Anna T

12 Desember 2022 08:45

Iklan

Anna T

12 Desember 2022 08:45

Pertanyaan

3. Bacalah cuplikan hikayat berikut. Namun, perjalanan Cendera Kirana tanpa kepastian, tanpa tujuan yang direncanakan; menyongsong masa depan yang lepas tanpa pegangan. Sebaliknya, ia menyerahkan diri kepada kehendak Dewata yang mahamulia, menuruti gerak nurani hatinya. Kereta bergerak terus, melewati tapal batas Daha, masuk wilayah kerajaan Kuripan. Kereta berhenti di suatu tempat yang sama jauh letaknya antara Daha dan Kuripan. Galuh Cendera Kirana memeriksa keadaan di sekitar tempat itu, lalu timbul keinginannya untuk membuat pesanggrahan. Alat-alat segera dikeluarkan dan lekas pula masing-masing bekerja menurut kecakapan dan keahliannya. Semangat 'rame ing gawe, sepi ing pamrih'; semangat bekerja giat bergotong-royong tanpa mengharapkan upah jasa, melekaskan selesainya pekerjaan, memelihara semangat senang bekerja. Hikayat Panji Semirang a. Nilai apa yang menonjol pada cuplikan hikayat tersebut?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

11

:

16

:

56

Klaim

1

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

M. Ardiani

Mahasiswa/Alumni Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

06 Januari 2023 00:19

Jawaban terverifikasi

<p>Nilai yang menonjol dalam cuplikan hikayat tersebut adalah nilai moral.</p><p>&nbsp;</p><p>Simak penjelasan berikut.</p><p>&nbsp;</p><p>Menurut KBBI, hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Unsur yang terkandung dalam hikayat terdiri atas unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur pembangun dari dalam suatu karya sastra, meliputi tema, alur, latar, amanat, sudut pandang, tokoh, dan watak. Selain itu, terdapat unsur ekstrinsik yang merupakan unsur pembangun yang berasal di luar karya sastra, meliputi nilai sosial, nilai religi, nilai budaya, nilai estetika, dan nilai moral.</p><p>&nbsp;</p><p>Nilai yang menonjol dalam hikayat tersebut adalah nilai moral. Nilai moral yaitu nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita dan berkaitan dengan akhlak atau etika yang berlaku di dalam masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dengan kalimat "Semangat 'rame ing gawe, sepi ing pamrih'; semangat bekerja giat bergotong-royong tanpa mengharapkan upah jasa, melekaskan selesainya pekerjaan, memelihara semangat senang bekerja." Kalimat tersebut berisi nilai moral yang terjadi dalam masyarakat, yakni bekerja secara gotong royong.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, nilai yang menonjol dalam hikayat tersebut adalah nilai moral.&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>Semoga membantu, ya.</p>

Nilai yang menonjol dalam cuplikan hikayat tersebut adalah nilai moral.

 

Simak penjelasan berikut.

 

Menurut KBBI, hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta. 

 

Unsur yang terkandung dalam hikayat terdiri atas unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan unsur pembangun dari dalam suatu karya sastra, meliputi tema, alur, latar, amanat, sudut pandang, tokoh, dan watak. Selain itu, terdapat unsur ekstrinsik yang merupakan unsur pembangun yang berasal di luar karya sastra, meliputi nilai sosial, nilai religi, nilai budaya, nilai estetika, dan nilai moral.

 

Nilai yang menonjol dalam hikayat tersebut adalah nilai moral. Nilai moral yaitu nilai-nilai yang terkandung di dalam cerita dan berkaitan dengan akhlak atau etika yang berlaku di dalam masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dengan kalimat "Semangat 'rame ing gawe, sepi ing pamrih'; semangat bekerja giat bergotong-royong tanpa mengharapkan upah jasa, melekaskan selesainya pekerjaan, memelihara semangat senang bekerja." Kalimat tersebut berisi nilai moral yang terjadi dalam masyarakat, yakni bekerja secara gotong royong.

 

Dengan demikian, nilai yang menonjol dalam hikayat tersebut adalah nilai moral. 

 

Semoga membantu, ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

72

0.0

Jawaban terverifikasi