Rachmad A

20 Maret 2023 02:25

Iklan

Rachmad A

20 Maret 2023 02:25

Pertanyaan

1. Jelaskan mengapa pada karya hikayat dan cerita rakyat tidak ditemui nama pengarangnya?

1. Jelaskan mengapa pada karya hikayat dan cerita rakyat tidak ditemui nama pengarangnya?

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

17

:

27

:

51

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Nolita R

22 Maret 2023 09:42

Jawaban terverifikasi

<p>Jawaban yang benar adalah karena hikayat dan cerita rakyat &nbsp;disampaikan secara lisan dan berkembang di masyarakat.</p><p>&nbsp;</p><p>Salah satu ciri hikayat dan cerita rakyat adalah anonim. Anonim bermakna tanpa nama atau tidak diketahui siapa nama pengarangnya. Hal ini karena hikayat dan cerita rakyat &nbsp;disampaikan secara lisan dan berkembang di masyarakat.</p><p>&nbsp;</p><p>Dengan demikian, jawaban yang benar adalah karena hikayat dan cerita rakyat &nbsp;disampaikan secara lisan dan berkembang di masyarakat.<br><br>&nbsp;</p>

Jawaban yang benar adalah karena hikayat dan cerita rakyat  disampaikan secara lisan dan berkembang di masyarakat.

 

Salah satu ciri hikayat dan cerita rakyat adalah anonim. Anonim bermakna tanpa nama atau tidak diketahui siapa nama pengarangnya. Hal ini karena hikayat dan cerita rakyat  disampaikan secara lisan dan berkembang di masyarakat.

 

Dengan demikian, jawaban yang benar adalah karena hikayat dan cerita rakyat  disampaikan secara lisan dan berkembang di masyarakat.

 


Iklan

12_Frederick G

27 Mei 2023 13:13

Jawaban terverifikasi

Pada karya hikayat dan cerita rakyat tradisional, seringkali tidak ditemui nama pengarangnya karena alasan berikut: 1. Oralitas: Banyak hikayat dan cerita rakyat ditransmisikan melalui tradisi lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Mereka dikisahkan secara lisan dan melewati banyak orang yang menceritakannya. Karena alasan ini, sulit untuk menetapkan satu pengarang tunggal yang dapat diidentifikasi. 2. Penciptaan kolektif: Banyak hikayat dan cerita rakyat merupakan hasil dari penciptaan kolektif oleh masyarakat. Masyarakat secara bersama-sama menyusun, mengubah, dan menyampaikan cerita ini dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tidak ada satu individu tunggal yang bisa dianggap sebagai pengarang karena cerita tersebut berkembang dan berubah seiring berjalannya waktu. 3. Pengaruh budaya dan tradisi: Hikayat dan cerita rakyat sering kali merupakan warisan budaya yang mencerminkan kepercayaan, nilai-nilai, dan tradisi suatu komunitas. Fokus utama adalah pada pesan dan hiburan yang disampaikan melalui cerita, bukan pada pengakuan individu yang menciptakan cerita tersebut. 4. Perkembangan organik: Hikayat dan cerita rakyat sering berkembang secara organik dalam masyarakat. Mereka bisa mengalami perubahan, variasi, dan adaptasi saat diceritakan oleh orang-orang yang berbeda di berbagai tempat dan waktu. Oleh karena itu, sulit untuk melacak atau mengidentifikasi satu pengarang spesifik. Dalam banyak budaya, fokus pada cerita itu sendiri, bukan pada individu yang menciptakannya, menjadi lebih penting. Dalam konteks ini, aspek kolektif, warisan budaya, dan pesan yang disampaikan menjadi pusat perhatian, sedangkan identitas individu pengarang sering kali kurang ditekankan atau bahkan tidak diketahui.


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

69

0.0

Jawaban terverifikasi