Analisis kebahasaan kata hubung (konjungsi) pada biografi B.J Habibie!
Bacharudin Jusuf Habibie atau lebih dikenal B.J Habibie merupakan tokoh terkenal di Indonesia maupun di dunia. B.J Habibie lahir pada tanggal 25 Juni 1936 tepatnya di Pare-Pare. Tokoh Indonesia yang satu ini pernah menjabat menjadi presiden Indonesia, Walaupun kepemimpinannya tidaklah lama, namun B.J Habibie sangat berpengaruh bagi Indonesia.
Istri dari B.J Habibie bernama Ainun Besari, Almarhumah dikenal sebagai mendampingi B.J Habibie dalam masa perjalanan hidupnya. B.J Habibie dikenal bukan seorang politikus yang andal. la juga bapak teknologinya Indonesia, dikarenakan kepintaran Habibie dalam urusan teknologi khususnya teknologi pesawat terbang.
Tidak tanggung tanggung, bahkan BJ Habibie pernah mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di Jerman. Pada saat di Jerman, banyak pihak yang merasa kagum dengan B.J Habibie dalam usaha pembuatan pesawat terbang. B.J Habibie mampu memberikan semangat pada kaum muda Indonesia, jika anak-anak Indonesia mampu bersaing dalam teknologi.
Halo, Cardio C. Terima kasih sudah bertanya di Ruangguru 😊
Kakak bantu jawab, ya.
Analisis kata hubung (konjungsi) pada biografi B.J Habibie adalah sebagai berikut.
1. Pada paragraf (1) terdapat konjungsi 'atau' dan 'walaupun'.
2. Paragraf (2) tidak terdapat konjungsi.
3. Paragraf (3) terdapat konjungsi 'bahkan' dan 'setelah itu', dan 'jika'.
Perhatikan penjelasan berikut, ya.
Teks biografi adalah suatu tulisan yang berisikan ulasan mengenai kehidupan seseorang atau cerita hidup seseorang selama ia masih hidup. Salah satu ciri kebahasaan teks biografi adalah menggunakan konjungsi.
Konjungsi atau kata hubung adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan unsur antarkata, antarkalimat, dan sebagainya.
Jenis-jenis konjungsi adalah:
1. Konjungsi intrakalimat merupakan kata yang menghubungkan antarklausa dalam satu kalimat,
Contohnya adalah:
- konjungsi yang bermakna penambahan, misalnya, 'dan'.
- konjungsi yang bermakna pilihan, misalnya, 'atau'.
- konjungsi yang bermakna bertentangan, misalnya, 'tetapi'.
- konjungsi yang bermakna sebab akibat, misalnya, 'karena', 'sehingga'.
- konjungsi yang bermakna kelanjutan, misalnya, 'lalu', 'kemudian'.
- konjungsi yang bermakna syarat, misalnya, 'apabila', 'asalkan', 'jika'.
- konjungsi yang bermakna perbandingan, misalnya 'sebagai', 'seperti', 'bagai'.
- konjungsi yang bermakna penegasan, seperti, bahkan, yaitu, umpama, apalagi, misalnya.
2. Konjungsi antarkalimat merupakan kata yang menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lain.
- konjungsi yang menyatakan pertentangan dalam gagasan, misalnya, "biarpun demikian', 'sekalipun begitu', 'walaupun demikian', 'meskipun begitu.'
- konjungsi yang menyatakan lanjutan dari peristiwa, misalnya, 'sesudah itu', 'setelah itu', 'selanjutnya'.
- konjungsi yang menyatakan kebalikan dari yang dinyatakan sebelumnya, misalnya, 'sebaliknya'.
- konjungsi yang menyatakan keadaan yang sebenarnya, misalnya, 'sesungguhnya', 'sebenarnya', 'bahwasannya'.
- konjungsi yang menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya, misalnya, 'malahan', 'bahkan'.
- konjungsi yang menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya, misalnya, 'namun', 'akan tetapi', 'selain itu'.
- konjungsi yang menyatakan konsekuensi, misalnya, 'dengan demikian'.
- konjungsi yang menyatakan akibat, misalnya, 'oleh karena itu', 'oleh sebab itu'.
- konjungsi yang menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya, misalnya, 'sebelum itu'.
- konjungsi pembenaran (konsesif), misalnya, meskipun, walaupun, biar, biarpun, sungguhpun, kendatipun, dan sekalipun.
Berdasarkan penjelasan di atas, analisis kata hubung (konjungsi) pada biografi B.J Habibie adalah sebagai berikut.
1. Pada paragraf (1) terdapat konjungsi 'atau' dan 'walaupun'
- Konjungsi 'atau' yang bermakna pilihan pada kutipan "Bacharudin Jusuf Habibie atau lebih dikenal B.J Habibie merupakan tokoh terkenal di Indonesia maupun di dunia.
- Konjungsi 'walaupun' yang bermakna pembenaran dalam kalimat "Walaupun kepemimpinannya tidaklah lama, namun B.J Habibie sangat berpengaruh bagi Indonesia."
2. Paragraf (2) tidak terdapat konjungsi.
3. Paragraf (3) terdapat konjungsi 'bahkan' dan 'setelah itu', dan 'jika'.
- Konjungsi 'bahkan' yang bermakna penegasan dalam kutipan "Tidak tanggung tanggung, bahkan BJ Habibie pernah mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).
- Konjungsi 'setelah itu' yang bermakna lanjutan peristiwa pada kutipan "Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya di Jerman."
- Konjungsi 'jika' bermakna syarat pada kutipan "B.J Habibie mampu memberikan semangat pada kaum muda Indonesia, jika anak-anak Indonesia mampu bersaing dalam teknologi."
Dengan demikian, analisis kata hubung (konjungsi) pada biografi B.J Habibie adalah sebagai berikut.
1. Pada paragraf (1) terdapat konjungsi 'atau' dan 'walaupun'.
2. Paragraf (2) tidak terdapat konjungsi.
3. Paragraf (3) terdapat konjungsi 'bahkan' dan 'setelah itu', dan 'jika'.
Semoga membantu 😊
· 4.5 (2)
Yuk, beri rating untuk berterima kasih pada penjawab soal!
Iklan
Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?
Tanya ke AiRIS
Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!