokoh Yu ning karena terbiasa diatur sejak kecil. Sejak ibu mereka meninggal, tokoh Yu Ning diberi keleluasaan oleh tokoh ayah untuk mengatur segalanya, termasuk tokoh aku sehingga sampai dewasa pun ia tidak dapat membantah atau menolak perintah tokoh Yu ning. Dalam budaya timur, orang yang lebih muda harus patuh kepada orang yang lebih tua, Yu Ning usianya lebih tua daripada usia tokoh aku, sehingga Yu Ning merasa mempunyai hak untuk mengatur hidup tokoh aku.

 

Dengan demikian, nilai yang menonjol dalam kutipan cerita di atas adalah nilai budaya/adat istiadat.  


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

72

0.0

Jawaban terverifikasi