MUH. A

02 Maret 2024 01:28

Iklan

Iklan

MUH. A

02 Maret 2024 01:28

Pertanyaan

apakah dalam negosiasi dapat terjadi aksi nonverbal?apakah bentuk aksi nonverbal Tersebut?

apakah dalam negosiasi dapat terjadi aksi nonverbal?apakah bentuk aksi nonverbal Tersebut?


10

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Yuni H

02 Maret 2024 04:25

Jawaban terverifikasi

<p>Beberapa contoh bentuk aksi nonverbal dalam negosiasi:</p><p><strong>Ekspresi Wajah:</strong></p><ul><li>Sorot wajah, senyum, atau kerutan dahi dapat mencerminkan perasaan dan sikap.</li><li>Kontak mata yang kuat atau menghindari kontak mata bisa memiliki implikasi yang berbeda.</li></ul><p><strong>Bahasa Tubuh:</strong></p><ul><li>Postur tubuh yang terbuka dapat menunjukkan kepercayaan diri, sementara postur tubuh yang tertutup bisa menandakan ketidaknyamanan atau pertahanan.</li><li>Menyilangkan tangan atau menggenggam tangan dapat mencerminkan kekakuan atau kehati-hatian.</li></ul><p><strong>Gerakan Tangan:</strong></p><ul><li>Menggunakan gerakan tangan untuk menekankan poin atau memberikan isyarat tertentu.</li><li>Meremas pensil atau memegang dagu dapat mencerminkan pemikiran atau kekhawatiran.</li></ul><p><strong>Nada Suara:</strong></p><ul><li>Intonasi suara dapat mengindikasikan tingkat kepastian atau kebingungan.</li><li>Volume suara yang digunakan dapat mencerminkan kepercayaan diri atau keraguan.</li></ul><p><strong>Ketegasan atau Kehalusanketegasan atau Kehalusan Sosial:</strong></p><ul><li>Gaya berbicara yang tegas atau halus dapat memengaruhi persepsi tentang sikap dan keinginan.</li></ul><p><strong>Proxemics (Jarak Fisik):</strong></p><ul><li>Jarak fisik antara pihak-pihak yang terlibat dapat mencerminkan tingkat keakraban atau ketidaknyamanan.</li></ul><p><strong>Gestur:</strong></p><ul><li>Penggunaan gestur tangan atau tubuh untuk mengekspresikan ide atau memberikan penjelasan tambahan.</li></ul>

Beberapa contoh bentuk aksi nonverbal dalam negosiasi:

Ekspresi Wajah:

  • Sorot wajah, senyum, atau kerutan dahi dapat mencerminkan perasaan dan sikap.
  • Kontak mata yang kuat atau menghindari kontak mata bisa memiliki implikasi yang berbeda.

Bahasa Tubuh:

  • Postur tubuh yang terbuka dapat menunjukkan kepercayaan diri, sementara postur tubuh yang tertutup bisa menandakan ketidaknyamanan atau pertahanan.
  • Menyilangkan tangan atau menggenggam tangan dapat mencerminkan kekakuan atau kehati-hatian.

Gerakan Tangan:

  • Menggunakan gerakan tangan untuk menekankan poin atau memberikan isyarat tertentu.
  • Meremas pensil atau memegang dagu dapat mencerminkan pemikiran atau kekhawatiran.

Nada Suara:

  • Intonasi suara dapat mengindikasikan tingkat kepastian atau kebingungan.
  • Volume suara yang digunakan dapat mencerminkan kepercayaan diri atau keraguan.

Ketegasan atau Kehalusanketegasan atau Kehalusan Sosial:

  • Gaya berbicara yang tegas atau halus dapat memengaruhi persepsi tentang sikap dan keinginan.

Proxemics (Jarak Fisik):

  • Jarak fisik antara pihak-pihak yang terlibat dapat mencerminkan tingkat keakraban atau ketidaknyamanan.

Gestur:

  • Penggunaan gestur tangan atau tubuh untuk mengekspresikan ide atau memberikan penjelasan tambahan.

Iklan

Iklan

Mercon M

Community

29 April 2024 09:31

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban:</p><p>Ya, dalam negosiasi, aksi nonverbal dapat terjadi dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dinamika dan hasil dari proses negosiasi. Beberapa bentuk aksi nonverbal yang umum terjadi dalam negosiasi antara lain:</p><p>&nbsp;</p><ol><li>Bahasa Tubuh: Gestur, postur, dan ekspresi wajah dapat mengkomunikasikan berbagai makna dan emosi yang mempengaruhi persepsi dan interaksi antara pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi. Misalnya, senyum dapat menunjukkan kesetiaan atau persetujuan, sementara kerutan dahi dapat menunjukkan ketidaksetujuan atau ketegangan.</li><li>Kontak Mata: Tingkat kontak mata dapat mencerminkan tingkat kepercayaan, ketulusan, atau dominasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi. Kontak mata yang kuat dapat menunjukkan ketegasan atau kepercayaan diri, sementara kontak mata yang terputus-putus dapat menunjukkan ketidakjujuran atau ketidakpastian.</li><li>Jarak Antar Personal: Jarak fisik antara pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi juga dapat mengirimkan pesan yang berbeda. Jarak yang dekat dapat menunjukkan keterbukaan atau kedekatan, sementara jarak yang jauh dapat menunjukkan sikap waspada atau ketidaknyamanan.</li><li>Intonasi dan Volume Suara: Cara seseorang mengucapkan kata-kata, termasuk intonasi dan volume suara, dapat memberikan petunjuk tentang emosi atau kepercayaan yang dirasakan oleh pihak yang berbicara. Misalnya, suara yang tenang dan terkendali dapat menunjukkan kepercayaan diri atau kepastian, sementara suara yang meninggi atau gemetar dapat menunjukkan ketidakamanan atau keraguan.</li></ol><p>&nbsp;</p><p>Semua bentuk aksi nonverbal ini dapat memberikan tambahan informasi yang penting dalam proses negosiasi dan dapat mempengaruhi persepsi, sikap, dan perilaku dari pihak-pihak yang terlibat. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan dan memahami bahasa tubuh dan sinyal nonverbal lainnya saat melakukan negosiasi.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

Jawaban:

Ya, dalam negosiasi, aksi nonverbal dapat terjadi dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap dinamika dan hasil dari proses negosiasi. Beberapa bentuk aksi nonverbal yang umum terjadi dalam negosiasi antara lain:

 

  1. Bahasa Tubuh: Gestur, postur, dan ekspresi wajah dapat mengkomunikasikan berbagai makna dan emosi yang mempengaruhi persepsi dan interaksi antara pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi. Misalnya, senyum dapat menunjukkan kesetiaan atau persetujuan, sementara kerutan dahi dapat menunjukkan ketidaksetujuan atau ketegangan.
  2. Kontak Mata: Tingkat kontak mata dapat mencerminkan tingkat kepercayaan, ketulusan, atau dominasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi. Kontak mata yang kuat dapat menunjukkan ketegasan atau kepercayaan diri, sementara kontak mata yang terputus-putus dapat menunjukkan ketidakjujuran atau ketidakpastian.
  3. Jarak Antar Personal: Jarak fisik antara pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi juga dapat mengirimkan pesan yang berbeda. Jarak yang dekat dapat menunjukkan keterbukaan atau kedekatan, sementara jarak yang jauh dapat menunjukkan sikap waspada atau ketidaknyamanan.
  4. Intonasi dan Volume Suara: Cara seseorang mengucapkan kata-kata, termasuk intonasi dan volume suara, dapat memberikan petunjuk tentang emosi atau kepercayaan yang dirasakan oleh pihak yang berbicara. Misalnya, suara yang tenang dan terkendali dapat menunjukkan kepercayaan diri atau kepastian, sementara suara yang meninggi atau gemetar dapat menunjukkan ketidakamanan atau keraguan.

 

Semua bentuk aksi nonverbal ini dapat memberikan tambahan informasi yang penting dalam proses negosiasi dan dapat mempengaruhi persepsi, sikap, dan perilaku dari pihak-pihak yang terlibat. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan dan memahami bahasa tubuh dan sinyal nonverbal lainnya saat melakukan negosiasi.

 

 

 


 


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jenderal Sudirman lahir pada 24 Januari 1916 di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah. Ayahnya bernama Karsid Kartawiradji adalah seorang pekerja di Pabrik Gula Kalibagor, Banyumas. Ibunya Siyem adalah keturunan Wedana Rembang. Sejak umur 8 bulan Sudirman diangkat menjadi anak oleh Toeridowati dan Raden Tjokrosoenaryo. Raden Tjokrosoenaryo adalah seorang Asisten Wedana Rembang yang masih saudara dari ibunya. Sudirman seorang anak yang pandai dan sangat menyukai organisasi. Ia mendapatkan pendidikan formal di sekolah Taman Siswa. Ia melanjutkan ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Surakarta, tetapi tidak sampai tamat hanya 1 tahun bersekolah. Pada saat itu, Sudirman giat berorganisasi Pramuka Hizbul Wathan. Sudirman juga pernah mengikuti pendidikan tentara PETA (Pembela Tanah Air) di Bogor. Selanjutnya, Sudirman mengajar di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. Penggunaan konjungsi subordinatif dalam teks biografi tersebut adalah. a. Ia mendapatkan pendidikan formal di Sekolah Taman Siswa. b. Sudirman seorang anak yang pandai dan sangat menyukai organisasi. c. Selanjutnya, Sudirman mengajar di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. d. Sejak umur 8 bulan Sudirman diangkat menjadi anak oleh Toeridowati dan Raden Tjokrosoenaryo. e. Ia melanjutkan ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Surakarta, tetapi tidak sampai tamat hanya 1 tahun bersekolah.

3

5.0

Jawaban terverifikasi