Nabila F

01 Agustus 2024 02:31

Iklan

Nabila F

01 Agustus 2024 02:31

Pertanyaan

1. JELASKAN MENGENAI FAKTOR YG MEMBENTUK KELOMPOK SOSIAL. 2. JELASKAN MENGENAI FAKTOR YG MENDORONG KELOMPOK SOSIAL


1. JELASKAN MENGENAI FAKTOR YG MEMBENTUK KELOMPOK SOSIAL. 
2. JELASKAN MENGENAI FAKTOR YG MENDORONG KELOMPOK SOSIAL

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

10

:

43

:

16

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Azqya S

Community

01 Agustus 2024 05:09

Jawaban terverifikasi

<p>Faktor yang Membentuk Kelompok Sosial:</p><p>Kelompok sosial terbentuk oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan, seperti kepentingan bersama, tujuan kolektif, dan interaksi sosial.</p><p>&nbsp;Kepentingan bersama mencakup kebutuhan atau minat yang sama, seperti pekerjaan, hobi, atau tujuan hidup, yang menyatukan individu untuk berkolaborasi.</p><p>Tjuan kolektif yang ingin dicapai bersama memperkuat ikatan antaranggota, menciptakan solidaritas dan identitas kelompok.&nbsp;</p><p>Interaksi sosial yang terjadi secara rutin juga memainkan peran penting dalam membangun hubungan interpersonal, memperkuat kepercayaan, dan mengembangkan norma serta nilai yang dianut bersama oleh anggota kelompok.</p><p>Faktor Pendorong Kelompok Sosial:</p><p>Faktor pendorong terbentuknya kelompok sosial antara lain adalah kebutuhan akan rasa aman dan dukungan, keinginan untuk berafiliasi, dan pengaruh sosial.&nbsp;</p><p>Kebutuhan akan rasa aman dan dukungan memotivasi individu untuk mencari komunitas yang dapat memberikan perlindungan dan bantuan dalam menghadapi tantangan hidup.</p><p>&nbsp;Keinginan untuk berafiliasi dengan individu lain yang memiliki minat atau tujuan yang sama juga mendorong terbentuknya kelompok sosial, karena manusia secara alami mencari hubungan yang memperkaya kehidupan mereka.&nbsp;</p><p>Selain itu, pengaruh sosial dari lingkungan sekitar, seperti keluarga, teman, dan masyarakat, juga memainkan peran signifikan dalam mendorong individu untuk bergabung dengan kelompok sosial, mengikuti norma dan nilai yang berlaku.</p>

Faktor yang Membentuk Kelompok Sosial:

Kelompok sosial terbentuk oleh sejumlah faktor yang saling berkaitan, seperti kepentingan bersama, tujuan kolektif, dan interaksi sosial.

 Kepentingan bersama mencakup kebutuhan atau minat yang sama, seperti pekerjaan, hobi, atau tujuan hidup, yang menyatukan individu untuk berkolaborasi.

Tjuan kolektif yang ingin dicapai bersama memperkuat ikatan antaranggota, menciptakan solidaritas dan identitas kelompok. 

Interaksi sosial yang terjadi secara rutin juga memainkan peran penting dalam membangun hubungan interpersonal, memperkuat kepercayaan, dan mengembangkan norma serta nilai yang dianut bersama oleh anggota kelompok.

Faktor Pendorong Kelompok Sosial:

Faktor pendorong terbentuknya kelompok sosial antara lain adalah kebutuhan akan rasa aman dan dukungan, keinginan untuk berafiliasi, dan pengaruh sosial. 

Kebutuhan akan rasa aman dan dukungan memotivasi individu untuk mencari komunitas yang dapat memberikan perlindungan dan bantuan dalam menghadapi tantangan hidup.

 Keinginan untuk berafiliasi dengan individu lain yang memiliki minat atau tujuan yang sama juga mendorong terbentuknya kelompok sosial, karena manusia secara alami mencari hubungan yang memperkaya kehidupan mereka. 

Selain itu, pengaruh sosial dari lingkungan sekitar, seperti keluarga, teman, dan masyarakat, juga memainkan peran signifikan dalam mendorong individu untuk bergabung dengan kelompok sosial, mengikuti norma dan nilai yang berlaku.


Iklan

Rendi R

Community

25 Oktober 2024 00:07

Jawaban terverifikasi

<p>&nbsp;</p><p><strong>1. Faktor yang Membentuk Kelompok Sosial</strong></p><p>Kelompok sosial adalah sekumpulan individu yang saling berinteraksi dan memiliki kesamaan tujuan, minat, atau nilai-nilai tertentu. Pembentukan kelompok sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:</p><p><strong>Kesamaan Kepentingan atau Tujuan</strong>: Orang-orang dengan kepentingan atau tujuan yang sama cenderung membentuk kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya, kelompok hobi, organisasi pekerja, atau komunitas lingkungan.</p><p><strong>Kesamaan Nilai dan Norma</strong>: Orang yang memiliki pandangan hidup, nilai-nilai, atau norma yang serupa akan lebih mudah membentuk kelompok sosial. Kesamaan ini menciptakan ikatan sosial yang kuat. Contohnya, kelompok agama atau kelompok budaya yang memiliki keyakinan atau tradisi yang sama.</p><p><strong>Kesamaan Latar Belakang Sosial</strong>: Individu dengan latar belakang sosial yang sama, seperti suku, etnis, atau asal geografis, cenderung membentuk kelompok. Ini memberikan rasa identitas dan kebersamaan di antara para anggotanya.</p><p><strong>Interaksi Sosial</strong>: Kelompok sosial terbentuk melalui interaksi antara individu. Semakin sering interaksi terjadi, semakin besar kemungkinan terbentuknya kelompok sosial. Interaksi ini dapat berupa komunikasi, kerja sama, atau aktivitas bersama lainnya.</p><p><strong>Kedekatan Geografis (Proximity)</strong>: Orang yang tinggal berdekatan, seperti di lingkungan atau wilayah yang sama, lebih cenderung membentuk kelompok karena mereka lebih sering berinteraksi. Misalnya, warga desa atau komunitas di suatu perumahan.</p><p><strong>Kesamaan Pekerjaan atau Aktivitas</strong>: Orang-orang yang memiliki pekerjaan atau aktivitas yang sama sering membentuk kelompok untuk saling berbagi informasi, pengalaman, atau dukungan. Contohnya, asosiasi profesi atau serikat pekerja.</p><p><strong>Kebutuhan Psikologis atau Emosional</strong>: Individu sering membentuk kelompok karena kebutuhan untuk mendapatkan dukungan emosional, rasa aman, atau rasa memiliki. Misalnya, kelompok pendukung bagi orang yang mengalami masalah tertentu seperti kelompok dukungan bagi pecandu atau korban bencana.</p><p><strong>Pengaruh Sosial</strong>: Kadang-kadang kelompok sosial terbentuk karena pengaruh dari tokoh atau pemimpin masyarakat. Tokoh ini mampu memobilisasi orang-orang untuk berkumpul dan bekerja sama dalam suatu kelompok, seperti pemimpin agama, politik, atau sosial.</p><p><strong>2. Faktor yang Mendorong Terbentuknya Kelompok Sosial</strong></p><p>Selain faktor yang membentuk, ada pula beberapa faktor yang mendorong terbentuknya kelompok sosial. Faktor ini lebih terkait dengan dorongan atau motivasi individu untuk bergabung atau menciptakan kelompok, antara lain:</p><p><strong>Kebutuhan untuk Bersosialisasi</strong>: Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebutuhan untuk berbagi pengalaman, informasi, atau sekadar merasa diterima dalam komunitas mendorong individu untuk bergabung atau membentuk kelompok.</p><p><strong>Kebutuhan untuk Berkolaborasi atau Bekerja Sama</strong>: Banyak tujuan individu atau kelompok hanya bisa dicapai melalui kerja sama. Hal ini mendorong individu untuk membentuk kelompok guna mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai secara individu, misalnya dalam proyek kerja, komunitas lingkungan, atau organisasi masyarakat.</p><p><strong>Kebutuhan untuk Melindungi Diri</strong>: Kelompok sosial juga terbentuk untuk memberikan rasa aman dan perlindungan, baik secara fisik maupun emosional. Misalnya, kelompok-kelompok kecil di komunitas yang terbentuk untuk menghadapi ancaman eksternal atau kelompok dukungan untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan psikologis.</p><p><strong>Rasa Memiliki dan Identitas</strong>: Dorongan untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar juga menjadi motivasi kuat bagi individu untuk membentuk atau bergabung dalam kelompok. Dalam kelompok, individu dapat merasa memiliki identitas yang diakui oleh kelompok tersebut. Contohnya, dalam kelompok-kelompok etnis atau keagamaan.</p><p><strong>Tekanan Sosial (Social Pressure)</strong>: Tekanan dari masyarakat atau lingkungan sekitar juga dapat mendorong individu untuk membentuk atau bergabung dengan kelompok tertentu. Tekanan ini bisa berupa norma sosial atau harapan dari masyarakat bahwa seseorang harus menjadi bagian dari kelompok tertentu.</p><p><strong>Tujuan Bersama</strong>: Ketika individu memiliki tujuan yang sama, seperti meningkatkan kesejahteraan, memajukan pendidikan, atau mencapai hak-hak tertentu, hal ini mendorong mereka untuk membentuk kelompok sosial untuk mencapai tujuan tersebut secara kolektif.</p><p><strong>Pengaruh Pemimpin atau Tokoh Karismatik</strong>: Kehadiran seorang pemimpin yang karismatik atau tokoh yang dihormati sering kali menjadi pendorong bagi terbentuknya kelompok sosial. Individu yang terinspirasi atau merasa tertarik dengan pemimpin tersebut akan dengan sukarela bergabung untuk mendukung tujuan bersama.</p><p><strong>Faktor Ekonomi</strong>: Terkadang, kelompok sosial terbentuk karena adanya kebutuhan ekonomi yang mendorong orang untuk saling bekerja sama. Misalnya, kelompok koperasi, serikat pekerja, atau kelompok usaha bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya.</p><p>Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat melihat mengapa dan bagaimana individu secara alami tertarik untuk membentuk kelompok sosial sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.</p>

 

1. Faktor yang Membentuk Kelompok Sosial

Kelompok sosial adalah sekumpulan individu yang saling berinteraksi dan memiliki kesamaan tujuan, minat, atau nilai-nilai tertentu. Pembentukan kelompok sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

Kesamaan Kepentingan atau Tujuan: Orang-orang dengan kepentingan atau tujuan yang sama cenderung membentuk kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Misalnya, kelompok hobi, organisasi pekerja, atau komunitas lingkungan.

Kesamaan Nilai dan Norma: Orang yang memiliki pandangan hidup, nilai-nilai, atau norma yang serupa akan lebih mudah membentuk kelompok sosial. Kesamaan ini menciptakan ikatan sosial yang kuat. Contohnya, kelompok agama atau kelompok budaya yang memiliki keyakinan atau tradisi yang sama.

Kesamaan Latar Belakang Sosial: Individu dengan latar belakang sosial yang sama, seperti suku, etnis, atau asal geografis, cenderung membentuk kelompok. Ini memberikan rasa identitas dan kebersamaan di antara para anggotanya.

Interaksi Sosial: Kelompok sosial terbentuk melalui interaksi antara individu. Semakin sering interaksi terjadi, semakin besar kemungkinan terbentuknya kelompok sosial. Interaksi ini dapat berupa komunikasi, kerja sama, atau aktivitas bersama lainnya.

Kedekatan Geografis (Proximity): Orang yang tinggal berdekatan, seperti di lingkungan atau wilayah yang sama, lebih cenderung membentuk kelompok karena mereka lebih sering berinteraksi. Misalnya, warga desa atau komunitas di suatu perumahan.

Kesamaan Pekerjaan atau Aktivitas: Orang-orang yang memiliki pekerjaan atau aktivitas yang sama sering membentuk kelompok untuk saling berbagi informasi, pengalaman, atau dukungan. Contohnya, asosiasi profesi atau serikat pekerja.

Kebutuhan Psikologis atau Emosional: Individu sering membentuk kelompok karena kebutuhan untuk mendapatkan dukungan emosional, rasa aman, atau rasa memiliki. Misalnya, kelompok pendukung bagi orang yang mengalami masalah tertentu seperti kelompok dukungan bagi pecandu atau korban bencana.

Pengaruh Sosial: Kadang-kadang kelompok sosial terbentuk karena pengaruh dari tokoh atau pemimpin masyarakat. Tokoh ini mampu memobilisasi orang-orang untuk berkumpul dan bekerja sama dalam suatu kelompok, seperti pemimpin agama, politik, atau sosial.

2. Faktor yang Mendorong Terbentuknya Kelompok Sosial

Selain faktor yang membentuk, ada pula beberapa faktor yang mendorong terbentuknya kelompok sosial. Faktor ini lebih terkait dengan dorongan atau motivasi individu untuk bergabung atau menciptakan kelompok, antara lain:

Kebutuhan untuk Bersosialisasi: Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebutuhan untuk berbagi pengalaman, informasi, atau sekadar merasa diterima dalam komunitas mendorong individu untuk bergabung atau membentuk kelompok.

Kebutuhan untuk Berkolaborasi atau Bekerja Sama: Banyak tujuan individu atau kelompok hanya bisa dicapai melalui kerja sama. Hal ini mendorong individu untuk membentuk kelompok guna mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai secara individu, misalnya dalam proyek kerja, komunitas lingkungan, atau organisasi masyarakat.

Kebutuhan untuk Melindungi Diri: Kelompok sosial juga terbentuk untuk memberikan rasa aman dan perlindungan, baik secara fisik maupun emosional. Misalnya, kelompok-kelompok kecil di komunitas yang terbentuk untuk menghadapi ancaman eksternal atau kelompok dukungan untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan psikologis.

Rasa Memiliki dan Identitas: Dorongan untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar juga menjadi motivasi kuat bagi individu untuk membentuk atau bergabung dalam kelompok. Dalam kelompok, individu dapat merasa memiliki identitas yang diakui oleh kelompok tersebut. Contohnya, dalam kelompok-kelompok etnis atau keagamaan.

Tekanan Sosial (Social Pressure): Tekanan dari masyarakat atau lingkungan sekitar juga dapat mendorong individu untuk membentuk atau bergabung dengan kelompok tertentu. Tekanan ini bisa berupa norma sosial atau harapan dari masyarakat bahwa seseorang harus menjadi bagian dari kelompok tertentu.

Tujuan Bersama: Ketika individu memiliki tujuan yang sama, seperti meningkatkan kesejahteraan, memajukan pendidikan, atau mencapai hak-hak tertentu, hal ini mendorong mereka untuk membentuk kelompok sosial untuk mencapai tujuan tersebut secara kolektif.

Pengaruh Pemimpin atau Tokoh Karismatik: Kehadiran seorang pemimpin yang karismatik atau tokoh yang dihormati sering kali menjadi pendorong bagi terbentuknya kelompok sosial. Individu yang terinspirasi atau merasa tertarik dengan pemimpin tersebut akan dengan sukarela bergabung untuk mendukung tujuan bersama.

Faktor Ekonomi: Terkadang, kelompok sosial terbentuk karena adanya kebutuhan ekonomi yang mendorong orang untuk saling bekerja sama. Misalnya, kelompok koperasi, serikat pekerja, atau kelompok usaha bersama yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya.

Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat melihat mengapa dan bagaimana individu secara alami tertarik untuk membentuk kelompok sosial sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Kesetaraan moral mengakui bahwa setiap warga memiliki nilai yang sama, baik anak-anak maupun orang dewasa. Berikut yang termasuk bentuk implementasi kesetaraan moral adalah .... A. pembagian sumber daya secara adil dan merata B. persamaan hak berpartisipasi dalam pemilu C. menghargai pendapat orang lain D. menerapkan hukum secara adil E. merendahkan status orang lain

5

5.0

Jawaban terverifikasi

1. penyebab perubahan sosial budaya yang berasal dari masyarakat yang berkaitan demografi 2. penyebab perubahan sosial budaya yang terkait dengan fenomena globalisasi 3. Tanda-tanda sikap mental masyarakat yang belum siap menerima kemajuan teknologi 4. Dampak modernisasi dalam kehidupan sosial masyarakat 5. Kegiatan manusia di bidang ekonomi yang menunjukkan perubahan ke arah modernisasi 6. Contoh pengaruh modernisasi di bidang ilmu pengetahuan dan pendidikan terhadap pola pikir masyarakat 7. Konsep mengenai proses modernisasi di masyarakat seringkali mengalami kesalahan pahaman, salah satunya kesalahan tersebut menganggap jika menjadi modern adalah mengikuti... 8. arti dari globalisasi 9. Bentuk kearifan lokal di wilayah Madura yang berperan dalam pengelolaan SDA dan dukungan dalam bentuk kebudayaan 10. Syarat menjaga tradisi kearifan lokal di Nusantara 11. Ciri uang kartal, giral 12. Syarat melakukan kegiatan barter 13. Arti dari durability yang merupakan syarat sebuah benda bisa dikatakan sebagai uang 14. maksud token money dalam nilai intrinsik 15. maksud dengan satuan hitung dalam fungsi uang 16. fungsi uang 17. peranan dan maksud didirikan lembaga keuangan non-Bank / bukan bank 18. maksud dengan kegiatan menghimpun dana yang dilakukan perbankan 19. tugas Bank Indonesia 20. tugas Bank Umum 21. kegiatan lembaga keuangan non-Bank 22. kelembagaan keuangan non-bank yang memiliki kegiatan yang dilakukan dengan operasi simpan pinjam 23. Lembaga keuangan non bank yang memiliki fungsi sebagai penggerak investasi dengan memperhatikan dan memasukan surat berharga 24. Nama lembaga keuangan non bank yang bertugas mengatasi para rensumen 25. Ciri" dari masyarakat ekonomi abad ke 21

29

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan