BAIQ D

24 Agustus 2025 12:37

Iklan

BAIQ D

24 Agustus 2025 12:37

Pertanyaan

apa yg menyebabkan terbentuknya energi yang lebih banyak pada respirasi aerob dibanding fermentasi?

apa yg menyebabkan terbentuknya energi yang lebih banyak pada respirasi aerob dibanding fermentasi?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

19

:

16

:

10

Klaim

1

2


Iklan

Tiara M

24 Agustus 2025 13:09

<p>Respirasi aerob menghasilkan energi lebih banyak daripada fermentasi karena:</p><p>&nbsp;</p><ul><li>Respirasi aerob menggunakan oksigen sebagai akseptor elektron terakhir di rantai transpor elektron. Akibatnya, glukosa dipecah sampai tuntas menjadi COโ‚‚ dan Hโ‚‚O. Dari 1 molekul glukosa bisa dihasilkan ยฑ 36โ€“38 ATP.</li><li>Fermentasi tidak memakai oksigen. Pemecahan glukosa hanya sampai tahap glikolisis, lalu sisa piruvat diubah jadi asam laktat atau etanol. Energi yang dihasilkan cuma 2 ATP per glukosa.</li></ul><p><br>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p><p>๐Ÿ‘‰ Jadi penyebab utamanya: pada respirasi aerob terjadi oksidasi sempurna glukosa dengan bantuan oksigen, sedangkan pada fermentasi oksidasi glukosa tidak sempurna sehingga energi yang dilepas jauh lebih sedikit.</p><p><br>&nbsp;</p>

Respirasi aerob menghasilkan energi lebih banyak daripada fermentasi karena:

 

  • Respirasi aerob menggunakan oksigen sebagai akseptor elektron terakhir di rantai transpor elektron. Akibatnya, glukosa dipecah sampai tuntas menjadi COโ‚‚ dan Hโ‚‚O. Dari 1 molekul glukosa bisa dihasilkan ยฑ 36โ€“38 ATP.
  • Fermentasi tidak memakai oksigen. Pemecahan glukosa hanya sampai tahap glikolisis, lalu sisa piruvat diubah jadi asam laktat atau etanol. Energi yang dihasilkan cuma 2 ATP per glukosa.


 


 

๐Ÿ‘‰ Jadi penyebab utamanya: pada respirasi aerob terjadi oksidasi sempurna glukosa dengan bantuan oksigen, sedangkan pada fermentasi oksidasi glukosa tidak sempurna sehingga energi yang dilepas jauh lebih sedikit.


 


Iklan

Alisha I

29 Agustus 2025 11:11

<p>Respirasi aerob menghasilkan lebih banyak energi karena:</p><p>1. Oksigen sebagai akseptor elektron terakhir โ†’ menarik elektron kuat, membuat transfer energi lebih efisien.</p><p><br>2. Penguraian glukosa sempurna โ†’ glukosa diubah jadi COโ‚‚ + Hโ‚‚O, energi kimia hampir seluruhnya terpakai.</p><p><br>3. Ada rantai transpor elektron &amp; fosforilasi oksidatif โ†’ menghasilkan banyak ATP tambahan.</p>

Respirasi aerob menghasilkan lebih banyak energi karena:

1. Oksigen sebagai akseptor elektron terakhir โ†’ menarik elektron kuat, membuat transfer energi lebih efisien.


2. Penguraian glukosa sempurna โ†’ glukosa diubah jadi COโ‚‚ + Hโ‚‚O, energi kimia hampir seluruhnya terpakai.


3. Ada rantai transpor elektron & fosforilasi oksidatif โ†’ menghasilkan banyak ATP tambahan.


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bu Vina mengirimkan beras kepada pedagang dalam kemasan 25 kg dan 50 kg menggunakan truk. Banyak karung beras keseluruhan adalah 200 karung dengan total berat beras adalah 8 ton, 8. Berdasarkan teks tersebut, pilihlah semua jawaban yang benar. Jawaban benar lebih dari satu. Banyak karung beras kemasan 25 kg adalah 50 buah. Banyak karung beras kemasan 50 kg adalah 150 buah. Total berat beras dalam kemasan 25 kg adalah 2 ton. Perbandingan berat beras kemasan 25 kg dan 50 kg dalam truk adalah 1: 3. 9. Berdasarkan teks tersebut, jika biaya setiap beras karung kecil adalah Rp7.500 dan karung besar Rp14.000, berapakah biaya angkut semua beras yang harus dibayar oleh Bu Vina? A. Rp2.540.000 C. Rp2.312.000 B. Rp2.475.000 D. Rp2.280.000

56

4.0

Jawaban terverifikasi