Silmi H

27 September 2022 11:36

Iklan

Silmi H

27 September 2022 11:36

Pertanyaan

Bacalah cuplikan artikel berikut! Literasi Kunci Pendidikan Pendidikan dan literasi ibarat koin mata uang, keduanya tak bisa dipisahkan. Membaca dan menulis merupakan aktivitas yang terinternalisasi di dalam aktivitas pendidikan. Aktivitas terse but berujung pada pencapaian pengetahuan yang melahirkan peradaban di tengah masyarakat. Jika membuka sejumlah hasil riset yang dilakukan sejumlah lembaga, posisi literasi di Indonesia masih tergolong rendah dibanding negara-negara lainnya. Seperti temuan dari Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2015 yang menempatkan Indonesia berada di posisi 62 dari 70 negara yang menjadi objek survei. Begitu juga temuan dari Central Connecticut State University (CCSU) yang dirilis pada 2016 menempatkan peringkat literasi Indonesia berada di angka 60 dari 61 negara yang diriset oleh lembaga ini. Meskipun demikian , kabar menggembirakan muncul dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang baru saja merilis, kemampuan literasi anak didik di tingkat sekolah menengah atas membaik di angka 61%. Riset dilakukan terhadap 6.500 siswa Kelas X yang tersebar di 34 provinsi seluruh Indonesia. Berbagai temuan berbagai lembaga tersebut harus disikapi dengan langkahlangkah konstruktif, khususnya oleh pemerintah . Pemerintah diharapkan menerbitkan kebijakan yang mendasar untuk memantik minat baca anak didik sekolah, mahasiswa, serta masyarakat luas. Seperti ketersediaan akses bagi masyarakat untuk membaca buku, khususnya bagi daerahdaerah terdepan dan wilayah pelosok di Indonesia. Program pengiriman buku gratis melalui PT Pos Indonesia setiap tengah bulan perlu disebarluaskan lebih masif ke publik. Gagasan pembebasan pajak buku yang dimaksudkan untuk memudahkan akses kepemilikan buku bagi masyarakat juga patut dipikirkan jika memang memiliki korelasi kuat antara minat literasi dan kepemilikan buku oleh masyarakat. Selain terobosan tersebut, gerakan kultural untuk meningkatkan minat baca juga harus muncul dari lembaga pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi. Tak kalah penting, tenaga pendidik juga harus meningkatkan kemampuan dirinya dengan senantiasa menambah asupan pengetahuan dan wawasan dengan membaca buku dan sumber referensi lainnya. Terkait hal tersebut, ketersediaan regulasi seperti UU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan diharapkan menjadi pengungkit minat baca dan tulis masyarakat Indonesia. Hal tersebut karena pendidikan dan literasi merupakan dua hal yang tak bisa dipisahkan. (Sumber: news.detik.com,) Kutiplah sekurang-kurangnya lima kalimat opini yang terdapat dalam artikel tersebut.

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

04

:

21

:

09

Klaim

12

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Novitasari

Mahasiswa/Alumni Universitas Pakuan

07 November 2022 16:46

Jawaban terverifikasi

<p>Opini pada artikel di atas, yaitu:</p><p>1. Pemerintah diharapkan menerbitkan kebijakan yang mendasar untuk memantik minat baca anak didik sekolah, mahasiswa, serta masyarakat luas.</p><p>2. Program pengiriman buku gratis melalui PT Pos Indonesia setiap tengah bulan perlu disebarluaskan lebih masif ke publik.</p><p>3. Gagasan pembebasan pajak buku yang dimaksudkan untuk memudahkan akses kepemilikan buku bagi masyarakat juga patut dipikirkan jika memang memiliki korelasi kuat antara minat literasi dan kepemilikan buku oleh masyarakat.</p><p>4. Selain terobosan tersebut, gerakan kultural untuk meningkatkan minat baca juga harus muncul dari lembaga pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi.</p><p>5. Tak kalah penting, tenaga pendidik juga harus meningkatkan kemampuan dirinya dengan senantiasa menambah asupan pengetahuan dan wawasan dengan membaca buku dan sumber referensi lainnya.</p><p>&nbsp;</p><p>Berikut penjelasannya.</p><p>&nbsp;</p><p>Opini&nbsp;adalah suatu sikap atau pendapat seseorang mengenai sebuah keadaan yang pernah ataupun belum terjadi. Opini&nbsp;sangat dipengaruhi oleh perasaan, pemikiran, perspektif, keinginan, sikap, pengalaman, pemahaman, keyakinan setiap individu.</p><p>&nbsp;</p><p>Ciri-ciri opini, yaitu:</p><p>1. Tidak dapat dibuktikan kebenarannya.</p><p>2. Bersifat subjektif dan biasanya disertai dengan pendapat, saran, dan uraian yang menjelaskan.</p><p>3. Berisi pendapat tentang peristiwa yang terjadi.</p><p>4. Menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadi atau terjadi dikemudian hari.</p><p>5. Merupakan pikiran atau pendapat seseorang maupun kelompok.</p><p>6. Informasi yang disampaikan belum ada pembuktiannya.</p><p>7. Biasanya ditandai dengan penggunaan kata-kata: bisa jadi, sepertinya, mungkin, seharusnya, sebaiknya.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, opini pada artikel di atas, yaitu:</p><p>1. Pemerintah diharapkan menerbitkan kebijakan yang mendasar untuk memantik minat baca anak didik sekolah, mahasiswa, serta masyarakat luas.</p><p>2. Program pengiriman buku gratis melalui PT Pos Indonesia setiap tengah bulan perlu disebarluaskan lebih masif ke publik.</p><p>3. Gagasan pembebasan pajak buku yang dimaksudkan untuk memudahkan akses kepemilikan buku bagi masyarakat juga patut dipikirkan jika memang memiliki korelasi kuat antara minat literasi dan kepemilikan buku oleh masyarakat.</p><p>4. Selain terobosan tersebut, gerakan kultural untuk meningkatkan minat baca juga harus muncul dari lembaga pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi.</p><p>5. Tak kalah penting, tenaga pendidik juga harus meningkatkan kemampuan dirinya dengan senantiasa menambah asupan pengetahuan dan wawasan dengan membaca buku dan sumber referensi lainnya.</p>

Opini pada artikel di atas, yaitu:

1. Pemerintah diharapkan menerbitkan kebijakan yang mendasar untuk memantik minat baca anak didik sekolah, mahasiswa, serta masyarakat luas.

2. Program pengiriman buku gratis melalui PT Pos Indonesia setiap tengah bulan perlu disebarluaskan lebih masif ke publik.

3. Gagasan pembebasan pajak buku yang dimaksudkan untuk memudahkan akses kepemilikan buku bagi masyarakat juga patut dipikirkan jika memang memiliki korelasi kuat antara minat literasi dan kepemilikan buku oleh masyarakat.

4. Selain terobosan tersebut, gerakan kultural untuk meningkatkan minat baca juga harus muncul dari lembaga pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi.

5. Tak kalah penting, tenaga pendidik juga harus meningkatkan kemampuan dirinya dengan senantiasa menambah asupan pengetahuan dan wawasan dengan membaca buku dan sumber referensi lainnya.

 

Berikut penjelasannya.

 

Opini adalah suatu sikap atau pendapat seseorang mengenai sebuah keadaan yang pernah ataupun belum terjadi. Opini sangat dipengaruhi oleh perasaan, pemikiran, perspektif, keinginan, sikap, pengalaman, pemahaman, keyakinan setiap individu.

 

Ciri-ciri opini, yaitu:

1. Tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

2. Bersifat subjektif dan biasanya disertai dengan pendapat, saran, dan uraian yang menjelaskan.

3. Berisi pendapat tentang peristiwa yang terjadi.

4. Menunjukkan peristiwa yang belum pasti terjadi atau terjadi dikemudian hari.

5. Merupakan pikiran atau pendapat seseorang maupun kelompok.

6. Informasi yang disampaikan belum ada pembuktiannya.

7. Biasanya ditandai dengan penggunaan kata-kata: bisa jadi, sepertinya, mungkin, seharusnya, sebaiknya.

 

Dengan demikian, opini pada artikel di atas, yaitu:

1. Pemerintah diharapkan menerbitkan kebijakan yang mendasar untuk memantik minat baca anak didik sekolah, mahasiswa, serta masyarakat luas.

2. Program pengiriman buku gratis melalui PT Pos Indonesia setiap tengah bulan perlu disebarluaskan lebih masif ke publik.

3. Gagasan pembebasan pajak buku yang dimaksudkan untuk memudahkan akses kepemilikan buku bagi masyarakat juga patut dipikirkan jika memang memiliki korelasi kuat antara minat literasi dan kepemilikan buku oleh masyarakat.

4. Selain terobosan tersebut, gerakan kultural untuk meningkatkan minat baca juga harus muncul dari lembaga pendidikan, baik sekolah maupun perguruan tinggi.

5. Tak kalah penting, tenaga pendidik juga harus meningkatkan kemampuan dirinya dengan senantiasa menambah asupan pengetahuan dan wawasan dengan membaca buku dan sumber referensi lainnya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

73

0.0

Jawaban terverifikasi