KINARYOSIH K

26 Agustus 2024 01:39

Iklan

KINARYOSIH K

26 Agustus 2024 01:39

Pertanyaan

apakah yang kalian ketahui tentang Pancasila sebagai meja statis dan leitsar dinamis

apakah yang kalian ketahui tentang Pancasila sebagai meja statis dan leitsar dinamis

alt

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

06

:

48

:

26

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Rendi R

Community

26 Agustus 2024 01:58

Jawaban terverifikasi

<p>Istilah "Pancasila sebagai meja statis dan leitsar dinamis" sering digunakan untuk menggambarkan peran ganda Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Berikut adalah penjelasan dari kedua konsep tersebut:</p><p><strong>Pancasila sebagai Meja Statis:</strong></p><ul><li><strong>Meja statis</strong> menggambarkan Pancasila sebagai dasar negara yang kokoh, stabil, dan tidak berubah. Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai fondasi atau landasan ideologis bagi seluruh tatanan kehidupan bangsa Indonesia. Sebagai "meja statis," Pancasila memberikan kepastian dan stabilitas dalam berbagai aspek kehidupan, seperti hukum, politik, sosial, dan budaya. Pancasila sebagai meja statis berarti prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya tetap dan tidak boleh diubah, menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.</li></ul><p><strong>Pancasila sebagai Leitsar Dinamis:</strong></p><ul><li><strong>Leitsar dinamis</strong> menggambarkan Pancasila sebagai bintang penuntun yang dinamis dalam mencapai tujuan nasional dan menjawab tantangan zaman. Sebagai "leitsar dinamis," Pancasila memberikan arah atau panduan dalam pengambilan kebijakan dan tindakan yang selalu relevan dengan perkembangan zaman. Meskipun prinsip-prinsip Pancasila tidak berubah, penerapannya harus fleksibel dan adaptif terhadap perubahan sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang terjadi di masyarakat. Pancasila sebagai leitsar dinamis memungkinkan bangsa Indonesia untuk tetap bergerak maju, sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang ada.</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Kesimpulan:</p><ul><li><strong>Meja Statis</strong>: Pancasila sebagai dasar yang tetap, kokoh, dan tidak berubah dalam menjaga keutuhan dan stabilitas negara.</li><li><strong>Leitsar Dinamis</strong>: Pancasila sebagai panduan yang fleksibel dan adaptif, memberikan arah dalam mengatasi tantangan zaman yang berubah-ubah.</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Kedua konsep ini menekankan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar ideologi yang harus dijunjung tinggi, tetapi juga harus diterapkan secara nyata dan relevan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks individu, masyarakat, maupun negara.</p>

Istilah "Pancasila sebagai meja statis dan leitsar dinamis" sering digunakan untuk menggambarkan peran ganda Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Berikut adalah penjelasan dari kedua konsep tersebut:

Pancasila sebagai Meja Statis:

  • Meja statis menggambarkan Pancasila sebagai dasar negara yang kokoh, stabil, dan tidak berubah. Dalam konteks ini, Pancasila berfungsi sebagai fondasi atau landasan ideologis bagi seluruh tatanan kehidupan bangsa Indonesia. Sebagai "meja statis," Pancasila memberikan kepastian dan stabilitas dalam berbagai aspek kehidupan, seperti hukum, politik, sosial, dan budaya. Pancasila sebagai meja statis berarti prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya tetap dan tidak boleh diubah, menjaga keutuhan dan kedaulatan negara.

Pancasila sebagai Leitsar Dinamis:

  • Leitsar dinamis menggambarkan Pancasila sebagai bintang penuntun yang dinamis dalam mencapai tujuan nasional dan menjawab tantangan zaman. Sebagai "leitsar dinamis," Pancasila memberikan arah atau panduan dalam pengambilan kebijakan dan tindakan yang selalu relevan dengan perkembangan zaman. Meskipun prinsip-prinsip Pancasila tidak berubah, penerapannya harus fleksibel dan adaptif terhadap perubahan sosial, politik, ekonomi, dan budaya yang terjadi di masyarakat. Pancasila sebagai leitsar dinamis memungkinkan bangsa Indonesia untuk tetap bergerak maju, sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang ada.

 

Kesimpulan:

  • Meja Statis: Pancasila sebagai dasar yang tetap, kokoh, dan tidak berubah dalam menjaga keutuhan dan stabilitas negara.
  • Leitsar Dinamis: Pancasila sebagai panduan yang fleksibel dan adaptif, memberikan arah dalam mengatasi tantangan zaman yang berubah-ubah.

 

Kedua konsep ini menekankan bahwa Pancasila bukan hanya sekadar ideologi yang harus dijunjung tinggi, tetapi juga harus diterapkan secara nyata dan relevan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam konteks individu, masyarakat, maupun negara.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

ada tiga cara penyelesaian konflik secara sederhana (pendekatan kultur atau budaya, diaspora, fan hubungan bilateral), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya dari 5 penyelesaian konflik secara internasional (negosiasi, mediasi dan jasa-jasa baik, konsiliasi, penyelidikan, dan penyelesaian di bawah naungan organisasi PBB), menurut kalian mana yang paling efektif, berilah alasannya

9

0.0

Jawaban terverifikasi