Viona V

30 Juli 2024 04:25

Iklan

Viona V

30 Juli 2024 04:25

Pertanyaan

apa perbedaan asmosis pada konsentrasi hipotesis, isotonis, hipertonis yang terdapat pada sel hewan dan tumbuhan

apa perbedaan asmosis pada konsentrasi hipotesis, isotonis, hipertonis yang terdapat pada sel hewan dan tumbuhan

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

03

:

29

:

14

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nanda R

Community

02 Agustus 2024 08:52

Jawaban terverifikasi

<p>Osmosis adalah proses difusi air melalui membran semipermeabel dari area dengan konsentrasi rendah zat terlarut ke area dengan konsentrasi tinggi zat terlarut. Proses ini terjadi pada semua jenis sel, baik hewan maupun tumbuhan. Perbedaan dalam efek osmosis pada konsentrasi hipotonis, isotonis, dan hipertonis bisa berbeda antara sel hewan dan sel tumbuhan, karena perbedaan dalam struktur dan fungsi sel.</p><p>Konsentrasi Hipotonis</p><p><strong>1. Sel Tumbuhan:</strong></p><ul><li><strong>Efek:</strong> Di lingkungan hipotonis, di mana konsentrasi zat terlarut di luar sel lebih rendah dibandingkan di dalam sel, air akan masuk ke dalam sel melalui osmosis. Sel tumbuhan akan mengalami <strong>turur</strong> atau tekanan turgor meningkat karena vakuola menyerap air dan selaput plasma ditekan ke dinding sel, memberikan dukungan struktural yang penting.</li><li><strong>Hasil:</strong> Sel tumbuhan biasanya tetap stabil dan kaku karena dinding sel yang memberikan dukungan struktural yang kuat. Dinding sel mencegah sel pecah meskipun ada tekanan tinggi.</li></ul><p><strong>2. Sel Hewan:</strong></p><ul><li><strong>Efek:</strong> Di lingkungan hipotonis, air akan masuk ke dalam sel hewan, tetapi sel hewan tidak memiliki dinding sel untuk memberikan dukungan struktural. Sel hewan dapat mengalami <strong>lisis</strong> (pecah) jika terlalu banyak air masuk, karena tekanan internal meningkat.</li><li><strong>Hasil:</strong> Sel hewan dapat pecah atau meledak jika masuknya air tidak dikendalikan.</li></ul><p>Konsentrasi Isotonis</p><p><strong>1. Sel Tumbuhan:</strong></p><ul><li><strong>Efek:</strong> Di lingkungan isotonis, di mana konsentrasi zat terlarut di luar sel sama dengan di dalam sel, tidak ada pergerakan air bersih secara signifikan ke dalam atau keluar dari sel. Tekanan turgor sel menurun karena sel tidak mendapatkan atau kehilangan air secara signifikan.</li><li><strong>Hasil:</strong> Sel tumbuhan mungkin mengalami penurunan tekanan turgor, tetapi tidak akan mengalami perubahan bentuk yang besar.</li></ul><p><strong>2. Sel Hewan:</strong></p><ul><li><strong>Efek:</strong> Di lingkungan isotonis, sel hewan berada dalam keseimbangan, dengan air yang masuk dan keluar dari sel dalam jumlah yang sama. Sel hewan tetap dalam kondisi stabil dan tidak mengalami perubahan bentuk.</li><li><strong>Hasil:</strong> Sel hewan berfungsi dengan baik tanpa risiko lisis atau kekurangan air.</li></ul><p>Konsentrasi Hipertonis</p><p><strong>1. Sel Tumbuhan:</strong></p><ul><li><strong>Efek:</strong> Di lingkungan hipertonis, di mana konsentrasi zat terlarut di luar sel lebih tinggi dibandingkan di dalam sel, air akan keluar dari sel melalui osmosis. Ini menyebabkan vakuola menyusut dan sel menjadi <strong>plasmolisis</strong>, di mana membran plasma terpisah dari dinding sel dan mengerut ke arah pusat sel.</li><li><strong>Hasil:</strong> Sel tumbuhan dapat mengalami plasmolisis dan kehilangan tekanan turgor, menyebabkan sel menjadi layu.</li></ul><p><strong>2. Sel Hewan:</strong></p><ul><li><strong>Efek:</strong> Di lingkungan hipertonis, air akan keluar dari sel hewan, menyebabkan sel mengalami <strong>krenasi</strong>, di mana sel menyusut dan mengerut karena kehilangan air.</li><li><strong>Hasil:</strong> Sel hewan menjadi lebih kecil dan lebih tertekan, yang dapat mengganggu fungsi sel jika kondisi berlanjut.</li></ul><p>Ringkasan</p><p><strong>Hipotonis:</strong></p><ul><li><strong>Tumbuhan:</strong> Sel mendapatkan tekanan turgor dan tetap stabil.</li><li><strong>Hewan:</strong> Sel bisa pecah akibat peningkatan tekanan internal.</li></ul><p><strong>Isotonis:</strong></p><ul><li><strong>Tumbuhan:</strong> Sel berada dalam keadaan stabil tanpa perubahan bentuk besar.</li><li><strong>Hewan:</strong> Sel tetap stabil dan berfungsi dengan baik.</li></ul><p><strong>Hipertonis:</strong></p><ul><li><strong>Tumbuhan:</strong> Sel mengalami plasmolisis dan kehilangan turgor.</li><li><strong>Hewan:</strong> Sel mengalami krenasi dan kehilangan bentuk.</li></ul>

Osmosis adalah proses difusi air melalui membran semipermeabel dari area dengan konsentrasi rendah zat terlarut ke area dengan konsentrasi tinggi zat terlarut. Proses ini terjadi pada semua jenis sel, baik hewan maupun tumbuhan. Perbedaan dalam efek osmosis pada konsentrasi hipotonis, isotonis, dan hipertonis bisa berbeda antara sel hewan dan sel tumbuhan, karena perbedaan dalam struktur dan fungsi sel.

Konsentrasi Hipotonis

1. Sel Tumbuhan:

  • Efek: Di lingkungan hipotonis, di mana konsentrasi zat terlarut di luar sel lebih rendah dibandingkan di dalam sel, air akan masuk ke dalam sel melalui osmosis. Sel tumbuhan akan mengalami turur atau tekanan turgor meningkat karena vakuola menyerap air dan selaput plasma ditekan ke dinding sel, memberikan dukungan struktural yang penting.
  • Hasil: Sel tumbuhan biasanya tetap stabil dan kaku karena dinding sel yang memberikan dukungan struktural yang kuat. Dinding sel mencegah sel pecah meskipun ada tekanan tinggi.

2. Sel Hewan:

  • Efek: Di lingkungan hipotonis, air akan masuk ke dalam sel hewan, tetapi sel hewan tidak memiliki dinding sel untuk memberikan dukungan struktural. Sel hewan dapat mengalami lisis (pecah) jika terlalu banyak air masuk, karena tekanan internal meningkat.
  • Hasil: Sel hewan dapat pecah atau meledak jika masuknya air tidak dikendalikan.

Konsentrasi Isotonis

1. Sel Tumbuhan:

  • Efek: Di lingkungan isotonis, di mana konsentrasi zat terlarut di luar sel sama dengan di dalam sel, tidak ada pergerakan air bersih secara signifikan ke dalam atau keluar dari sel. Tekanan turgor sel menurun karena sel tidak mendapatkan atau kehilangan air secara signifikan.
  • Hasil: Sel tumbuhan mungkin mengalami penurunan tekanan turgor, tetapi tidak akan mengalami perubahan bentuk yang besar.

2. Sel Hewan:

  • Efek: Di lingkungan isotonis, sel hewan berada dalam keseimbangan, dengan air yang masuk dan keluar dari sel dalam jumlah yang sama. Sel hewan tetap dalam kondisi stabil dan tidak mengalami perubahan bentuk.
  • Hasil: Sel hewan berfungsi dengan baik tanpa risiko lisis atau kekurangan air.

Konsentrasi Hipertonis

1. Sel Tumbuhan:

  • Efek: Di lingkungan hipertonis, di mana konsentrasi zat terlarut di luar sel lebih tinggi dibandingkan di dalam sel, air akan keluar dari sel melalui osmosis. Ini menyebabkan vakuola menyusut dan sel menjadi plasmolisis, di mana membran plasma terpisah dari dinding sel dan mengerut ke arah pusat sel.
  • Hasil: Sel tumbuhan dapat mengalami plasmolisis dan kehilangan tekanan turgor, menyebabkan sel menjadi layu.

2. Sel Hewan:

  • Efek: Di lingkungan hipertonis, air akan keluar dari sel hewan, menyebabkan sel mengalami krenasi, di mana sel menyusut dan mengerut karena kehilangan air.
  • Hasil: Sel hewan menjadi lebih kecil dan lebih tertekan, yang dapat mengganggu fungsi sel jika kondisi berlanjut.

Ringkasan

Hipotonis:

  • Tumbuhan: Sel mendapatkan tekanan turgor dan tetap stabil.
  • Hewan: Sel bisa pecah akibat peningkatan tekanan internal.

Isotonis:

  • Tumbuhan: Sel berada dalam keadaan stabil tanpa perubahan bentuk besar.
  • Hewan: Sel tetap stabil dan berfungsi dengan baik.

Hipertonis:

  • Tumbuhan: Sel mengalami plasmolisis dan kehilangan turgor.
  • Hewan: Sel mengalami krenasi dan kehilangan bentuk.

Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1. Apakah kalian tahu mengapa tumbuhan tidak selamanya mempunyai klorofil, mengapa? 2. Apa yang kamu ketahui tentang kloroplas, dan bagaimana dengan tumbuhan yang tidak mempunyai kloroplas?

7

5.0

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

3

5.0

Jawaban terverifikasi