Zzaa Z

24 Januari 2024 11:06

Iklan

Zzaa Z

24 Januari 2024 11:06

Pertanyaan

Apakah Anda berpikir bahwa pergaulan bebas dapat menghambat perkembangan emosi dan psikologis seseorang?

Apakah Anda berpikir bahwa pergaulan bebas dapat menghambat perkembangan emosi dan psikologis seseorang?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

22

:

33

:

23

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Miftah B

Community

24 Januari 2024 14:35

Jawaban terverifikasi

Halo sobat ๐Ÿ‘‹ Jawaban: Pendapat tentang pergaulan bebas tentang dapat menghambat perkembangan emosi itu tidak benar kecuali pergaulannya baik baru dapat menghambat emosional dan psikologis. Beberapa orang mungkin merasa bahwa pergaulan bebas dapat memberikan kebebasan ekspresi dan pengembangan diri, sementara yang lain mungkin berpendapat bahwa hal itu dapat membawa risiko tertentu.


Iklan

Kevin L

Gold

10 Februari 2024 23:53

Jawaban terverifikasi

Ya, pergaulan bebas dapat menghambat perkembangan emosi dan psikologis seseorang. Hal ini karena pergaulan bebas dapat menimbulkan stres, kecemasan, dan masalah emosional lainnya, mengalihkan fokus dari hal-hal yang penting, dan mempengaruhi hubungan interpersonal. Semoga penjelasan ini membantu Anda ๐Ÿ™‚


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

setelah diberlakukan subsidi, besarnya tingkat konsumsi masyarakat dan harga mengalami

2

0.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

4

5.0

Jawaban terverifikasi