Jongdi J

16 Juli 2022 10:07

Iklan

Jongdi J

16 Juli 2022 10:07

Pertanyaan

1. Jelaskan perbedaan antara kritik sastra dan esai!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

16

:

24

:

13

Klaim

2

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

C. Aurora

31 Agustus 2022 10:54

Jawaban terverifikasi

Perbedaan antara kritik sastra dan esai, yaitu penulisan kritik sastra bersifat objektif, sementara penulisan esai dipengaruhi oleh pandangan pribadi (subjektif) penulis esai; penilaian karya dalam sebuah kritik dilakukan dengan menggunakan kajian teori yang sudah mapan; penilaian kritik disajikan secara utuh dan menyeluruh, sementara esai hanya membahas hal-hal menarik dari objek menurut penulis esai. Berikut ini pembahasan untuk menjawab soal tersebut. Kritik sastra adalah analisis terhadap suatu karya sastra untuk mengamati atau menilai baik dan buruknya suatu karya secara objektif. Sementara itu, esai adalah karangan singkat yang membahas suatu masalah dari sudut pandang pribadi penulisnya. Ciri-ciri kritik sastra, yaitu: 1. Memberikan tanggapan terhadap hasil karya. 2. Memberikan pertimbangan baik dan buruk (kelebihan dan kekurangan) sebuah karya sastra secara objektif. 3. Memaparkan kesan pribadi kritikus terhadap sebuah karya sastra. 4. Memberikan alternatif perbaikan atau penyempurnaan. 5. Tidak berprasangka. 6. Tidak terpengaruh siapa penulisnya. Sementara itu, ciri-ciri esai, yaitu: 1. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan ungkapan figur. 2. Singkat, dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam. 3. Memiliki gaya pembeda, artinya penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain. 4. Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis. 5. Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, penulisan esai harus memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan sampai ke pengakhiran. 6. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal. Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan kepada pembaca. Berdasarkan penjelasan tersebut, berikut ini beberapa perbedaan antara kritik sastra dan esai. 1. Penulisan kritik sastra bersifat objektif, sementara penulisan esai dipengaruhi oleh pandangan pribadi (subjektif) penulis esai. 2. Penilaian karya dalam sebuah kritik dilakukan dengan menggunakan kajian teori yang sudah mapan, misalnya berdasarkan teori postmodernisme atau teori feminisme. Sementara pada esai, penilaiannya jarang mencantumkan kajian teori. 3. Penilaian kritik disajikan secara utuh dan menyeluruh, sementara esai hanya membahas hal-hal menarik dari objek menurut penulis esai. Walaupun tidak membahas sebuah objek atau fenomena secara menyeluruh, hal-hal yang menarik pengamatan atau pandangan penulis esai tetap dilakukan secara utuh. Dengan demikian, perbedaan antara kritik sastra dan esai, yaitu penulisan kritik sastra bersifat objektif, sementara penulisan esai dipengaruhi oleh pandangan pribadi (subjektif) penulis esai; penilaian karya dalam sebuah kritik dilakukan dengan menggunakan kajian teori yang sudah mapan; penilaian kritik disajikan secara utuh dan menyeluruh, sementara esai hanya membahas hal-hal menarik dari objek menurut penulis esai. Semoga dapat membantu, ya.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

58

0.0

Jawaban terverifikasi