Huda

05 Mei 2025 13:29

Iklan

Huda

05 Mei 2025 13:29

Pertanyaan

Apa arti/makna dari kata kata ini l.bagai air di daun talas. 2.ada gula ada semut. 3.berat sama di pikul. 4.ringan sama di jinjing. 5.air tenang menghanyutkan. Tolong di jawab dengan benar 😁 😁

Apa arti/makna dari kata kata ini

l.bagai air di daun talas.

2.ada gula ada semut.

3.berat sama di pikul.

4.ringan sama di jinjing.

5.air tenang menghanyutkan.

Tolong di jawab dengan benar 😁 😁 

 

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

00

:

02

:

23

Klaim

27

2


Iklan

06 Mei 2025 01:59

<h1>Yuk kita bahas ‼️&nbsp;</h1><p>Berikut arti/makna dari masing-masing peribahasa tersebut:</p><h2>1.Bagai air di daun talas</h2><p>Artinya: Orang yang tidak tetap pendiriannya, mudah berubah-ubah.</p><h2>2. Ada gula ada semut</h2><p>Artinya: Di mana ada kesenangan atau keuntungan, di situ pasti banyak orang berdatangan.</p><h2>3. Berat sama dipikul</h2><p>Artinya: <strong>Suka duka ditanggung bersama, </strong>saling membantu dalam kesulitan.</p><h2>4. Ringan sama dijinjing</h2><p>Artinya: Pekerjaan ringan dikerjakan bersama-sama, saling tolong-menolong dalam hal yang mudah.</p><h2>5. Air tenang menghanyutkan</h2><p>Artinya: Orang yang <strong>pendiam</strong> atau tampak tenang sering kali memiliki kemampuan atau kekuatan yang luar biasa. <strong>(*kayak ak*)</strong></p><p>Semoga bermanfaat dan maaf kalau salah πŸ™πŸ»&nbsp;</p><h2>β˜…By: <i>Rβˆ†Hβˆ†SIβˆ†</i>β˜…</h2><p>&nbsp;</p>

Yuk kita bahas ‼️ 

Berikut arti/makna dari masing-masing peribahasa tersebut:

1.Bagai air di daun talas

Artinya: Orang yang tidak tetap pendiriannya, mudah berubah-ubah.

2. Ada gula ada semut

Artinya: Di mana ada kesenangan atau keuntungan, di situ pasti banyak orang berdatangan.

3. Berat sama dipikul

Artinya: Suka duka ditanggung bersama, saling membantu dalam kesulitan.

4. Ringan sama dijinjing

Artinya: Pekerjaan ringan dikerjakan bersama-sama, saling tolong-menolong dalam hal yang mudah.

5. Air tenang menghanyutkan

Artinya: Orang yang pendiam atau tampak tenang sering kali memiliki kemampuan atau kekuatan yang luar biasa. (*kayak ak*)

Semoga bermanfaat dan maaf kalau salah πŸ™πŸ» 

β˜…By: Rβˆ†Hβˆ†SIβˆ†β˜…

 


Iklan

Kurniapatriazulfa K

06 Mei 2025 03:20

<p>semangatt&nbsp;</p>

semangatt 


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apa yang dimaksud "buah tangan"? Wakil presiden ketiga adalah.... Bagaimana caranya bernafas di bawah air? Tolong dijawabπŸ™

1

5.0

Jawaban terverifikasi

Sahabat yang Tergadai Rina dan Maya telah bersahabat sejak kecil. Mereka tinggal di kompleks perumahan yang sama, duduk di bangku sekolah yang sama, bahkan berbagi mimpi untuk bisa terus bersama hingga dewasa. Setiap sore, Rina selalu datang ke rumah Maya untuk bermain atau sekadar mengerjakan PR bersama. Rumah Maya terasa hangat dan nyaman, penuh dengan canda tawa dan rasa kekeluargaan. Maya adalah teman yang selalu mendukung Rina dalam segala hal, tak peduli apa yang terjadi. Namun, suatu hari segalanya berubah. Ayah Maya, yang sebelumnya memiliki usaha sukses, mengalami kebangkrutan. Usahanya gulung tikar setelah dihadapkan pada masalah keuangan yang tak terduga. Keluarga Maya terpaksa menjual rumah mereka dan pindah ke sebuah rumah kontrakan kecil di pinggiran kota. Maya tak lagi bisa mengenakan seragam baru yang biasa mereka beli bersama di awal tahun ajaran. Kini, pakaian Maya tampak kusam, dan sepatu yang dia kenakan mulai berlubang di ujungnya. Pada awalnya, Rina tetap berteman dengan Maya seperti biasa. Mereka masih bertemu di sekolah, dan Rina sesekali mengundang Maya ke rumahnya. Namun, Rina mulai mendengar bisik-bisik dari teman-teman lainnya. "Kenapa masih berteman dengan Maya? Keluarganya sudah jatuh miskin. Nanti kamu jadi terlihat seperti dia." Salah seorang teman di kelas berkata dengan nada mengejek. Bisikan-bisikan itu semakin keras, bahkan beberapa di antaranya terang-terangan menertawakan Maya di depan Rina. Rina merasa tersudut. Di satu sisi, dia merasa bersalah kepada Maya, sahabatnya sejak kecil, yang tidak pernah memintanya apa-apa kecuali persahabatan tulus. Namun di sisi lain, dia merasa takut dijauhi oleh teman-teman lain yang mulai memandang rendah Maya. Rina mulai menjaga jarak. Suatu sore, Maya mendatangi Rina. "Kenapa kamu menjauh? Aku merindukanmu, Rina," Maya bertanya dengan mata yang penuh harap, mencoba mencari jawaban atas perubahan sikap sahabatnya. Rina menghindari tatapan Maya, menunduk dan berpura-pura sibuk dengan bukunya. "Aku sibuk sekarang, banyak tugas. Maaf, Maya." Maya terdiam. Hatinya hancur. Dia tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia berharap itu tidak benar. Namun, kenyataannya terlalu menyakitkan untuk diabaikan. Sejak itu Maya tak pernah lagi mengajak Rina berbicara. Mereka masih bertemu di sekolah, tetapi Maya belajar untuk menahan diri dari rasa sakit ditinggalkan. Waktu berlalu, dan pertemanan mereka tergerus oleh jarak yang diciptakan Rina. Suatu hari, sekolah mengadakan reuni kecil bagi siswa-siswa angkatan mereka. Maya, yang sekarang telah menemukan jalan hidupnya sendiri, datang dengan percaya diri. Dia tak lagi terjebak dalam bayang-bayang masa lalu. Rina melihat Maya dari jauh, merasa tertampar oleh keberadaan sahabatnya yang dulu. Maya telah tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan sukses, meski tanpa dirinya. Rina mendekat dengan perasaan bersalah. "Maya... maafkan aku." Maya menatapnya, senyumnya tenang. "Rina, aku sudah memaafkanmu sejak lama. Aku hanya belajar bahwa tidak semua hal bisa kita pertahankan, bahkan persahabatan. Kadang, orang berubah, dan itu tidak apa-apa. Yang penting, kita tetap berdiri dan melanjutkan hidup." Rina menahan air matanya. Pada saat itu, dia menyadari bahwa dia telah kehilangan lebih dari sekadar seorang sahabat. Dia telah kehilangan kesempatan untuk setia pada seseorang yang benar-benar berarti dalam hidupnya. Tapi, waktu tak bisa diputar kembali. Rina hanya bisa menerima kenyataan bahwa persahabatan mereka telah tergadai oleh ketakutan dan gengsi. Maya pun berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Rina dalam kesunyian yang menyesakkan. Ubahlah cerpen tersebut menjadi sebuah adegan 1, adegan 2, adegan 3, dan adegan 4

10

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan