Zenilda A

09 Maret 2026 14:37

Iklan

Zenilda A

09 Maret 2026 14:37

Pertanyaan

1. Jelaskan tentang kitab Jakarta terkait hubungan India dan Nusantara. 2. Mencari kitab yang terkait dengan hubungan India dan Nusantara. 3. Menjelaskan salah satu teori masuknya agama Hindu Budha di Indonesia. 4. Menjelaskan salah satu teori masuknya agama Hindu Budha di Nusantara. 5. Kerajaan Sriwijaya yang terkait dengan pengaruh politik. 6. Kelebihan salah satu teori masuknya agama Hindu Budha di Nusantara. 7. Menjelaskan salah satu teori masuknya agama Hindu Budha di Indonesia. 8. Menjelaskan tentang taruna negara. 9. Menjelaskan tentang kerajaan Majapahit. 10. Peninggalan yang dihasilkan kerajaan Mataram kuno. Tolong bantu jawab kisi-kisi diatas secepatnya, kak. Terimakasih. 🙏🏻

1. Jelaskan tentang kitab Jakarta terkait hubungan India dan Nusantara.

2. Mencari kitab yang terkait dengan hubungan India dan Nusantara.

3. Menjelaskan salah satu teori masuknya agama Hindu Budha di Indonesia.

4. Menjelaskan salah satu teori masuknya agama Hindu Budha di Nusantara.

5. Kerajaan Sriwijaya yang terkait dengan pengaruh politik.

6. Kelebihan salah satu teori masuknya agama Hindu Budha di Nusantara.

7. Menjelaskan salah satu teori masuknya agama Hindu Budha di Indonesia.

8. Menjelaskan tentang taruna negara.

9. Menjelaskan tentang kerajaan Majapahit.

10. Peninggalan yang dihasilkan kerajaan Mataram kuno.

 

Tolong bantu jawab kisi-kisi diatas secepatnya, kak. Terimakasih. 🙏🏻

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

19

:

44

:

19

Klaim

2

2


Iklan

Yusri H

10 Maret 2026 03:51

<p>Untuk menjawab semua poin di atas secara mendalam dan ilmiah, kamu bisa membaca buku-buku berikut:</p><p><strong>"Sejarah Nasional Indonesia Jilid II"</strong> (Zaman Kuno) – Marwati Djoened Poesponegoro &amp; Nugroho Notosusanto. (Ini adalah "kitab suci" sejarah Indonesia).</p><p><strong>"Nusantara: Sejarah Indonesia"</strong> – Bernard HM Vlekke.</p><p><strong>"Kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaya"</strong> – Paul Michel Munoz. (Bagus untuk memahami Sriwijaya dan Majapahit).</p><p><strong>"Negara-negara Indian di Asia Tenggara"</strong> – George Coedes. (Penting untuk teori masuknya pengaruh India).</p>

Untuk menjawab semua poin di atas secara mendalam dan ilmiah, kamu bisa membaca buku-buku berikut:

"Sejarah Nasional Indonesia Jilid II" (Zaman Kuno) – Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto. (Ini adalah "kitab suci" sejarah Indonesia).

"Nusantara: Sejarah Indonesia" – Bernard HM Vlekke.

"Kerajaan Awal Kepulauan Indonesia dan Semenanjung Malaya" – Paul Michel Munoz. (Bagus untuk memahami Sriwijaya dan Majapahit).

"Negara-negara Indian di Asia Tenggara" – George Coedes. (Penting untuk teori masuknya pengaruh India).


Iklan

Nobila S

Dijawab 3 hari yang lalu

<h1>1. <strong>Isi dan Konteks:</strong> Kitab Jataka, bersama dengan Ramayana dan Mahaniddesa, merupakan sumber sejarah penting yang mengindikasikan bahwa masyarakat India telah mengenal Nusantara dalam perdagangan maritim.</h1><ul><li><strong>Bukti Tempat:</strong> Dalam karya-karya ini, ditemukan penyebutan lokasi geografis yang dirujuk ke wilayah Indonesia, seperti <i>Suvarnabhumi</i> (Tanah Emas/Sumatera), <i>Javadvipa</i> (Pulau Jawa), dan <i>Wangka</i> (Bangka).</li><li><strong>Dampak Hubungan:</strong> Hubungan ini memfasilitasi masuknya pengaruh budaya India (Hindu-Buddha), agama, serta sistem pemerintahan ke Nusantara.</li><li><strong>Waktu Interaksi:</strong> Interaksi intensif diyakini terjadi sejak abad ke-2 hingga ke-3 Masehi, yang kemudian menjadi dasar perkembangan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia &nbsp;</li><li>Point poin penting&nbsp;</li><li>Kitab Jataka dan sumber sastra India kuno lainnya memberikan dasar tertulis mengenai adanya jaringan maritim yang sudah terjalin antara India dan Nusantara jauh sebelum masa kerajaan Hindu-Buddha besar di Indonesia.</li><li>2menyebutkan wilayah Nusantara antara lain <strong>Ramayana</strong>, <strong>Mahabharata</strong>, <strong>Mahaniddesa</strong>, serta catatan perjalanan <i>Akhbar Alshin wa Alhind</i>.&nbsp;</li><li>&nbsp;<strong>Kitab Ramayana (Abad II M):</strong> Menyebutkan lokasi seperti <i>Javadvipa</i> (Pulau Jawa) dan <i>Suvarnadvipa</i> (Pulau Emas/Sumatera), yang mengindikasikan pengetahuan India tentang Nusantara.</li><li><strong>Kitab Mahaniddesa:</strong> Salah satu kitab kuno India yang memuat referensi tempat-tempat di Asia Tenggara, termasuk wilayah Nusantara.</li><li><strong>Epos Mahabharata:</strong> Menyebutkan beberapa wilayah di Nusantara, menegaskan hubungan diplomatik dan perdagangan.</li><li><strong>Geographike (Claudius Ptolemaeus):</strong> Meski bukan kitab India, karya ini (abad ke-2) mencatat hubungan dagang intensif antara India dan Indonesia.</li><li><strong>Akhbar Alshin wa Alhind (Sulaiman at Tajir):</strong> Catatan perjalanan yang menyebutkan kisah pelayaran dari India ke Nusantara.</li><li><strong>Kitab Kakawin Bharatayuddha:</strong> Sastra Jawa Kuno yang menunjukkan pengaruh budaya dan literatur India (Mahabharata) di Nusantara.&nbsp;</li><li>3.adalah poin-poin penting mengenai Teori Arus Balik:</li><li><strong>Peran Aktif Pribumi:</strong> Berbeda dengan teori lain yang menekankan peran orang India, teori ini menyebutkan bahwa orang Indonesia berinisiatif menuntut ilmu agama ke pusatnya di India.</li><li><strong>Peran Raja Sriwijaya:</strong> Raja Balaputradewa dari Sriwijaya menjalin hubungan dengan Nalanda (India) untuk mengirim utusan/pelajar belajar agama Buddha, yang kemudian menyebarkan ajaran tersebut kembali ke Nusantara.</li><li><strong>Kelebihan:</strong> Teori ini dianggap logis karena menjelaskan bagaimana ajaran Hindu-Buddha dapat diterima secara luas dan mendalam di Nusantara melalui perantara orang lokal yang terpelajar.</li><li><strong>Kelemahan:</strong> Pada awal masa Hindu-Buddha, disinyalir masyarakat Nusantara masih pasif, sehingga sulit dibayangkan mereka langsung proaktif pergi ke India untuk belajar.&nbsp;</li><li>Itu termasuk kedalam teori arus balik karena &nbsp; yang dikemukan oleh f.d.k bosch menyatakan bahwa penyebaran Hindu - Budha di indonesia didorong secara aktif oleh masyakarat &nbsp;pribumi .orang nusantara belajar ke india lalu kembali Menyebarkan ajaran tersebut bukti pendukung utama&nbsp;</li></ul><p>4.<strong>Teori Brahmana</strong></p><p>Teori ini dikemukakan oleh <strong>J.C. van Leur</strong>. Beliau berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana (golongan pendeta).</p><ul><li><strong>Inti Teori:</strong> Para penguasa lokal di Nusantara (kepala suku) tertarik dengan kebudayaan India dan mengundang kaum Brahmana untuk datang. Kaum Brahmana ini kemudian melakukan upacara khusus seperti <i>Vratyastoma</i> untuk menobatkan para penguasa menjadi pemeluk Hindu serta memimpin upacara keagamaan lainnya.</li><li><strong>Bukti Pendukung:</strong> Adanya prasasti-prasasti tertua di Indonesia (seperti Yupa di Kutai) yang menggunakan <strong>bahasa Sansekerta</strong> dan <strong>huruf Pallawa</strong>. Pada masa itu, hanya golongan Brahmana yang menguasai bahasa dan aksara tersebut.</li></ul><p><strong>Teori Lainnya (Sebagai Referensi)</strong></p><p>Selain teori Brahmana, terdapat beberapa teori utama lainnya:</p><ol><li><strong>Teori Waisya (N.J. Krom):</strong> Agama dibawa oleh para pedagang yang menetap dan menikah dengan penduduk lokal.</li><li><strong>Teori Ksatria (C.C. Berg):</strong> Dibawa oleh para prajurit atau bangsawan India yang melarikan diri karena kekacauan politik di India.</li></ol><p><strong>Teori Arus Balik (F.D.K. Bosch):</strong> Menekankan peran aktif orang Indonesia sendiri yang belajar agama ke India, lalu kembali untuk menyebarkannya.</p><p>5.<strong>Pengaruh Politik Kerajaan Sriwijaya</strong></p><p>Kerajaan Sriwijaya memiliki pengaruh politik yang sangat kuat di kawasan Asia Tenggara berkat statusnya sebagai kerajaan maritim. Berikut adalah beberapa poin utama terkait pengaruh politiknya:</p><ul><li><strong>Penguasaan Jalur Perdagangan Strategis:</strong> Sriwijaya berhasil mengontrol jalur perdagangan utama di <strong>Selat Malaka</strong> dan <strong>Selat Sunda</strong>. Dengan menguasai titik-titik krusial ini, mereka memiliki kekuatan politik untuk mengatur lalu lintas kapal dan memungut pajak dari para pedagang asing (Cina, India, dan Arab).</li><li><strong>Sistem Politik Mandala:</strong> Sriwijaya menggunakan konsep <strong>Mandala</strong>, di mana kerajaan pusat (Kadatuan) dikelilingi oleh wilayah-wilayah bawahan yang mengakui kekuasaan raja. Hubungan ini dijaga melalui diplomasi, upeti, dan kadang-kadang ekspansi militer untuk memastikan loyalitas wilayah sekitar.</li><li><strong>Diplomasi Internasional:</strong> Kerajaan ini menjalin hubungan politik dan diplomatik yang erat dengan dinasti-dinasti besar di <strong>Cina</strong> dan kerajaan di <strong>India</strong> (seperti Kerajaan Chola dan Nalanda). Hal ini dilakukan untuk mengamankan dukungan politik serta memperlancar kerjasama ekonomi.</li><li><strong>Pusat Agama dan Pendidikan:</strong> Pengaruh politiknya juga diperkuat melalui peran Sriwijaya sebagai pusat pembelajaran <strong>agama Buddha</strong>. Dengan menarik para biksu dan pelajar dari berbagai negara, Sriwijaya membangun citra sebagai pusat peradaban yang dihormati di mata internasional.</li><li><strong>Kekuatan Militer Laut:</strong> Untuk menjaga kedaulatan dan keamanan jalur laut dari perompak, Sriwijaya memiliki angkatan laut yang kuat. Kekuatan militer ini digunakan untuk menekan wilayah-wilayah yang mencoba memisahkan diri atau menantang otoritas kerajaan.</li><li>6 Kelebihan teori brahmana adalah :&nbsp;</li><li>1.sesuai bukti prasasti &nbsp;prasasti di indonesia pakai bahasa sanskerta&amp; dan huruf pllawa yg cuma dikusai brahmana .Rakyat biasa nggak bisa baca tulis huruf itu</li><li>2penjelasan ritual agama&nbsp;</li></ul><p>Oke, kita ambil *Teori Brahmana* aja ya, soalnya ini teori paling banyak didukung ahli 😊</p><p>Teori Brahmana bilang agama Hindu-Buddha dibawa oleh para Brahmana/pendeta dari India yang diundang penguasa lokal.</p><p>*6 Kelebihan Teori Brahmana*</p><p>1. *Sesuai bukti prasasti* &nbsp;<br>&nbsp; Prasasti di Indonesia pakai bahasa Sanskerta &amp; huruf Pallawa yang cuma dikuasai Brahmana. Rakyat biasa nggak bisa baca-tulis huruf itu.</p><p>2. *Penjelasan ritual keagamaan* &nbsp;<br>&nbsp; Upacara Hindu-Buddha di kerajaan kuno sangat rumit. Hanya Brahmana yang paham tata cara Weda dan kitab sucinya, jadi masuk akal kalau merekalah yang menyebarkan.</p><p>3. *Didukung ahli besar* &nbsp;<br>&nbsp; Dikemukakan oleh J.C. van Leur dan didukung F.D.K Bosch, dua sejarawan yang ahli sejarah Indonesia kuno. Jadi dasar ilmiahnya kuat.</p><p>4. *Sesuai konsep dewaraja* &nbsp;<br>&nbsp; Brahmana punya peran menobatkan raja jadi “titisan dewa”. Ini cocok sama munculnya konsep dewaraja di Kutai, Tarumanegara, Mataram Kuno.</p><p>5. *Menjelaskan sistem kasta* &nbsp;<br>&nbsp; Brahmana adalah kasta tertinggi yang bertugas mengurus agama. Jadi wajar kalau pengaruh Hindu pertama kali masuk lewat mereka, bukan kasta lain.</p><p>6. *Masuk secara damai* &nbsp;<br>&nbsp; Teori ini menjelaskan penyebaran lewat undangan raja untuk legitimasi kekuasaan, bukan lewat perang. Cocok sama minimnya bukti penaklukan India ke Nusantara. &nbsp;</p><p>*7. Salah satu teori masuknya agama Hindu-Buddha di Indonesia*</p><p>Aku ambil *Teori Arus Balik* yang dikemukakan F.D.K. Bosch:<br>- *Isi teori*: Orang Nusantara pergi ke India untuk belajar agama Hindu-Buddha, lalu pulang dan menyebarkan sendiri di Indonesia.&nbsp;<br>- *Bukti*: Bangunan candi di Indonesia punya gaya lokal, bukan jiplak India 100%. Contoh Borobudur &amp; Prambanan punya ciri khas Nusantara.<br>- *Alasan masuk akal*: Bangsa Indonesia sejak dulu pelaut ulung, jadi wajar kalau berlayar ke India buat belajar. Setelah paham, mereka jadi “misionaris” di daerahnya.<br>- *Kelebihannya*: Menjelaskan kenapa Hindu-Buddha di Indonesia beda dengan di India dan sudah beradaptasi dengan budaya lokal.</p><p>&nbsp;</p><p>8</p><p>&nbsp;*Lokasi &amp; masa*: Kerajaan Hindu tertua ke-2 di Jawa, berdiri abad ke-4 sampai ke-7 M di sekitar Bogor &amp; Bekasi sekarang.<br>- *Raja terkenal*: Raja Purnawarman, raja ke-3 yang paling besar jasanya.<br>- *Bukti sejarah*: Ada 7 prasasti peninggalannya, contoh Prasasti Ciaruteun dengan telapak kaki Purnawarman, Prasasti Tugu tentang penggalian Sungai Gomati &amp; Candrabaga.<br>- *Ciri khas*: Menganut Hindu aliran Wisnu, raja dianggap titisan Dewa Wisnu. Ekonomi dari pertanian &amp; perdagangan, karena dekat pantai utara Jawa.</p><p>*9. Menjelaskan tentang Kerajaan Majapahit*</p><p>- *Masa berdiri*: 1293–1500-an M, didirikan oleh Raden Wijaya setelah runtuhnya Singasari.<br>- *Masa kejayaan*: Di bawah Raja Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada. Ada Sumpah Amukti Palapa untuk menyatukan Nusantara.<br>- *Wilayah kekuasaan*: Hampir seluruh Nusantara sekarang, bahkan sampai ke Semenanjung Malaya, sesuai Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca.<br>- *Peninggalan*: Candi Tikus, Candi Brahu, Gapura Bajang Ratu di Trowulan Mojokerto. Sistem pemerintahan sudah maju, ada bagian urusan agama, pajak, kehakiman.<br>- *Penyebab runtuh*: Perang saudara Paregreg, masuknya Islam, dan serangan kerajaan Islam Demak.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p>

1. Isi dan Konteks: Kitab Jataka, bersama dengan Ramayana dan Mahaniddesa, merupakan sumber sejarah penting yang mengindikasikan bahwa masyarakat India telah mengenal Nusantara dalam perdagangan maritim.

  • Bukti Tempat: Dalam karya-karya ini, ditemukan penyebutan lokasi geografis yang dirujuk ke wilayah Indonesia, seperti Suvarnabhumi (Tanah Emas/Sumatera), Javadvipa (Pulau Jawa), dan Wangka (Bangka).
  • Dampak Hubungan: Hubungan ini memfasilitasi masuknya pengaruh budaya India (Hindu-Buddha), agama, serta sistem pemerintahan ke Nusantara.
  • Waktu Interaksi: Interaksi intensif diyakini terjadi sejak abad ke-2 hingga ke-3 Masehi, yang kemudian menjadi dasar perkembangan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia  
  • Point poin penting 
  • Kitab Jataka dan sumber sastra India kuno lainnya memberikan dasar tertulis mengenai adanya jaringan maritim yang sudah terjalin antara India dan Nusantara jauh sebelum masa kerajaan Hindu-Buddha besar di Indonesia.
  • 2menyebutkan wilayah Nusantara antara lain Ramayana, Mahabharata, Mahaniddesa, serta catatan perjalanan Akhbar Alshin wa Alhind
  •  Kitab Ramayana (Abad II M): Menyebutkan lokasi seperti Javadvipa (Pulau Jawa) dan Suvarnadvipa (Pulau Emas/Sumatera), yang mengindikasikan pengetahuan India tentang Nusantara.
  • Kitab Mahaniddesa: Salah satu kitab kuno India yang memuat referensi tempat-tempat di Asia Tenggara, termasuk wilayah Nusantara.
  • Epos Mahabharata: Menyebutkan beberapa wilayah di Nusantara, menegaskan hubungan diplomatik dan perdagangan.
  • Geographike (Claudius Ptolemaeus): Meski bukan kitab India, karya ini (abad ke-2) mencatat hubungan dagang intensif antara India dan Indonesia.
  • Akhbar Alshin wa Alhind (Sulaiman at Tajir): Catatan perjalanan yang menyebutkan kisah pelayaran dari India ke Nusantara.
  • Kitab Kakawin Bharatayuddha: Sastra Jawa Kuno yang menunjukkan pengaruh budaya dan literatur India (Mahabharata) di Nusantara. 
  • 3.adalah poin-poin penting mengenai Teori Arus Balik:
  • Peran Aktif Pribumi: Berbeda dengan teori lain yang menekankan peran orang India, teori ini menyebutkan bahwa orang Indonesia berinisiatif menuntut ilmu agama ke pusatnya di India.
  • Peran Raja Sriwijaya: Raja Balaputradewa dari Sriwijaya menjalin hubungan dengan Nalanda (India) untuk mengirim utusan/pelajar belajar agama Buddha, yang kemudian menyebarkan ajaran tersebut kembali ke Nusantara.
  • Kelebihan: Teori ini dianggap logis karena menjelaskan bagaimana ajaran Hindu-Buddha dapat diterima secara luas dan mendalam di Nusantara melalui perantara orang lokal yang terpelajar.
  • Kelemahan: Pada awal masa Hindu-Buddha, disinyalir masyarakat Nusantara masih pasif, sehingga sulit dibayangkan mereka langsung proaktif pergi ke India untuk belajar. 
  • Itu termasuk kedalam teori arus balik karena   yang dikemukan oleh f.d.k bosch menyatakan bahwa penyebaran Hindu - Budha di indonesia didorong secara aktif oleh masyakarat  pribumi .orang nusantara belajar ke india lalu kembali Menyebarkan ajaran tersebut bukti pendukung utama 

4.Teori Brahmana

Teori ini dikemukakan oleh J.C. van Leur. Beliau berpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana (golongan pendeta).

  • Inti Teori: Para penguasa lokal di Nusantara (kepala suku) tertarik dengan kebudayaan India dan mengundang kaum Brahmana untuk datang. Kaum Brahmana ini kemudian melakukan upacara khusus seperti Vratyastoma untuk menobatkan para penguasa menjadi pemeluk Hindu serta memimpin upacara keagamaan lainnya.
  • Bukti Pendukung: Adanya prasasti-prasasti tertua di Indonesia (seperti Yupa di Kutai) yang menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa. Pada masa itu, hanya golongan Brahmana yang menguasai bahasa dan aksara tersebut.

Teori Lainnya (Sebagai Referensi)

Selain teori Brahmana, terdapat beberapa teori utama lainnya:

  1. Teori Waisya (N.J. Krom): Agama dibawa oleh para pedagang yang menetap dan menikah dengan penduduk lokal.
  2. Teori Ksatria (C.C. Berg): Dibawa oleh para prajurit atau bangsawan India yang melarikan diri karena kekacauan politik di India.

Teori Arus Balik (F.D.K. Bosch): Menekankan peran aktif orang Indonesia sendiri yang belajar agama ke India, lalu kembali untuk menyebarkannya.

5.Pengaruh Politik Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan Sriwijaya memiliki pengaruh politik yang sangat kuat di kawasan Asia Tenggara berkat statusnya sebagai kerajaan maritim. Berikut adalah beberapa poin utama terkait pengaruh politiknya:

  • Penguasaan Jalur Perdagangan Strategis: Sriwijaya berhasil mengontrol jalur perdagangan utama di Selat Malaka dan Selat Sunda. Dengan menguasai titik-titik krusial ini, mereka memiliki kekuatan politik untuk mengatur lalu lintas kapal dan memungut pajak dari para pedagang asing (Cina, India, dan Arab).
  • Sistem Politik Mandala: Sriwijaya menggunakan konsep Mandala, di mana kerajaan pusat (Kadatuan) dikelilingi oleh wilayah-wilayah bawahan yang mengakui kekuasaan raja. Hubungan ini dijaga melalui diplomasi, upeti, dan kadang-kadang ekspansi militer untuk memastikan loyalitas wilayah sekitar.
  • Diplomasi Internasional: Kerajaan ini menjalin hubungan politik dan diplomatik yang erat dengan dinasti-dinasti besar di Cina dan kerajaan di India (seperti Kerajaan Chola dan Nalanda). Hal ini dilakukan untuk mengamankan dukungan politik serta memperlancar kerjasama ekonomi.
  • Pusat Agama dan Pendidikan: Pengaruh politiknya juga diperkuat melalui peran Sriwijaya sebagai pusat pembelajaran agama Buddha. Dengan menarik para biksu dan pelajar dari berbagai negara, Sriwijaya membangun citra sebagai pusat peradaban yang dihormati di mata internasional.
  • Kekuatan Militer Laut: Untuk menjaga kedaulatan dan keamanan jalur laut dari perompak, Sriwijaya memiliki angkatan laut yang kuat. Kekuatan militer ini digunakan untuk menekan wilayah-wilayah yang mencoba memisahkan diri atau menantang otoritas kerajaan.
  • 6 Kelebihan teori brahmana adalah : 
  • 1.sesuai bukti prasasti  prasasti di indonesia pakai bahasa sanskerta& dan huruf pllawa yg cuma dikusai brahmana .Rakyat biasa nggak bisa baca tulis huruf itu
  • 2penjelasan ritual agama 

Oke, kita ambil *Teori Brahmana* aja ya, soalnya ini teori paling banyak didukung ahli 😊

Teori Brahmana bilang agama Hindu-Buddha dibawa oleh para Brahmana/pendeta dari India yang diundang penguasa lokal.

*6 Kelebihan Teori Brahmana*

1. *Sesuai bukti prasasti*  
  Prasasti di Indonesia pakai bahasa Sanskerta & huruf Pallawa yang cuma dikuasai Brahmana. Rakyat biasa nggak bisa baca-tulis huruf itu.

2. *Penjelasan ritual keagamaan*  
  Upacara Hindu-Buddha di kerajaan kuno sangat rumit. Hanya Brahmana yang paham tata cara Weda dan kitab sucinya, jadi masuk akal kalau merekalah yang menyebarkan.

3. *Didukung ahli besar*  
  Dikemukakan oleh J.C. van Leur dan didukung F.D.K Bosch, dua sejarawan yang ahli sejarah Indonesia kuno. Jadi dasar ilmiahnya kuat.

4. *Sesuai konsep dewaraja*  
  Brahmana punya peran menobatkan raja jadi “titisan dewa”. Ini cocok sama munculnya konsep dewaraja di Kutai, Tarumanegara, Mataram Kuno.

5. *Menjelaskan sistem kasta*  
  Brahmana adalah kasta tertinggi yang bertugas mengurus agama. Jadi wajar kalau pengaruh Hindu pertama kali masuk lewat mereka, bukan kasta lain.

6. *Masuk secara damai*  
  Teori ini menjelaskan penyebaran lewat undangan raja untuk legitimasi kekuasaan, bukan lewat perang. Cocok sama minimnya bukti penaklukan India ke Nusantara.  

*7. Salah satu teori masuknya agama Hindu-Buddha di Indonesia*

Aku ambil *Teori Arus Balik* yang dikemukakan F.D.K. Bosch:
- *Isi teori*: Orang Nusantara pergi ke India untuk belajar agama Hindu-Buddha, lalu pulang dan menyebarkan sendiri di Indonesia. 
- *Bukti*: Bangunan candi di Indonesia punya gaya lokal, bukan jiplak India 100%. Contoh Borobudur & Prambanan punya ciri khas Nusantara.
- *Alasan masuk akal*: Bangsa Indonesia sejak dulu pelaut ulung, jadi wajar kalau berlayar ke India buat belajar. Setelah paham, mereka jadi “misionaris” di daerahnya.
- *Kelebihannya*: Menjelaskan kenapa Hindu-Buddha di Indonesia beda dengan di India dan sudah beradaptasi dengan budaya lokal.

 

8

 *Lokasi & masa*: Kerajaan Hindu tertua ke-2 di Jawa, berdiri abad ke-4 sampai ke-7 M di sekitar Bogor & Bekasi sekarang.
- *Raja terkenal*: Raja Purnawarman, raja ke-3 yang paling besar jasanya.
- *Bukti sejarah*: Ada 7 prasasti peninggalannya, contoh Prasasti Ciaruteun dengan telapak kaki Purnawarman, Prasasti Tugu tentang penggalian Sungai Gomati & Candrabaga.
- *Ciri khas*: Menganut Hindu aliran Wisnu, raja dianggap titisan Dewa Wisnu. Ekonomi dari pertanian & perdagangan, karena dekat pantai utara Jawa.

*9. Menjelaskan tentang Kerajaan Majapahit*

- *Masa berdiri*: 1293–1500-an M, didirikan oleh Raden Wijaya setelah runtuhnya Singasari.
- *Masa kejayaan*: Di bawah Raja Hayam Wuruk dengan Mahapatih Gajah Mada. Ada Sumpah Amukti Palapa untuk menyatukan Nusantara.
- *Wilayah kekuasaan*: Hampir seluruh Nusantara sekarang, bahkan sampai ke Semenanjung Malaya, sesuai Kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca.
- *Peninggalan*: Candi Tikus, Candi Brahu, Gapura Bajang Ratu di Trowulan Mojokerto. Sistem pemerintahan sudah maju, ada bagian urusan agama, pajak, kehakiman.
- *Penyebab runtuh*: Perang saudara Paregreg, masuknya Islam, dan serangan kerajaan Islam Demak.

 

 


Mau jawaban yang terverifikasi?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

A. BERILAH TANDA SILANG (X) PADA HURUF A, B, ATAU C PADA JAWABAN YANG BENAR! 1. Kerajaan Hindu tertua di Indonesia adalah kerajaan …. a. Sriwijaya b. Singasari c. Kutai d. Majapahit 2. Prasasti Batu Bertulis, Prasasti Tugu dan Prasasti Kebon Kopi adalah peninggalan kerajaan …. a. Majapahit b. Demak c. Tarumanegara d. Gowa-Tallo 3. Kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan …. a. Hayam Wuruk b. Sultan Agung c. Sultan Ageng Tirtayasa d. Sultan Hasanudin 4. Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah …. a. Aceh b. Demak c. Gowa-Tallo d. Samudra Pasai 5. Berikut adalah peninggalan kerajaan Islam, kecuali … a. Masjid Demak b. Menara Kudus c. Candi Borobudur d. Pondok Pesantren 6. Kerajaan Majapahit dikenal dengan kerajaan yang mempunyai …. a. Permaisuri yang cantik-cantik b. Angkatan darat yang banyak c. Raja-raja yang bijak d. Kekuatan maritim yang besar 7. Berikut ini yang bukan termasuk kenampakan alam adalah …. a. Sungai b. Pelabuhan c. Danau d. Gunung 8. Daratan yang menjorok ke laut dinamakan …. a. Lembah b. Teluk c. Selat d. Tanjung 9. Wilayah Indonesia dibagi menjadi …. waktu. a. 3 bagian b. 4 bagian c. 2 bagian d. 1 bagian 10. Dataran tinggi Dieng terdapat di Provinsi …. a. Jawa Tengah b. Jawa timur c. Jawa barat d. Banten 11. Kota Semarang, Palembang dan Padang termasuk wilayah Indonesia dengan pembagian waktu … a. WITA b. WIB c. WIT d. WIS 12. Keanekaragaman suku-suku bangsa Indonesia antara lain dipengaruhi oleh …. a. Perbedaan kondisi lingkungan yang ditempati b. Persamaan lingkungan pulau yang ditempati c. Banyaknya gunung berapi di Indonesia d. Perbedaan jenis iklim antar pulau di Indonesia 13. Suku Asmat, Bintuni dan Sentani berasal dari pulau …. a. Kalimantan b. Sumatra c. Papua d. Jawa 14. Upacara pembakaran jenazah di Bali dikenal dengan nama …. a. Wiwit b. Legong c. Ngaben d. Kecak 15. Berikut adalah suku-suku yang ada di pulau Jawa, kecuali …. a. Jawa b. Sunda c. Toraja d. Tengger 16. Alat musik berikut ini yang berasal dari daerah Nusa Tenggara adalah …. a. Bonang b. Sasando c. Popondi d. Rebab 17. Berikut ini adalah contoh pakaian adat yang benar sesuai daerah asalnya adalah …. a. Ulos dari Jawa Barat b. Baju Kurung dari Sumatra Barat c. Beskap dari Sumatra Utara d. Kebaya dari Kalimantan Selatan 18. Berikut yang tidak termasuk kebudayaan daerah Indonesia adalah …. a. Tarian daerah b. Lagu daerah c. Bahasa daerah d. Tanah daerah 19. Orang yang menggunakan jasa atau barang disebut …. a. produsen b. Distributor c. Konsumen d. Penyalur 20. Kegiatan ekonomi yang menghasilkan barang, yaitu …. a. Usaha angkutan b. Usaha tukang cukur c. Usaha pelayanan kesehatan d. Usaha membuat makanan

2

5.0

Jawaban terverifikasi

Sumber lisan merupakan keterangan langsung dari orang-orang yang mengalami p sejarah. Selain diperoleh dari orang-orang yang mengalami persitiwa secara la sumber lisan juga dapat diperoleh dari orang-orang yang mengetahui suatu peristiw secara rinci. Dengan kata lain sumber sejarah lisan dapat digunakan untuk sumba dan sekunder. Bagaimana cara mendapatkan sumber sejarah secara lisan denga tepat? Sumber sejarah merupakan segala sesuatu yang mengandung informasi tenta peristiwa sejarah. Informasi yang dijadikan sumber sejarah harus berasal dari aktivi pada masa lampau. Sumber sejarah berfungsi sebagai sarana penyampaian inform ristiwa sejarah di masa lampau. Bagaimana cara membuktikan keaslian suatu sumber sejarah? Sumber sejarah berdasarkan bentuknya dibagi menjadi tiga, yaitu sumber tertulis, sumber lisan, dan sumber benda. Sumber tertulis merupakan sumber sejarah yang memberikan informasi melalui tulisan. Sumber lisan merupakan sumber sejarah yang disampaikan secara lisan oleh orang yang menyaksikan, mendengar, atau mengalami langsung suatu peristiwa sejarah. Sumber benda merupakan sumber sejarah yang diperoleh dari benda-benda peninggalan sejarah. Mengapa sumber sejarah sangat penting dalam sejarah? Sumber sejarah lisan sangat bermanfaat agar sejarah dapat terus diingat oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas dari sebuah negara. Sumber sejarah lisan dapat berupa keterangan langsung dari pelaku, tradisi lisan yang berkembang di masyarakat, dan topomini. Mengapa sumber lisan memiliki keterbatasan dibandingkan sumber tertulis? Kritik sumber sering juga disebut proses verifikasi. Sering dilakukan peneliti untuk menguji keabsahan serta keaslian suatu dokumen atau sumber sejarah. Kritik sumber merupakan salah satu tahapan dalam penelitian sejarah. Apa yang dimaksud kritik sumber?

2

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan