Nabilah A

09 Mei 2024 01:25

Iklan

Nabilah A

09 Mei 2024 01:25

Pertanyaan

5. Sebuah negara mengimplementasikan kebijakan fiskal dengan meningkatkan tarif pajak penghasilan individu dengan pendapatan tinggi hingga 40%. Bagaimana kebijakan tersebut dapat memengaruhi perilaku konsumsi dan investasi masyarakat?

5. Sebuah negara mengimplementasikan kebijakan fiskal dengan meningkatkan tarif pajak penghasilan individu dengan pendapatan tinggi hingga 40%. Bagaimana kebijakan tersebut dapat memengaruhi perilaku konsumsi dan investasi masyarakat?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

06

:

11

:

34

Klaim

3

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Dea K

Community

09 Mei 2024 11:43

Jawaban terverifikasi

<p>Kebijakan fiskal yang meningkatkan tarif pajak penghasilan individu dengan pendapatan tinggi hingga 40% dapat memiliki beberapa dampak pada perilaku konsumsi dan investasi masyarakat:</p><p>&nbsp;</p><h2><strong>Konsumsi</strong>:</h2><ul><li><strong>Pendapatan tersisa</strong>: Setelah membayar pajak yang lebih tinggi, individu dengan pendapatan tinggi mungkin memiliki pendapatan tersisa yang lebih rendah untuk dikonsumsi. Hal ini dapat mengurangi tingkat konsumsi mereka, terutama pada barang-barang mewah atau non-esensial.</li><li><strong>Penurunan daya beli</strong>: Jika individu kaya mengurangi pengeluaran konsumsi mereka, ini bisa berdampak pada bisnis yang menjual barang dan jasa mewah. Ini bisa mengarah pada penurunan pendapatan dan kinerja bisnis tersebut.</li></ul><p>&nbsp;</p><h2><strong>Investasi</strong>:</h2><ul><li><strong>Penurunan investasi pribadi</strong>: Individu dengan pendapatan tinggi mungkin juga mengurangi investasi mereka karena pendapatan yang tersedia untuk dikelola menjadi lebih sedikit setelah membayar pajak yang lebih tinggi.</li><li><strong>Dorongan untuk alternatif</strong>: Meningkatnya pajak penghasilan individu dengan pendapatan tinggi bisa mendorong mereka untuk mencari alternatif investasi yang lebih efisien secara pajak, seperti investasi dalam obligasi atau properti yang mungkin memiliki perlakuan pajak yang lebih menguntungkan.</li></ul><p><strong>Efek lebih luas</strong>:</p><ul><li><strong>Efek domino</strong>: Penurunan konsumsi dan investasi dari individu dengan pendapatan tinggi bisa memiliki efek domino pada ekonomi secara keseluruhan. Misalnya, penurunan permintaan barang dan jasa dapat mengurangi pendapatan perusahaan, yang kemudian dapat mempengaruhi upah karyawan dan investasi perusahaan.</li><li><strong>Reaksi kebijakan lain</strong>: Kebijakan ini juga dapat memicu reaksi dari pemerintah atau bank sentral lainnya. Misalnya, pemerintah dapat mengalihkan pendapatan tambahan dari pajak ke program pengeluaran yang dirancang untuk merangsang konsumsi atau investasi, atau bank sentral dapat menyesuaikan kebijakan moneter untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.</li></ul><p>&nbsp;</p><p>Secara keseluruhan, dampak dari kebijakan pajak ini pada perilaku konsumsi dan investasi akan tergantung pada sejumlah faktor, termasuk tingkat elastisitas pajak, struktur pasar, dan respons dari pemerintah dan bank sentral terhadap perubahan dalam kebijakan fiskal tersebut.</p>

Kebijakan fiskal yang meningkatkan tarif pajak penghasilan individu dengan pendapatan tinggi hingga 40% dapat memiliki beberapa dampak pada perilaku konsumsi dan investasi masyarakat:

 

Konsumsi:

  • Pendapatan tersisa: Setelah membayar pajak yang lebih tinggi, individu dengan pendapatan tinggi mungkin memiliki pendapatan tersisa yang lebih rendah untuk dikonsumsi. Hal ini dapat mengurangi tingkat konsumsi mereka, terutama pada barang-barang mewah atau non-esensial.
  • Penurunan daya beli: Jika individu kaya mengurangi pengeluaran konsumsi mereka, ini bisa berdampak pada bisnis yang menjual barang dan jasa mewah. Ini bisa mengarah pada penurunan pendapatan dan kinerja bisnis tersebut.

 

Investasi:

  • Penurunan investasi pribadi: Individu dengan pendapatan tinggi mungkin juga mengurangi investasi mereka karena pendapatan yang tersedia untuk dikelola menjadi lebih sedikit setelah membayar pajak yang lebih tinggi.
  • Dorongan untuk alternatif: Meningkatnya pajak penghasilan individu dengan pendapatan tinggi bisa mendorong mereka untuk mencari alternatif investasi yang lebih efisien secara pajak, seperti investasi dalam obligasi atau properti yang mungkin memiliki perlakuan pajak yang lebih menguntungkan.

Efek lebih luas:

  • Efek domino: Penurunan konsumsi dan investasi dari individu dengan pendapatan tinggi bisa memiliki efek domino pada ekonomi secara keseluruhan. Misalnya, penurunan permintaan barang dan jasa dapat mengurangi pendapatan perusahaan, yang kemudian dapat mempengaruhi upah karyawan dan investasi perusahaan.
  • Reaksi kebijakan lain: Kebijakan ini juga dapat memicu reaksi dari pemerintah atau bank sentral lainnya. Misalnya, pemerintah dapat mengalihkan pendapatan tambahan dari pajak ke program pengeluaran yang dirancang untuk merangsang konsumsi atau investasi, atau bank sentral dapat menyesuaikan kebijakan moneter untuk merangsang pertumbuhan ekonomi.

 

Secara keseluruhan, dampak dari kebijakan pajak ini pada perilaku konsumsi dan investasi akan tergantung pada sejumlah faktor, termasuk tingkat elastisitas pajak, struktur pasar, dan respons dari pemerintah dan bank sentral terhadap perubahan dalam kebijakan fiskal tersebut.


Iklan

Salsabila M

Community

10 Mei 2024 01:32

Jawaban terverifikasi

<p>Kebijakan fiskal yang meningkatkan tarif pajak penghasilan individu dengan pendapatan tinggi hingga 40% akan memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku konsumsi dan investasi masyarakat. Berikut adalah beberapa cara kebijakan tersebut dapat memengaruhi perilaku konsumsi dan investasi:</p><p><strong>Perilaku Konsumsi</strong>:</p><ul><li><strong>Penurunan Konsumsi</strong>: Individu dengan pendapatan tinggi cenderung memiliki tingkat konsumsi yang lebih tinggi. Dengan adanya peningkatan tarif pajak penghasilan, pendapatan yang tersedia untuk dikonsumsi akan berkurang, sehingga masyarakat dengan pendapatan tinggi mungkin akan mengurangi tingkat konsumsinya.</li><li><strong>Perubahan Pola Konsumsi</strong>: Individu mungkin akan mengubah pola konsumsinya untuk mengakomodasi penurunan pendapatan setelah pembayaran pajak yang lebih tinggi. Mereka mungkin lebih memilih untuk menabung atau mengalokasikan dana untuk investasi daripada menghabiskannya untuk konsumsi langsung.</li></ul><p><strong>Perilaku Investasi</strong>:</p><ul><li><strong>Penurunan Investasi</strong>: Peningkatan tarif pajak penghasilan dapat mengurangi pendapatan yang tersedia untuk diinvestasikan. Individu yang berencana untuk melakukan investasi mungkin akan mengurangi jumlah investasi mereka atau mencari alternatif investasi yang lebih efisien pajak.</li><li><strong>Pemindahan Investasi</strong>: Beberapa individu mungkin memilih untuk memindahkan investasi mereka ke instrumen keuangan yang lebih efisien pajak, seperti obligasi atau reksa dana, yang mungkin menawarkan potensi pengurangan pajak yang lebih besar daripada investasi langsung.</li></ul><p><strong>Efek Multiplier</strong>: Penurunan konsumsi dan investasi dari individu dengan pendapatan tinggi dapat memiliki efek multiplier negatif pada ekonomi secara keseluruhan. Kurangnya konsumsi dan investasi dapat mengurangi permintaan agregat dan pertumbuhan ekonomi.</p>

Kebijakan fiskal yang meningkatkan tarif pajak penghasilan individu dengan pendapatan tinggi hingga 40% akan memiliki dampak yang signifikan terhadap perilaku konsumsi dan investasi masyarakat. Berikut adalah beberapa cara kebijakan tersebut dapat memengaruhi perilaku konsumsi dan investasi:

Perilaku Konsumsi:

  • Penurunan Konsumsi: Individu dengan pendapatan tinggi cenderung memiliki tingkat konsumsi yang lebih tinggi. Dengan adanya peningkatan tarif pajak penghasilan, pendapatan yang tersedia untuk dikonsumsi akan berkurang, sehingga masyarakat dengan pendapatan tinggi mungkin akan mengurangi tingkat konsumsinya.
  • Perubahan Pola Konsumsi: Individu mungkin akan mengubah pola konsumsinya untuk mengakomodasi penurunan pendapatan setelah pembayaran pajak yang lebih tinggi. Mereka mungkin lebih memilih untuk menabung atau mengalokasikan dana untuk investasi daripada menghabiskannya untuk konsumsi langsung.

Perilaku Investasi:

  • Penurunan Investasi: Peningkatan tarif pajak penghasilan dapat mengurangi pendapatan yang tersedia untuk diinvestasikan. Individu yang berencana untuk melakukan investasi mungkin akan mengurangi jumlah investasi mereka atau mencari alternatif investasi yang lebih efisien pajak.
  • Pemindahan Investasi: Beberapa individu mungkin memilih untuk memindahkan investasi mereka ke instrumen keuangan yang lebih efisien pajak, seperti obligasi atau reksa dana, yang mungkin menawarkan potensi pengurangan pajak yang lebih besar daripada investasi langsung.

Efek Multiplier: Penurunan konsumsi dan investasi dari individu dengan pendapatan tinggi dapat memiliki efek multiplier negatif pada ekonomi secara keseluruhan. Kurangnya konsumsi dan investasi dapat mengurangi permintaan agregat dan pertumbuhan ekonomi.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Kondisi kehidupan bangsa Indonesia pada masa awal kemerdekaan belum stabil. Dibawah ini adalah penyabab ketidakstabilan kehidupan politik pada masa awal kemerdekaan, kecuali... A. Pertentangan antar partai B. Gangguan dari Belanda yang ingin berkuasa kembali C. Munculnya kesulitan ekonomi dan keuangan D. Terjadinya bentrokan antar etnis E. Munculnya gangguan keamanan dalam negeri 2. Pada tanggal 3 November 1945 diterbitkan maklumat pemerintah mengenai pendirian partai partai politik. Sebelum adanya maklumat pemerintah tanggal 3 November 1945, Indonesia merencanakan satu partai tunggal yaitu... A. Masyumi D. PNI B. PKI E. NU C. PSI 3. Terbentuknya Kabinet Sjahrir tanggal 14 November 1945 merupakan suatu bentuk penyelewengan pertama pemerintah RI terhadap UUD 1945. Sejak tanggal 14 November 1945 Indonesia menganut sistem pemerintahan... A. Presidensial B. Liberalisme C. Parlementer D. Terpimpin E. Aristokrasi 4. Berdirinya partai partai politik telah mendorong Sutan Sjahrir yang berasal dari partai Sosialis untuk menghidupkan bentuk pemerintahan dengan cabinet parlementer. Hal ini dilakukan dengan alasan... A. agar perjuangan bangsa Indonesia mendapat dukungan dari negara negara barat B. mengikuti arus perpolitikan Indonesia yang mulai berkembang C. sesuai dengan perkembangan ideology di Indonesia D. sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 E. permintaan dari Presiden Soekarno. 5. Pada masa awal kemerdekaan, system pemerintahan berubah dari presidensial menjadi parlementer. Salah satu alasan dan pertimbangan perubahan system pemerintahan dari presidensial ke parlementer pada awal kemerdekaan adalah... A. Demokrasi bisa segera ditegakkan secara benar B. Parlementer sangat cocok untuk bangsa Indonesia C. Presidensial tidak sesuai dengan Indonesia yang multi etnis. D. Presidensial terlalu sulit untuk diterapkan dalam pemerintahan E. Mempermudah perundingan dengan Belanda 6. Sampai dengan awal tahun 1946, keadaan ibu kota Jakarta semakin kacau. Pemerintah terus didesak dan diteror oleh pemerintah asing.Pada saat ibukota dipindahkan ke Yogyakarta, Perdana Menteri Sjahrir masih berkedudukan di Jakarta untuk... A. menghadapi terror Belanda B. menjalankan roda pemerintahan dari pusat C. menghimpun kekuatan menghadapi Belanda D. menciptakan pemerintahan tandingan E. mengadakan hubungan dengan luar negeri 7. Kondisi kehidupan ekonomi bangsa Indonesia pada awal kemerdekaan tidak stabil. Keadaan ekonomi pada awal kemerdekaan mengalami kekacauan, salah satu factor penyebab antara lain... A. Adanya Blokade ekonomi oleh Belanda B. Rakyat Indonesia hanya mengandalkan pendapatan dalam pertanian . C. Banyaknya investor asing yang mengintervensi perekonomian Indonesia D. Rendahnya sumber daya manusia Indonesia dalam perekonomian E. Sering terjadi konflik horizontal dalam negeri Indonesia 8. Kondisi kehidupan ekonomi pada masa awal kemerdekaan tidak stabil karena terjadi inflasi. Terjadinya inflasi pada masa awal kemerdekaan disebabkan oleh... A. Indonesia belum memiliki mata uang yang sah B. Tentara Jepang masih menguasai sebagian besar sector ekonomi C. Terjadinya pertempuran pertempuran diberbagai daerah. D. Peredaran mata uang Jepang yang belum terkendali E. Munculnya perusahaan perusahaan asing milik Belanda 9. Indonesia harus dapat mengatasi permasalahan ekonomi yang dihadapi pada masa awal kemerdekaan. Salah satu upaya bangsa Indonesia dalam melakukan perbaikan ekonomi pada awal kemerdekaan dilakukan dengan cara ... A. Menaikkan pajak dan bea Cukai B. Meningkatkan produksi pertanian dan perkebunan untuk diekspor C. Mengeluarkan mata uang sendiri (ORI) D. Mengisi kas pemerintah yang kosong E. Mengedarkan uang secara besar besaran. 10. Salah satu penyebab kacaunya kondisi perekonomian Indonesia pada masa awal kemerdekaan karena kas negara kosong. Upaya pemerintah Republik Indonesia mengisi kas negara yang kosong pada awal Kemerdekaan adalah ... A. Menasionalisasi De Javasche Bank B. Membuat kebijakan Gunting Syafruddin C. Mendevaluasi mata uang rupiah D. Sistim ekonomi Gerakan Benteng E. Menyelenggarakan pinjaman Nasional

32

0.0

Jawaban terverifikasi

Untuk mengendalikan inflasi, pemerintah dapat melakukan kebijakan moneter .... a. Ekspansif dengan menaikkan reserve requirement ratio b. Ekspansif dengan menurunkan reserve requirement ratio c. Kontraktif dengan menaikkan reserve requirement ratio d. Kontraktif dengan menurunkan reserve requirement ratio e. Ekspansif dengan menaikkan tingkat diskonto Bila Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter ekspansif, ceteris paribus maka .... a. Menimbulkan inflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas b. Menimbulkan deflasi di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas c. Tingkat bunga meningkat di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas d. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) naik dari kiri bawah ke kanan atas e. Tingkat bunga turun di mana bentuk kurva jumlah uang beredar (penawaran uang) vertikal Kebijakan fiskal kontraktif dilakukan dengan cara .... a. Menurunkan pengeluaran pemerintah (G), menambah pembayaran transfer (Tr) dan meningkatkan pemungutan pajak (Tx) b. Menurunkan G, mengurangi Tr, dan meningkatkan Tx c. Menurunkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx d. Meningkatkan G, mengurangi Tr, dan menurunkan Tx e. Meningkatkan G, menambah Tr, dan menurunkan Tx Cara yang dilakukan kebijakan tingkat diskonto oleh Bank Sentral dalam melakukan kebijakan moneter adalah .... a. Mengatur jumlah pemberian kredit b. Menetapkan harga surat-surat berharga di pasar uang c. Menetapkan giro wajib minimum (reserved requirement ratio) d. Mengatur tingkat bunga tabungan e. Mengatur tingkat bunga pinjaman bank sentral kepada bank umum Perhatikan beberapa pernyataan berikut. 1). Menaikkan tarif pajak. 2). Diversifikasi pajak. 3). Menaikkan suku bunga. 4). Politik pasar terbuka. 5). Mengadakan diskriminasi harga. Yang termasuk kebijakan fiskal adalah .... a. 1) dan 2) b. 2) dan 3) c. 3) dan 4) d. 3) dan 5) e. 4) dan 5) Investasi bank lesu, daya beli melemah akan berdampak kepada apresiasi rupiah terhadap mata uang asing memburuk. Kebijakan moneter yang paling tepat dilakukan pemerintah adalah .... a. Menaikkan suku bunga bank b. Membeli surat berharga c. Memberikan subsidi kepada masyarakat d. Membatasi pengeluaran negara e. Menaikkan pajak penghasilan Akibat yang ditimbulkan dari kebijakan fiskal ekspansif bila tidak diikuti dengan kebijakan moneter yang ekspansif adalah .... a. Output bertambah, suku bunga tetap b. Output bertambah, suku bunga turun c. Output bertambah, suku bunga naik d. Output turun, suku bunga naik e. Output turun, suku bunga turun Di bawah ini yang tidak termasuk jenis kebijakan moneter berhubungan dengan pengaturan jumlah uang yang beredar di masyarakat, adalah .... a. Kebijakan moneter ekspansif (Monetary Expansive Policy) b. Operasi pasar terbuka (Open Market Operation) c. Kebijakan moneter kontraktif (Monetary Contractive Policy)/ Tight Money Policy d. Fasilitas diskonto (Discount Rate) e. Meningkatkan jumlah barang di pasar output Pada saat nilai rupiah terhadap dolar mengalami pelemahan dari Rp10.500,00 menjadi Rp11.760,00 harga barang impor mengalami kenaikan. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah .... a. Memborong dolar Amerika di pasar uang untuk membayar utang b. Meningkatkan produksi barang dan jasa bagi masyarakat c. Membeli surat berharga jangka panjang di pasar modal d. Menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan e. Menurunkan suku bunga tabungan dan pinjaman Ketika kebutuhan kedelai meningkat dan petani gagal panen karena terserang hama maka pemerintah harus mengimpor kedelai dari luar negeri yang harganya lebih mahal. Kebijakan yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah .... a. Menentukan tarif pajak kedelai lebih rendah dari sebelumnya b. Menentukan standar harga kedelai dari yang rendah sampai mahal c. Memberikan subsidi kepada petani yang menghasilkan kedelai d. Meningkatkan produktivitas kedelai dengan mengganti tanaman padi e. Membatasi impor kedelai dan meningkatkan ekspor ke luar negeri Operasi pasar terbuka dalam pengendalian uang yang beredar dalam masyarakat dapat dilakukan dengan cara .... a. Membeli surat berharga pemerintah dan Menjual surat-surat berharga pemerintah b. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menjual surat-surat berharga pemerintah c. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah d. Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Membeli surat berharga pemerintah e. Menaikkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum dan Menurunkan tingkat bunga Bank Sentral pada bank umum Perhatikan pernyataan berikut. 1). Politik diskonto 2). Menaikkan pajak 3). Politik pasar terbuka 4). Menaikkan cash ratio 5). Meningkatkan impor 6). Meningkatkan pinjaman Dari cara yang diterapkan pemerintah tersebut, yang merupakan kebijakan moneter adalah .... a. 1), 2), dan 3) b. 1), 3), dan 4) c. 2), 4), dan 5) d. 3), 4), dan 5) e. 4), 5), dan 6) Kondisi saat pemerintah sebaiknya tidak memberlakukan kebijakan fiskal maupun kebijakan moneter adalah .... a. Ekonomi mengalami deflasi b. Perekonomian berada dibawah output potensialnya c. Tidak terjadi inflasi dan tingkat pengangguran berada dibawah target tingkat pengangguran d. Tingkat pengangguran berada diatas target tingkat pengangguran e. Ekonomi mengalami inflasi Bank sentral memasok dana ke dalam cadangan perbankan sebesar Rp10 triliun, pada saat yang sama bank sentral menetapkan rasio kebutuhan cadangan sebesar 2%. Dari proses penciptaan uang, jumlah uang yang beredar dapat bertambah sebesar .... a. Rp10,2 triliun b. Rp12 triliun c. Rp50 triliun d. Rp102 triliun e. Rp500 triliun Bank X menerima tambahan deposit Rp500 juta dan menyalurkannya sebagai kredit pada nasabah A setelah dikurangi cadangan wajib perbankan 10%. Bila A menyimpan pinjamannya pada Bank Y dan bank ini menyisihkan cadangan dengan rasio yang sama, dan menyalurkan sebagai kredit, begitu seterusnya. Jumlah uang yang beredar adalah .... a. 50 juta b. 500 juta c. 1.000 juta d. 5.000 juta e. 50.000 juta Apabila GWM atau reserve requirement bank-bank umum sebesar 5%, maka multiplier deposit adalah sebesar .... a. 5 b. 10 c. 15 d. 20 e. 25 Jika GWM dinaikkan dari 5% menjadi 10 %, maka .... a. Multiplier naik menjadi 10 kali b. Multiplier turun menjadi 10 kali c. Multiplier tetap d. Multiplier naik menjadi 50 kali e. Multiplier turun menjadi 5 kali Jika defisit riil senilai Rp100 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 7.5% dan defisit nominal senilai Rp400 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp1 Triliun b. Rp2 Triliun c. Rp3 Triliun d. Rp4 Triliun e. Rp5 Triliun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,- Untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, pemerintah dalam hal ini Bank Sentral dapat menggunakan berbagai macam kebijakan moneter. Ketika terjadi inflasi salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah menginstruksikan bank umum untuk menambah cadangan/persediaan kas (cash ratio policy). Dampak dari penerapan kebijakan tersebut adalah .... a. Jumlah uang yang beredar akan bertambah sehingga harga barang akan mengalami penurunan b. Harga barang akan mengalami penurunan sebagai akibat jumlah uang yang beredar berkurang c. Penambah cadangan pada bank umum menimbulkan jumlah uang semakin banyak beredar d. Jumlah barang akan semakin banyak beredar sebagai akibat dari kelangkaan jumlah uang e. Penambahan jumlah barang tidak dapat dihindari karena modal perusahaan semakin bertambah Apabila diketahui bahwa Indonesia mengalami defisit anggaran nominal (nominal deficit) sebesar Rp400 Triliun, defisit anggaran riil (real deficit) sebesar Rp360 Triliun, dan total utang Indonesia mencapai Rp2.000 Triliun, maka tingkat inflasi Indonesia mencapai .... a. 0,5% b. 1,0% c. 1,5% d. 2,0% e. 2,5% Jika defisit riil senilai Rp200 Miliar dengan tingkat inflasi sebesar 10% dan defisit nominal senilai Rp800 Miliar, maka total utang akan sebesar .... a. Rp3 Triliun b. Rp4 Triliun c. Rp5 Triliun d. Rp6 Triliun e. Rp8 Triliun Berikut ini adalah berbagai kebijakan yang dapat dilakukan oleh institusi Bank Indonesia sebagai bank sentral, kecuali .... a. Operasi pasar terbuka b. Menetapkan giro wajib minimum c. Menjual saham d. Kebijakan tingkat diskonto e. Pengawasan kredit secara selektif Apabila tingkat inflasi pada 2020 adalah 10 % dan kemudian pada 2021 menjadi 7 %, manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat? a. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga turun b. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga naik c. Tingkat inflasi turun dan tingkat harga tetap d. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga naik e. Tingkat inflasi meningkat dan tingkat harga turun Misalkan sistem perbankan memiliki Rp100.000.000,- dalam bentuk simpanan dan Rp35.000.000,- dalam bentuk cadangan, sedangkan giro wajib minimum (GWM) adalah 20% dan masyarakat diasumsikan tidak menyimpan uang dalam bentuk kas, nilai maksimum yang dapat ditambahkan oleh bank ke dalam penawaran uang adalah sebesar .... a. Rp15.000.000,- b. Rp75.000.000,- c. Rp175.000.000,- d. Rp500.000.000,- e. Rp675.000.000,-

15

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Soal Essay nomor 1-5! Hadiah : 5.000 poin 1) Apa perbedaan antara kejujuran dan kebohongan? Sebutkan dan jelaskan beberapa contoh! (Jika ada) 2) Apa perbedaan antara sisi terang💡dan sisi gelap? Sebutkan dan jelaskan beberapa contoh! (Jika ada) 3) Negara kita menempatkan peringkat kedua, sebagai negara paling tidak jujur dalam akademik di dunia. Selama ketidakjujuran masih ada, kita tidak dapat memberi harapan untuk bisa jadi negara maju di tahun 2035-2045 mendatang. Padahal kita mempunyai sebuah aplikasi Ruangguru untuk membantu belajar dari kelas 1 SD sampai kelas 12 SMA. Sayangnya jumlah unduhan siswa hanya sekitar 25 juta orang dari 278 juta orang di seluruh Indonesia. Alasan tidak semua orang download apk adalah sebagian besar orang sudah pada kerja, sebagian pada penganggur, dan sebagian kecil pelajar belum mencoba apk ini. Bahkan orang menengah kebawah tidak bisa main apk Ruangguru, kalau tidak punya HP. Akibatnya, negara bangsa kita jadi tercemar, gara-gara manusia tidak jujur dan lemah hukum dari pemerintah otonomi daerah. Berdasarkan keburukan diatas, mengapa apk ruangguru tidak seramai di FYP medosos dan apa saja pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari sisi gelap NKRI tersebut? Jelaskan harapan dan kesempatan! (Jika perlu) 4) Perhatikan Ilustrasi berikut! (berdasarkan nomor 2 atas) Sebagian orang yang melihat berita ini merasa, kalau negara kita sudah tidak ada harapan lagi untuk bisa memajukan negara. Karena negara kita semakin tertinggal dari negara lain. Tidak heran kalau suatu saat nanti ada negara menyerang NKRI, maka hancurlah semua harapan kehidupan dan mengambil ahli semua tanah kita dari negara asing. Akhirnya beberapa kelompok orang seluruh daerah menulis surat untuk mengakhiri hidupnya dengan cara b*n*h diri. Cara ini sebagai bentuk pasrah bagi sebagian rakyat negara, sampai dunia internasional jadi kaget. Berdasarkan ilustrasi tadi, mengapa rakyat begitu cemas sama situasi ketidakjujuran dan apa jadinya kalau 278 juta jiwa mengakhiri hidup barengan? Jelaskan dampaknya! 5) Setelah membaca nomor 3 dan 4, kita semakin paham betapa kejamnya manusia sebagai ketidakpedulian sesamanya. Walaupun begitu, bukan berarti kita langsung mengakhiri hidup. Perlu di ingat, bahwa tidak semua penduduk Indonesia antara penjabat atau rakyat itu jahat lho. Masih banyak orang yang peduli mengenai sosial postif dan kerjasama. Kalau sosial tidak ada, maka teknologi, makanan cepat saji, dan kendaraan gak bakalan ada sampai saat ini. Bandingkan sama negara lain, yang paling bahaya itu justru perang senjata yang bisa memakan banyak korban di timur tengah. Solusinya hanya satu, yaitu memperkuat hukum dalam UU tentang masalah kejujuran. Hukuman ini akan diberatkan, tergantung tingkat keparahan suatu negara. Berdasarkan diatas, bagaimana tanggapanmu?

8

5.0

Jawaban terverifikasi

Saya kira dewasa ini banyak berjumpa dengan yang disebut “Fundamentalisme agama”. Gerakan fundamentalisme agama ini merupakan ideologi yang berdasarkan nilai-nilai agama tertentu. Gerakan fundamentalisme yang berkembang ini memuculkan sifat fanatik dan eksklusif karena menganggap agama lain itu salah. Nilai toleransi pun menjadi hilang sehingga dapat menimbulkan tindak kekerasan antar pemeluk agama. Perilaku seperti ini jelas bertentangan dengan nilai Pancasila, karena nilai-nilai Pancasila telah mengakui berbagai agama dan toleransi sesuai agama dan keyakinan individu. Masalah agama adalah masalah individu yang tidak dapat dipaksakan oleh siapapun bahkan negara sekalipun. Dari wacana tersebut, manakah solusi yang manakah solusi yang bisa dilakukan dalam mengatasi masalah diatas? 1. Masyarakat cenderung pro aktif dalam hal pertahanan dan keamanan 2. Harus bisa mengikuti agama lain agar memahami semua aturan yang berlaku 3. Masyarakat dapat memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan dari masalah yang ada 4. Mengintesifkan pembelajaran Pancasila di sekolah dengan penekanan pada implementasi nilai-nilai Pancasila. 5. Menerapkan pembiasaan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila kepada peserta didik dengan membuat keyakinan kelas 6. Menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya toleransi dalam masyarakat majemuk melalui iklan layanan masyarakat 7. Mengintensifkan kinerja aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan represif kepada pihak-pihak yang disinyalir sebagai pelaku intoleransi A. 1, 2, 3 B. 2, 3, 4 C. 3, 4, 5 D. 4, 5, 6 E. 5, 6, 7

1

0.0

Jawaban terverifikasi