Arjuna A

13 September 2022 02:27

Iklan

Arjuna A

13 September 2022 02:27

Pertanyaan

Abdul Gani Asyik: Sang Pemerhati Bahasa Abdul Gani Asyik yang akrab dipanggil Asyik dilahirkan pada tanggal 12 Agustus 1936 di Teupin Punti, Lhokseukon, Aceh Utara, sekitar 320 km dari Banda Aceh. Orang tua Asyik bemama Tgk. M. Asyik dan Aminah. Sejak kecil, orang tua Asyik telah menanamkan pola hidup disiplin. Dengan latar belakang agama yang baik, Asyik tumbuh menjadi pemuda yang memiliki visi masa depan dan semangat untuk menjadi yang terbaik. Intelektulitas Asyik terlihat sejak ia mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) Arun dengan selalu meraih juara satu di kelas, bahkan hingga pada jenjang pendidikan selanjutnya. Sosok yang dikenal disiplin, ramah, dan rendah hati ini sudah mulai mengajar siswa SMP di Salamanga sejak tahun 1957. Sampai akhimya, Asyik mengabdikan ilmunya di Unsyiah, tempatnya menimba ilmu dulu. Selain di Unsyiah, Asyik juga menjadi pendidik di beberapa universitas di Banda Aceh, seperti di lAIN Ar-Raniry, STIE Lamlagang, Universitas Serambi Mekkah, dan Universitas Chik Pante Kulu. Sejak pensiun dari Unsyiah, Asyik lebih banyak mengabdikan dirinya di Universitas Serambi Mekkah Aceh. Namun, selama tahun 2007-2009, Asyik berhenti sementara dari Universitas Serambi Mekkah karena dipercaya untuk menjabat sebagai dewan pengawas BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilatasi) Aceh pascatsunami yang merengut ratusan ribu orang Aceh, termasuk dua anak kandungnya. Asyik berpesan kepada generasi muda, khususnya di Aceh, agar belajar yang rajin, hidup disiplin, dan selalu berkarya. Dalam hal kebahasaan, Asyik berpesan agar bahasa daerah dapat terus dipertahankan. Jika tidak, bahasabahasa daerah akan punah ditelan masa. Kekhawatiran Asyik saat itu dipicu adanya anggapan yang menyatakan bahwa berbicara menggunakan bahasa daerah dianggap kurang berprestise dan terlihat udik. Hal ini menyebabkan semakin sedikitnya orang yang berbicara bahasa daerah, khususnya di Aceh. Oleh karena itu, pada seminar bahasa dalam Pekan Kebudayaan Aceh ketiga tahun 1988 lalu, Asyik menganjurkan agar bahasa Aceh tetap dipakai dalam dunia pendidikan. Selain itu, bahasa Aceh juga disarankan agar dipakai di dunia kerja, serta mengadakan sur at kabar berbahasa Aceh yang terbit berkala. Sumber: badanbahasa.kemdikbud.go.id Berdasarkan teks biografi tersebut, jawablah soal-soal berikut. 1. Siapakah Abdul Gani Asyik itu?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

23

:

53

:

27

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

N. Novitasari

Mahasiswa/Alumni Universitas Pakuan

02 November 2022 03:10

Jawaban terverifikasi

<p>Abdul Gani Asyik adalah seorang pendidik dan dewan pengawas BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi) Aceh pascatsunami.</p><p>&nbsp;</p><p>Berikut penjelasannya.</p><p>&nbsp;</p><p>Biografi adalah teks yang menceritakan mengenai kisah kehidupan seorang tokoh yang ditulis oleh orang lain.</p><p>&nbsp;</p><p>Ciri-ciri&nbsp;teks&nbsp;biografi, yaitu:</p><p>1. Menceritakan kisah perjalanan hidup sesuai fakta pengalaman tokoh.</p><p>2. Ditulis dalam bentuk narasi.</p><p>3. Memiliki alur cerita.</p><p>4. Menceritakan peristiwa penting dari tokoh sehingga dapat dijadikan teladan bagi pembaca.</p><p>&nbsp;</p><p>Berdasarkan teks di atas, Abdul Gani Asyik adalah seorang pendidik dan dewan pengawas BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi) Aceh pascatsunami, seperti yang terdapat pada kutipan "Sejak pensiun dari Unsyiah, Asyik lebih banyak mengabdikan dirinya di Universitas Serambi Mekkah Aceh. Namun, selama tahun 2007-2009, Asyik berhenti sementara dari Universitas Serambi Mekkah karena dipercaya untuk menjabat sebagai dewan pengawas BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi) Aceh pascatsunami."</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, Abdul Gani Asyik adalah seorang pendidik dan dewan pengawas BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi) Aceh pascatsunami.</p>

Abdul Gani Asyik adalah seorang pendidik dan dewan pengawas BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi) Aceh pascatsunami.

 

Berikut penjelasannya.

 

Biografi adalah teks yang menceritakan mengenai kisah kehidupan seorang tokoh yang ditulis oleh orang lain.

 

Ciri-ciri teks biografi, yaitu:

1. Menceritakan kisah perjalanan hidup sesuai fakta pengalaman tokoh.

2. Ditulis dalam bentuk narasi.

3. Memiliki alur cerita.

4. Menceritakan peristiwa penting dari tokoh sehingga dapat dijadikan teladan bagi pembaca.

 

Berdasarkan teks di atas, Abdul Gani Asyik adalah seorang pendidik dan dewan pengawas BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi) Aceh pascatsunami, seperti yang terdapat pada kutipan "Sejak pensiun dari Unsyiah, Asyik lebih banyak mengabdikan dirinya di Universitas Serambi Mekkah Aceh. Namun, selama tahun 2007-2009, Asyik berhenti sementara dari Universitas Serambi Mekkah karena dipercaya untuk menjabat sebagai dewan pengawas BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi) Aceh pascatsunami."

 

Dengan demikian, Abdul Gani Asyik adalah seorang pendidik dan dewan pengawas BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi) Aceh pascatsunami.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

86

0.0

Jawaban terverifikasi