Zzaa Z

24 Januari 2024 11:01

Iklan

Zzaa Z

24 Januari 2024 11:01

Pertanyaan

Apakah Anda percaya bahwa pergaulan bebas mempengaruhi pengambilan keputusan yang buruk pada remaja?

Apakah Anda percaya bahwa pergaulan bebas mempengaruhi pengambilan keputusan yang buruk pada remaja?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

04

:

06

:

03

Klaim

2

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Kevin L

Gold

11 Februari 2024 11:44

Jawaban terverifikasi

Pertanyaan Anda berkaitan dengan topik pergaulan bebas dan pengaruhnya terhadap pengambilan keputusan remaja. Pergaulan bebas adalah perilaku yang melanggar norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat, termasuk dalam hal ini adalah norma dan nilai yang berlaku dalam pergaulan remaja. Penjelasan: 1. Pergaulan bebas dapat mempengaruhi pengambilan keputusan remaja karena pergaulan bebas seringkali melibatkan perilaku yang berisiko seperti penyalahgunaan alkohol dan narkoba. Perilaku ini dapat mempengaruhi fungsi otak remaja dan mengganggu proses pengambilan keputusan mereka. 2. Selain itu, pergaulan bebas juga dapat mempengaruhi pengambilan keputusan remaja melalui tekanan sosial atau peer pressure. Remaja yang terlibat dalam pergaulan bebas mungkin merasa terpaksa untuk membuat keputusan yang sejalan dengan kelompok mereka, meskipun keputusan tersebut mungkin tidak baik untuk mereka. 3. Akhirnya, pergaulan bebas juga dapat mempengaruhi nilai dan norma yang dipegang oleh remaja. Nilai dan norma ini adalah bagian penting dari proses pengambilan keputusan. Jika nilai dan norma ini terganggu oleh pergaulan bebas, maka pengambilan keputusan remaja juga dapat terpengaruh. Kesimpulan: Ya, saya percaya bahwa pergaulan bebas dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang buruk pada remaja. Hal ini karena pergaulan bebas dapat mempengaruhi fungsi otak remaja, memberikan tekanan sosial, dan mengganggu nilai dan norma yang dipegang oleh remaja. Semoga penjelasan ini membantu Anda ๐Ÿ™‚.


Iklan

Salsabila M

Community

09 Maret 2024 12:16

Jawaban terverifikasi

<p>Setiap individu adalah unik dan memiliki pengalaman hidup yang berbeda. Beberapa remaja mungkin mampu mengelola pergaulan bebas tanpa dampak negatif yang signifikan pada pengambilan keputusan mereka, sementara yang lain mungkin menghadapi tantangan yang lebih besar.</p><p>Faktor-faktor lain, seperti pendidikan, dukungan keluarga, dan budaya tempat remaja tersebut dibesarkan, juga dapat berperan dalam pengambilan keputusan mereka. Oleh karena itu, pendekatan yang holistik dan komprehensif dalam memberikan pendidikan seks, dukungan sosial, dan pengembangan keterampilan pengambilan keputusan dapat membantu remaja membuat keputusan yang lebih baik terkait dengan pergaulan bebas.</p>

Setiap individu adalah unik dan memiliki pengalaman hidup yang berbeda. Beberapa remaja mungkin mampu mengelola pergaulan bebas tanpa dampak negatif yang signifikan pada pengambilan keputusan mereka, sementara yang lain mungkin menghadapi tantangan yang lebih besar.

Faktor-faktor lain, seperti pendidikan, dukungan keluarga, dan budaya tempat remaja tersebut dibesarkan, juga dapat berperan dalam pengambilan keputusan mereka. Oleh karena itu, pendekatan yang holistik dan komprehensif dalam memberikan pendidikan seks, dukungan sosial, dan pengembangan keterampilan pengambilan keputusan dapat membantu remaja membuat keputusan yang lebih baik terkait dengan pergaulan bebas.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Jika sebuah mobil bergerak dengan kecepatan tetap, apakah terdapat gaya yang bekerja pada mobil tersebut? Jika ada, tentukan resultan gayanya! Jika tidak, apa alasannya?

5

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi