Nasywa N

09 Agustus 2021 07:45

Iklan

Nasywa N

09 Agustus 2021 07:45

Pertanyaan

2) "berkelahi itu tidak baik," kata sang kyai, "nanti, kalau kalian sudah besar, ingatlah baik-baik nasihatku ini. bahwa, berkelahi memang tidak baik. tapi, kalau tidak ada lagi rasa percaya pada nilai kata-kata sebagai kata, apa boleh buat berkelahi itu terpaksa dilakukan." majas yang terdapat pada bagana 2) adalah... a. simile b. alegori c. repetisi d. hiperbola e. personifikasi

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

03

:

11

:

00

Klaim

13

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

W. Wahyuni

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Makassar

09 Agustus 2021 18:59

Jawaban terverifikasi

Hai Nasywa. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Majas atau gaya bahasa adalah salah satu ciri kebahasaan pada sebuah karya sastra, seperti cerita pendek. Majas adalah bentuk gaya bahasa yang digunakan penulis untuk memberikan efek tertentu terhadap sesuatu yang disampaikan. Gaya bahasa yang paling umum terbagi atas empat jenis, yakni gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa pertentangan, gaya bahasa sindiran, dan gaya bahasa penegasan. 1. Gaya bahasa perbandingan adalah jenis majas yang digunakan untuk menyandingkan atau membandingkan suatu objek dengan objek lain melalui proses penyamaan, melebih-lebihkan, ataupun penggantian. Contoh majas perbandingan adalah majas personifikasi: Daun kelapa tersebut seakan melambai kepadaku. 2. Gaya bahasa pertentangan adalah majas yang menggunakan kata-kata kias bertentangan. Contoh gaya bahasa pertentangan, yakni majas litotes: Selamat datang ke gubuk kami. Kata gubuk yang digunakan bertentangan dengan maksud aslinya karena ada keinginan untuk menghasilkan efek merendah. 3. Gaya bahasa sindiran merupakan kata-kata kiasan yang tujuannya menyindir seseorang atau sesuatu yang berkaitan dengan perilaku dan kondisi. Contoh gaya bahasa sindiran adalah sinisme: Suaramu keras sekali sampai telingaku mau pecah. 4. Gaya bahasa penegasan adalah jenis majas yang bertujuan meningkatkan pengaruh kepada pembaca agar menyetujui pernyataan atau kejadian yang disampaikan. Contoh gaya bahasa penegasan adalah repetisi: Sudah kukatakan tidak ya tidak. Berdasarkan penjelasan tersebut, majas yang digunakan pada paragraf di atas adalah gaya bahasa penegasan, tepatnya majas repetisi. Berikut kalimat yang membuktikan adanya unsur pengulangan untuk menegaskan maksud. "Berkelahi itu tidak baik," kata Sang Kyai, "nanti, kalau kalian sudah besar, ingatlah baik-baik nasihatku ini bahwa, berkelahi memang tidak baik." Dengan demikian, jawaban yang benar adalah pilihan C.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

60

0.0

Jawaban terverifikasi