Syaza N

10 Maret 2026 01:52

Iklan

Syaza N

10 Maret 2026 01:52

Pertanyaan

apa macam macam majas dalam bahasa Indonesia

apa macam macam majas dalam bahasa Indonesia

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

18

:

58

:

16

Klaim

10

2


Iklan

Yusri H

10 Maret 2026 02:26

<h2>1. Perbandingan Majas</h2><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Majas ini digunakan untuk membandingkan satu hal dengan hal lainnya agar mendapatkan kesan tertentu.</p><p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Personifikasi:</strong> Memberikan sifat manusia pada benda mati.</p><p><i>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Contoh:</i> "Angin malam membisikkan rahasia di telingaku." &nbsp; &nbsp; &nbsp;</p><p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Metafora:</strong> Membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata penghubung (menggunakan kiasan).</p><p><i>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Contoh:</i> “Perpustakaan adalah gudang ilmu.”</p><p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Asosiasi (Simile):</strong> Membandingkan dua hal yang berbeda namun dianggap sama, biasanya menggunakan kata <i>seperti, bagai, bak</i> .</p><p><i>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Contoh:</i> "Wajahnya pucat bak mayat."</p><p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Hiperbola:</strong> Mengungkapkan sesuatu secara berlebihan hingga tidak masuk akal.</p><p><i>&nbsp; &nbsp; &nbsp;Contoh:</i> "Suaranya menggelegar membelah angkasa."</p><h2><br>2. Majas Sindiran</h2><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Digunakan untuk menyindir seseorang atau keadaan, mulai dari yang halus sampai yang kasar.</p><p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Ironi:</strong> Sindiran halus dengan menyatakan hal yang sebaliknya.</p><p><i>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Contoh:</i> "Rajin sekali kamu, jam 10 siang baru bangun tidur."</p><p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Sarkasme:</strong> Sindiran yang kasar dan langsung menyentuh perasaan.</p><p><i>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Contoh:</i> "Dasar otak udang, masalah ini saja tidak bisa."</p><p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Sinisme:</strong> Sindiran yang lebih kasar dari ironi, berupa cemoohan atas ide atau niat.</p><p><i>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Contoh:</i> "Untuk apa kau sekolah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya jadi penipu?"</p><h2><br>3. Majas Penegasan</h2><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Digunakan untuk memperkuat maksud atau memberikan penekanan pada suatu pernyataan.</p><p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Pleonasme :</strong> Menggunakan kata-kata yang maknanya sama sehingga terkesan tidak hemat, namun tujuannya menegaskan.</p><p><i>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Contoh:</i> "Dia naik <strong>ke atas</strong> untuk mengambil buku."</p><p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Pengulangan:</strong> Pengulangan kata, frase, atau klausa yang sama.</p><p><i>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Contoh:</i> Cinta itu sabar, cinta itu murah hati, cinta itu memaafkan.</p><p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Aliterasi:</strong> Pengulangan bunyi konsonan yang sama di awal kata.</p><p><i>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Contoh:</i> “ <strong>D</strong> ara <strong>d</strong> atang <strong>d</strong> ari <strong>d</strong> esa.”</p><h2>4. Majas Pertentangan</h2><p>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Digunakan untuk menggambarkan dua hal yang saling berlawanan atau kontras.</p><p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Antitesis: </strong>Menggunakan pasangan kata yang berlawanan makna.</p><p><i>Contoh:</i> “Tua muda, kaya miskin, semuanya punya hak yang sama.”</p><p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Paradoks:</strong> Pernyataan yang terlihat bertentangan dengan fakta, namun sebenarnya mengandung kebenaran.</p><p><i>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Contoh:</i> “Aku merasa sama di tengah keramaian kota ini.”</p><p><strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Litotes:</strong> Merendahkan diri padahal kenyataannya sebaliknya (kebalikan hiperbola).</p><p><i>&nbsp; &nbsp; &nbsp; Contoh:</i> "Mampirlah ke gubuk reotku ini" (padahal rumahnya mewah).<br>&nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br>Coba tanyakan sama gurumu, " Semasa kecil dimarahi ibu, sekolah di marahi guru, kerja di marahi atasan dan menikah di marahi istri" itu termasuk majas apa?</p>

1. Perbandingan Majas

      Majas ini digunakan untuk membandingkan satu hal dengan hal lainnya agar mendapatkan kesan tertentu.

      Personifikasi: Memberikan sifat manusia pada benda mati.

      Contoh: "Angin malam membisikkan rahasia di telingaku."      

      Metafora: Membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata penghubung (menggunakan kiasan).

      Contoh: “Perpustakaan adalah gudang ilmu.”

      Asosiasi (Simile): Membandingkan dua hal yang berbeda namun dianggap sama, biasanya menggunakan kata seperti, bagai, bak .

     Contoh: "Wajahnya pucat bak mayat."

     Hiperbola: Mengungkapkan sesuatu secara berlebihan hingga tidak masuk akal.

     Contoh: "Suaranya menggelegar membelah angkasa."


2. Majas Sindiran

      Digunakan untuk menyindir seseorang atau keadaan, mulai dari yang halus sampai yang kasar.

      Ironi: Sindiran halus dengan menyatakan hal yang sebaliknya.

      Contoh: "Rajin sekali kamu, jam 10 siang baru bangun tidur."

      Sarkasme: Sindiran yang kasar dan langsung menyentuh perasaan.

      Contoh: "Dasar otak udang, masalah ini saja tidak bisa."

      Sinisme: Sindiran yang lebih kasar dari ironi, berupa cemoohan atas ide atau niat.

      Contoh: "Untuk apa kau sekolah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya jadi penipu?"


3. Majas Penegasan

      Digunakan untuk memperkuat maksud atau memberikan penekanan pada suatu pernyataan.

      Pleonasme : Menggunakan kata-kata yang maknanya sama sehingga terkesan tidak hemat, namun tujuannya menegaskan.

      Contoh: "Dia naik ke atas untuk mengambil buku."

      Pengulangan: Pengulangan kata, frase, atau klausa yang sama.

      Contoh: Cinta itu sabar, cinta itu murah hati, cinta itu memaafkan.

      Aliterasi: Pengulangan bunyi konsonan yang sama di awal kata.

      Contoh:D ara d atang d ari d esa.”

4. Majas Pertentangan

      Digunakan untuk menggambarkan dua hal yang saling berlawanan atau kontras.

      Antitesis: Menggunakan pasangan kata yang berlawanan makna.

Contoh: “Tua muda, kaya miskin, semuanya punya hak yang sama.”

      Paradoks: Pernyataan yang terlihat bertentangan dengan fakta, namun sebenarnya mengandung kebenaran.

      Contoh: “Aku merasa sama di tengah keramaian kota ini.”

      Litotes: Merendahkan diri padahal kenyataannya sebaliknya (kebalikan hiperbola).

      Contoh: "Mampirlah ke gubuk reotku ini" (padahal rumahnya mewah).
      
Coba tanyakan sama gurumu, " Semasa kecil dimarahi ibu, sekolah di marahi guru, kerja di marahi atasan dan menikah di marahi istri" itu termasuk majas apa?


Iklan

Adhani A

10 Maret 2026 02:35

<p>majas perbandinga</p><p>1. majas metafora</p><p>2. majas personifikasi</p><p>3.majas asosiasi</p><p>4.majas hiperbola</p><p>5.majas alegori</p><p>Majas pertentangan&nbsp;</p><p>1.majas paradoks</p><p>2.majas antitensis</p><p>3.majas anakronis</p><p>Majas sindiran</p><p>1. Ironi</p><p>2.sarkasme</p>

majas perbandinga

1. majas metafora

2. majas personifikasi

3.majas asosiasi

4.majas hiperbola

5.majas alegori

Majas pertentangan 

1.majas paradoks

2.majas antitensis

3.majas anakronis

Majas sindiran

1. Ironi

2.sarkasme


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Bu Vina mengirimkan beras kepada pedagang dalam kemasan 25 kg dan 50 kg menggunakan truk. Banyak karung beras keseluruhan adalah 200 karung dengan total berat beras adalah 8 ton, 8. Berdasarkan teks tersebut, pilihlah semua jawaban yang benar. Jawaban benar lebih dari satu. Banyak karung beras kemasan 25 kg adalah 50 buah. Banyak karung beras kemasan 50 kg adalah 150 buah. Total berat beras dalam kemasan 25 kg adalah 2 ton. Perbandingan berat beras kemasan 25 kg dan 50 kg dalam truk adalah 1: 3. 9. Berdasarkan teks tersebut, jika biaya setiap beras karung kecil adalah Rp7.500 dan karung besar Rp14.000, berapakah biaya angkut semua beras yang harus dibayar oleh Bu Vina? A. Rp2.540.000 C. Rp2.312.000 B. Rp2.475.000 D. Rp2.280.000

28

4.5

Jawaban terverifikasi

26. Ciri" masyarakat lembaga abad 21 27. 3 pilar fondasi dalam berinteraksi dan dana digital 28. Kemampuan pengangkutan barang dagangan bisa menjadi optimal dan efisien, hal ini merupakan kemajuan teknologi dalam sistem perdagangan di bidang 29. Maksud kartu kredit 30. Manfaat penggunaan teknologi informasi di bidang perdagangan bagi masyarakat 31. Keuntungan menggunakan ATM dan kartu debit dalam pembayaran 32. Prinsip" sistem pembayaran yang di terapkan oleh bank indonesia dan mencegah terjadinya kegiatan praktek monopoli dalam industri sistem perdagangan 33. Tujuan dari lembaga OJK 34. Maksud cek bank 35. Kelebihan uang elektronik sebagai alat pembayaran 36. Penyebab dari rendahnya tingkat presentase penggunaan layanan keuangan di indonesia di bandingkan dengan negara lain di ASEAN 37. Maksud dengan flash livevitate dalam tingkatan kemampuan literasi keuangan 38. Cara meningkatkan akses keuangan digital di indonesia yang masih rendah 39. Maksud dengan while literate 40. Tujuan dari adanya literasi keuangan 41. Penyebab perubahan sosial yang terkait dengan fenomena globalisasi 42. Seringkali terdapat beberapa kesalahpahaman konsep mengenal modernisasi di masyarakat, salah satunya menganggap jika modern adalah dengan 43. contoh perilaku yg bisa kita lakukan dalam kesendirian untuk ikut menjaga tradisi di kearifan lokal Nusantara 44. perubahan sosial merupakan penekanan kondisi teknologi yang menyebabkan perubahan pada aspek tertentu dalam kehidupan sosial manusia, definisi trsbt merupakan pendapat dari siapa 45. perubahan sosial yang berpengaruh kecil terhadap kehidupan manusia 46. fungsi asli uang 47. pengertian lending dlm per bank - an 48. beberapa kegiatan yang dilakukan keuangan 49. sebutkan pengertian dari : 1. asuransi 2. lesing 3.inden 4. sewa 50. peran bank dlm menyalurkan kredit ke nasabah

18

5.0

Jawaban terverifikasi