Hilya H

28 Januari 2024 11:32

Iklan

Hilya H

28 Januari 2024 11:32

Pertanyaan

apa pengertian dari keanekaragaman hayati atau biodiversitas menurut undang-undang nomor 5 tahun 1994

apa pengertian dari keanekaragaman hayati atau biodiversitas menurut undang-undang nomor 5 tahun 1994

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

21

:

16

:

55

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Dela A

Community

28 Januari 2024 11:55

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang tepat untuk soal tersebut terdapat keanekaragaman hayati atau biodiversitas menurut undang-undang nomor 5 tahun 1994 <strong>merupakan keanekaragaman di antara makhluk hidup dari semua sumber termasuk diantaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik lain, serta kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dan ekosistem.</strong></p>

Jawaban yang tepat untuk soal tersebut terdapat keanekaragaman hayati atau biodiversitas menurut undang-undang nomor 5 tahun 1994 merupakan keanekaragaman di antara makhluk hidup dari semua sumber termasuk diantaranya daratan, lautan, dan ekosistem akuatik lain, serta kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dan ekosistem.


Iklan

Salsabila M

Community

27 April 2024 03:10

Jawaban terverifikasi

<p>Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1994 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (sekarang dikenal sebagai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2020 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya) mengatur tentang biodiversitas atau keanekaragaman hayati dalam Pasal 1 ayat (1), yang menyatakan:</p><p>"Biodiversitas adalah keberagaman hayati yang terdiri atas keanekaragaman jenis makhluk hidup, tingkat keragaman genetik, dan tingkat keragaman ekosistem."</p><p>Dengan demikian, menurut undang-undang tersebut, biodiversitas atau keanekaragaman hayati meliputi tiga aspek utama:</p><p><strong>Keanekaragaman Jenis (Species Diversity)</strong>: Merujuk pada jumlah dan variasi spesies yang ada dalam suatu wilayah atau ekosistem. Ini mencakup berbagai jenis organisme, mulai dari mikroorganisme, tumbuhan, hewan, hingga fungi dan alga.</p><p><strong>Tingkat Keragaman Genetik (Genetic Diversity)</strong>: Merujuk pada variasi genetik dalam populasi tertentu. Ini mencakup perbedaan dalam alel-alel dan urutan DNA antara individu-individu dalam suatu spesies.</p><p><strong>Tingkat Keragaman Ekosistem (Ecosystem Diversity)</strong>: Merujuk pada variasi ekosistem yang ada di suatu wilayah atau daerah. Ini mencakup perbedaan dalam struktur dan fungsi ekosistem, termasuk berbagai tipe habitat seperti hutan, padang rumput, sungai, dan lautan.</p><p><br>&nbsp;</p>

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1994 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (sekarang dikenal sebagai Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2020 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya) mengatur tentang biodiversitas atau keanekaragaman hayati dalam Pasal 1 ayat (1), yang menyatakan:

"Biodiversitas adalah keberagaman hayati yang terdiri atas keanekaragaman jenis makhluk hidup, tingkat keragaman genetik, dan tingkat keragaman ekosistem."

Dengan demikian, menurut undang-undang tersebut, biodiversitas atau keanekaragaman hayati meliputi tiga aspek utama:

Keanekaragaman Jenis (Species Diversity): Merujuk pada jumlah dan variasi spesies yang ada dalam suatu wilayah atau ekosistem. Ini mencakup berbagai jenis organisme, mulai dari mikroorganisme, tumbuhan, hewan, hingga fungi dan alga.

Tingkat Keragaman Genetik (Genetic Diversity): Merujuk pada variasi genetik dalam populasi tertentu. Ini mencakup perbedaan dalam alel-alel dan urutan DNA antara individu-individu dalam suatu spesies.

Tingkat Keragaman Ekosistem (Ecosystem Diversity): Merujuk pada variasi ekosistem yang ada di suatu wilayah atau daerah. Ini mencakup perbedaan dalam struktur dan fungsi ekosistem, termasuk berbagai tipe habitat seperti hutan, padang rumput, sungai, dan lautan.


 


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

ercis bulat warna kuning dominan disilangkan dengan ercis kisut warna hijau resesif menghasilkan keturunan pertama ercis bulat warna kuning. Jika F1 disilangkan sesamanya, maka banyak F2 yang berbiji bulat warna hijau adalah... A. 1 bagian B. 3 bagian C. 5 bagian D. 9 bagian

3

5.0

Jawaban terverifikasi

[1] Gaya hidup sedentari alias kurang gerak atau mager (malas gerak) adalah masalah yang sering dialami oleh penduduk perkotaan. [2] Bekerja di depan layar komputer sepanjang hari, kelamaan terjebak macet di jalan,atau hobi main gim tanpa diimbangi olahraga merupakan bentuk dari gaya hidup sedentari. [3] Jika Anda termasuk salah satu orang yang sering melakukan berbagai rutinitas tersebut, Anda harus waspada. [4] Pasalnya, gaya hidup sedentari sangat berbahaya karena membuat Anda berisiko terkena diabetes tipe 2. [5] Gaya hidup sedentari menyebabkan masyarakat, terutama penduduk kota, malas bergerak. [6] Coba ingat-ingat, dalam sehari ini, sudah berapa kali Anda dalam menggunakan aplikasi online untuk memenuhi kebutuh Anda? [7] Selain itu, tilik juga berapa banyak langkah yang sudah Anda dapatkan pada hari ini? [8] Seiring dengan pengembangan teknologi yang makin canggih, apa pun yang Anda butuhkan kini bisa langsung diantar ke ruangan kantor Anda atau depan rumah. [9] Selain hemat waktu, Anda pun jadi tak perlu mengeluarkan energi untuk mendapatkan apa yang Anda mau. [10] Namun, tahukah Anda bahwa segala kemudahan tersebut menyimpan bahaya bagi tubuh Anda? [11] Minimnya aktifitas fisik karena gaya hidup ini membuatmu berisiko lebih tinggi terkena berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes. [12] Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa gaya hidup ini juga termasuk 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia. [13] Selain itu, data terbaru dari Riskedas 2018 menguak bahwa DKI Jakarta merupakan provinsi dengan tingkat diabetes melitus tertinggi di Indonesia. [14] Ini menunjukkan bahwa gaya hidup mager amat erat kaitannya dengan tingkat diabetes di perkotaan. Bentuk bahasa yang sejenis dengan mager pada kalimat 1 adalah.... a. magang b. oncom c. rudal d. pugar

11

5.0

Jawaban terverifikasi