P P

02 Februari 2024 12:29

Iklan

Iklan

P P

02 Februari 2024 12:29

Pertanyaan

1. Apa tanggapanmu dengan adanya anggapan pemilu hanya menghamburkan uang negara ? 2. Apa tanggapanmudengan politik uang da pemilu ? 3. Pemilu merupakan bentuk pengamalan pancasila, jelaskan pendapatmu ? 4. Bagaimana tanggapanmu terhadap orang - orang yang memilih golput atau tidak mau ikut dalam pemilihan ? 5. Sebagai pelajar apa yang bisa kamu pelajari dari pemilu yang dilaksanakan di indonesia ?


10

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Nanda R

Gold

13 Februari 2024 05:10

Jawaban terverifikasi

<p>1. Tanggapan terhadap Anggapan Pemilu Hanya Menghamburkan Uang Negara: Pemilu merupakan elemen penting dalam sistem demokrasi untuk memberikan warga negara hak untuk memilih dan memilih perwakilan mereka. Meskipun biaya pelaksanaan pemilu memang tidak kecil, penting untuk diingat bahwa pemilu adalah fondasi dari sistem demokrasi yang mendorong partisipasi aktif warga negara dalam pembentukan pemerintahan. Meskipun biaya bisa menjadi perhatian, manfaat demokrasi dan representasi rakyat melalui pemilu dianggap esensial.</p><p>2. Tanggapan terhadap Politik Uang dalam Pemilu: Politik uang dalam pemilu dianggap merugikan demokrasi karena dapat mempengaruhi proses pemilihan dan kemerdekaan pemilih. Praktik politik uang mengarah pada ketidaksetaraan dan mungkin merugikan kualitas perwakilan dalam pemerintahan. Transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum diperlukan untuk mengurangi dampak negatif politik uang dalam proses demokratis.</p><p>3. Pemilu sebagai Pengamalan Pancasila: Pemilu dapat dianggap sebagai bentuk pengamalan Pancasila karena mencerminkan nilai-nilai demokrasi, keadilan sosial, kedaulatan rakyat, persatuan, dan ketuhanan yang maha esa. Dalam pemilu, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi, menghormati perbedaan, dan menciptakan pemerintahan yang berdasarkan kesejahteraan bersama.</p><p>4. Tanggapan terhadap Golput atau Tidak Ikut dalam Pemilihan: Keputusan untuk golput atau tidak ikut dalam pemilihan merupakan hak setiap individu. Namun, penting untuk memahami konsekuensi dari ketidakpartisipan tersebut terhadap proses demokrasi dan kualitas pemerintahan. Berpartisipasi dalam pemilu memberikan kesempatan untuk memengaruhi kebijakan dan arah negara.</p><p>5. Pembelajaran dari Pemilu bagi Pelajar: Sebagai pelajar, pemilu adalah kesempatan untuk belajar tentang proses demokrasi, kebijakan politik, dan tanggung jawab warga negara. Pelajar dapat memahami pentingnya partisipasi aktif, evaluasi calon pemimpin berdasarkan program dan nilai, serta mengembangkan keterampilan analisis kritis untuk membuat keputusan yang informan. Pemilu juga dapat menjadi inspirasi untuk memahami dinamika sosial dan politik di Indonesia.</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p>&nbsp;</p><p><br>&nbsp;</p>

1. Tanggapan terhadap Anggapan Pemilu Hanya Menghamburkan Uang Negara: Pemilu merupakan elemen penting dalam sistem demokrasi untuk memberikan warga negara hak untuk memilih dan memilih perwakilan mereka. Meskipun biaya pelaksanaan pemilu memang tidak kecil, penting untuk diingat bahwa pemilu adalah fondasi dari sistem demokrasi yang mendorong partisipasi aktif warga negara dalam pembentukan pemerintahan. Meskipun biaya bisa menjadi perhatian, manfaat demokrasi dan representasi rakyat melalui pemilu dianggap esensial.

2. Tanggapan terhadap Politik Uang dalam Pemilu: Politik uang dalam pemilu dianggap merugikan demokrasi karena dapat mempengaruhi proses pemilihan dan kemerdekaan pemilih. Praktik politik uang mengarah pada ketidaksetaraan dan mungkin merugikan kualitas perwakilan dalam pemerintahan. Transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum diperlukan untuk mengurangi dampak negatif politik uang dalam proses demokratis.

3. Pemilu sebagai Pengamalan Pancasila: Pemilu dapat dianggap sebagai bentuk pengamalan Pancasila karena mencerminkan nilai-nilai demokrasi, keadilan sosial, kedaulatan rakyat, persatuan, dan ketuhanan yang maha esa. Dalam pemilu, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi, menghormati perbedaan, dan menciptakan pemerintahan yang berdasarkan kesejahteraan bersama.

4. Tanggapan terhadap Golput atau Tidak Ikut dalam Pemilihan: Keputusan untuk golput atau tidak ikut dalam pemilihan merupakan hak setiap individu. Namun, penting untuk memahami konsekuensi dari ketidakpartisipan tersebut terhadap proses demokrasi dan kualitas pemerintahan. Berpartisipasi dalam pemilu memberikan kesempatan untuk memengaruhi kebijakan dan arah negara.

5. Pembelajaran dari Pemilu bagi Pelajar: Sebagai pelajar, pemilu adalah kesempatan untuk belajar tentang proses demokrasi, kebijakan politik, dan tanggung jawab warga negara. Pelajar dapat memahami pentingnya partisipasi aktif, evaluasi calon pemimpin berdasarkan program dan nilai, serta mengembangkan keterampilan analisis kritis untuk membuat keputusan yang informan. Pemilu juga dapat menjadi inspirasi untuk memahami dinamika sosial dan politik di Indonesia.

 

 

 


 


Iklan

Iklan

Kevin L

Bronze

14 Februari 2024 13:40

Jawaban terverifikasi

Untuk menjawab pertanyaanmu, kita perlu memahami beberapa konsep terkait pemilu dan politik uang, serta bagaimana pemilu menjadi bentuk pengamalan Pancasila. 1. Mengenai anggapan pemilu hanya menghamburkan uang negara, penjelasan: Pemilu adalah proses demokrasi yang penting dan merupakan hak konstitusional warga negara. Biaya yang dikeluarkan untuk pemilu adalah investasi untuk menjaga demokrasi dan memastikan suara rakyat terdengar. Meski demikian, efisiensi dan transparansi dalam penggunaan dana pemilu tentu harus selalu dijaga. 2. Mengenai politik uang dalam pemilu, penjelasan: Politik uang adalah praktik yang merusak demokrasi karena mengarah pada korupsi dan manipulasi suara. Hal ini bertentangan dengan prinsip pemilu yang seharusnya berjalan adil dan jujur. 3. Pemilu sebagai bentuk pengamalan Pancasila, penjelasan: Pemilu merupakan wujud dari sila keempat Pancasila, yaitu "Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan". Melalui pemilu, rakyat memiliki kesempatan untuk memilih wakilnya secara langsung. 4. Mengenai orang-orang yang memilih golput atau tidak mau ikut dalam pemilihan, penjelasan: Golput adalah hak setiap warga negara, namun perlu diingat bahwa dengan tidak memilih, kita melewatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi dan mempengaruhi kebijakan yang akan dibuat oleh pemerintah. 5. Sebagai pelajar, apa yang bisa kamu pelajari dari pemilu yang dilaksanakan di Indonesia, penjelasan: Pemilu bisa menjadi pelajaran tentang demokrasi, hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta pentingnya partisipasi dalam proses politik. Dari pemilu, kita juga bisa belajar tentang bagaimana proses pengambilan keputusan politik dan bagaimana masyarakat memiliki peran dalam menentukan arah kebijakan negara. Kesimpulan: Pemilu adalah proses demokrasi yang penting dan merupakan investasi untuk menjaga demokrasi. Politik uang adalah praktik yang merusak demokrasi. Pemilu merupakan wujud dari sila keempat Pancasila. Golput adalah hak setiap warga negara, namun dengan tidak memilih, kita melewatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi. Pemilu bisa menjadi pelajaran tentang demokrasi, hak dan kewajiban sebagai warga negara. Semoga penjelasan ini membantu kamu 馃檪


lock

Yah, akses pembahasan gratismu habis


atau

Dapatkan jawaban pertanyaanmu di AiRIS. Langsung dijawab oleh bestie pintar

Tanya Sekarang

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

1.Jelaskan dinamika perkembangan Pancasila sejak diperkenalkan sebagai dasar negara Indonesia hingga saat ini. Apa faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan dan evolusi nilai-nilai Pancasila? 2. Bagaimana Pancasila menghadapi tantangan dan perubahan sosial- politik dalam konteks Indonesia yang semakin global dan multikultural? Berikan contoh konkret untuk mendukung argumen Anda. 3. Apa yang dimaksud dengan "ideologi terbuka" dan bagaimana ideologi ini berkaitan dengan Pancasila? Jelaskan prinsip-prinsip dasar ideologi terbuka dan bagaimana hal itu mencerminkan dinamika perkembangan Pancasila. 4. Sejauh mana Pancasila dapat mengakomodasi aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang beragam di Indonesia? Jelaskan pandangan Anda dengan mengacu pada nilai-nilai Pancasila dan prinsip ideologi terbuka. 5. Dalam konteks globalisasi dan arus informasi yang cepat, bagaimana Pancasila dan ideologi terbuka dapat memainkan peran penting dalam membangun identitas nasional yang kuat dan menghadapi tantangan eksternal? 6. Diskusikan peran pemuda dalam mempromosikan dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dan ideologi terbuka dalam kehidupan sehari- hari. Apa tantangan yang dihadapi oleh pemuda dalam memahami dan mengamalkan prinsip-prinsip tersebut? 7. Bagaimana peran pendidikan dalam memperkuat pemahaman dan penerapan Pancasila serta ideologi terbuka di kalangan generasi muda? Apa strategi yang dapat dilakukan dalam sistem pendidikan untuk mencapai hal ini? 8. Jelaskan bagaimana Pancasila dan ideologi terbuka dapat menjadi landasan yang kuat untuk mencapai inklusi sosial, keadilan, dan kemajuan dalam masyarakat Indonesia. Berikan contoh konkret untuk mendukung argumen Anda. 9. Diskusikan tantangan dan konflik yang muncul ketika nilai-nilai Pancasila dan ideologi terbuka bertentangan dengan kepentingan politik atau kepentingan sektarian. Bagaimana cara mengatasi konflik semacam itu dan memperkuat komitmen terhadap prinsip-prinsip tersebut?

3

0.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah cerita berikut! Mengapa Harus Adil? Aku masih mengingat dengan baik masa kecilku di kampung halaman. Meskipun terlahir dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi, aku memiliki begitu banyak kenangan masa kecil yang menggembirakan. Dibesarkan dalam lingkungan Islam tradisional, aku menghabiskan sebagian besar masa kecilku bermain bersama-sama dengan teman-teman sebaya. Aku memiliki 2 orang saudara, seorang adik laki-laki dan seorang lagi adik perempuan. Adik laki-laki meninggal tahun 2000 dalam usia 10 tahun karena bencana banjir. Kami terlahir dari keluarga dengan ekonomi pas-pasan. Namun, aku cukup bersyukur, karena meskipun bekerja sebagai pegawai biasa dan ibu berdagang, kami bertiga di sekolahkan hingga tingkat atas. Aku bersyukur karena bisa menyelesaikan kuliah sarjana, meskipun ayahku tidak sempat menyaksikan aku berhasil lulus sarjana, karena harus menghadap sang pencipta dalam usia yang masih cukup muda. Semasa hidup, ayahku selalu berpesan untuk selalu berlaku adil, sebagaimana dia memperlakukan dengan adil kami bertiga sejak kecil. Pesannya sederhana yaitu berbuat adil kepada orang lain, maka kamu akan diperlakukan dengan adil oleh orang lain. Ayahku selalu mengajarkan berbuat adil kepada siapa saja, tanpa melihat siapa orang itu. Karena berbuat adil itu kewajiban kita, seperti yang agama kita ajarkan. Berbuat adil, adalah salah satu bentuk kebajikan. Apa sebenarnya adil itu? Lantas, mengapa orang harus berbuat adil? Baik adil kepada diri sendiri, maupun adil kepada orang lain. Ada yang mengatakan bahwa adil berarti sama atau seimbang. Adil berarti memberikan 2 orang jumlah yang sama. Jika misalnya ada 2 orang bersaudara, yang satunya berusia 10 tahun masih duduk di bangku sekolah dasar, sementara yang satunya berusia 20 tahun dan duduk di bangku kuliah, apakah adil jika orang tuanya memberikan uang saku dalam jumlah yang sama? Tentu tidak adil. Mengapa? Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, keperluan yang berbeda, sehingga tidak mungkin menyamakan pemberian kepada setiap orang dikarenakan perbedaan kebutuhan tersebut. Jika ingin berbuat adil, maka sepatutnya kita memberikan sesuatu kepada orang lain sesuai dengan kadar kebutuhannya. Mengapa kita harus adil? Karena adil itu lebih dekat dengan kebajikan, dan ketidakadilan dekat dengan kebatilan. Kita pernah menyaksikan beberapa kasus hukum di negeri ini, di mana hukum bekerja dengan tidak adil. Keadilan menjadi semacam paradoks. Banyak kasus hukum di negeri ini yang justru menjatuhkan hukum kepada orang yang tidak sepatutnya menerima hukuman tersebut. Hukum kemudian menjadi kebatilan bagi orang lain. Jawablah pertanyaan berikut berdasarkan teks diatas!! 1. Apa pesan yang disampaikan oleh ayah pada cerita di atas? 2. Bagaimana sikap tokoh pada cerita di atas? 3. Bagaimana berlaku adil pada cerita di atas? 4. Mengapa kita harus selalu bersikap adil di mana saja berada dan pada siapa saja? 5. Apa pesan yang terkandung dalam cerita di atas? 6. Apakah hasil dari bersikap adil?

10

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

temukan konjungsi dalam teks hikayat ibnu hasan kemudian jeniskan! Ibnu Hasan Syahdan, zaman dahulu kala, ada seorang kaya hartawan, bernama Syekh Hasan. Banyak harta, banyak uang, terkenal ke setiap negeri, merupakan orang terkaya. Bertempat tinggal di negeri Bagdad yang terkenal ke mana-mana sebagai kota yang paling ramai saat itu. Syekh Hasan sangat bijaksana, mengasihi fakir miskin, menyayangi yang kekurangan, menasihati yang berpikiran sempit, mengajarkan ilmu yang baik, walaupun harus mengeluarkan biaya berupa pakaian atau uang. Oleh karena itu, banyak pengikutnya. Syekh Hasan memiliki seorang anak laki-laki yang sangat tampan, pendiam, dan baik budi, berusia sekitar tujuh tahun. Ibnu Hasan namanya. Ibnu Hasan sedang lucu-lucunya. Semua orang senang melihatnya, apalagi orang tuanya. Namun demikian, anak itu tidak sombong, perilakunya kalem, walaupun hidupnya dimanjakan, tidak kekurangan. Ayahnya berpikir, "Alangkah salannya aku, menyayangi di luar batas, tanpa pertimbangan. Bagaimana kalau akhirnya dimurkai Allah Yang Agung? Aku pasti durhaka, tak dapat mendidik anak, mengkaji ilmu yang bermanfaat." Dipanggilnya putranya. Anak itu segera mendatanginya, diusap-usapnya putranya sambil dinasihati, bahwa ia harus mengaji, katanya, "Sekarang saatnya, Anakku. Sebenarnya aku khawatir, tapi pergilah ke Mesir. Carilah jalan menuju keutamaan." Ibnu Hasan menjawab, "Ayah jangan ragu-ragu, semua kehendak orang tua akan hamba turuti, tidak akan kutolak, siang malam hanya perintah Ayah Ibu yang hamba nantikan." Kemudian, Ibnu Hasan berangkat ke pesantren, berpisah dengan kedua orang tuanya, hatinya sangat sedih. Ibunya tidak tahan menangis terisak-isak harus berpisah dengan putranya yang masih sangat kecil, belum cukup usia. "Kelak, apabila Ananda sudah sampai ke tempat merantau, pandai-pandailah menjaga diri karena jauh dari orang tua. Harus tahu ilmunya hidup, jangan keras kepala, angkuh, dan menyombongkan diri, merasa lebih dari yang lain, merasa diri orang kaya lalu menghina sesama. Kalau begitu perbuatanmu, hidupmu tidak akan senang karena dimusuhi semua orang, tidak akan ada yang mau menolong. Kalau celaka tidak akan diperhatikan. Berada di rantau orang kalau judes akan mendapatkan kesusahan. Hati-hatilah menjaga diri. Jangan menganggap enteng segala hal." Ibnu Hasan menjawab dengan takzim, "Apa yang Ibu katakan akan selalu kuingat dan kucatat dalam hati. Doakanlah aku agar selamat. Semoga jangan sampai menempuh jalan yang salah. Pesan Ibu akan kuperhatikan, siang dan malam." Singkat cerita Ibnu Hasan sudah berangkat dikawal dua pengasuhnya sejak kecil, Mairin dan Mairun. Mereka berangkat berjalan kaki. Mairun memikul semua perbekalan dan pakaian, sementara Mairin mengikuti dari belakang, sesekali menggantikan tugas Mairun. Perasaan sedih, prihatin, kehujanan, kepanasan selama perjalanan yang memakan waktu berhari-hari namun akhirnya sampai juga di pusat kota negara Mesir, dengan selamat berkat doa ayah dan ibunda. Selanjutnya, segeralah menemui seorang alim ulama, terus berguru padanya. Pada suatu hari, saat bakda zuhur, Ibnu Hasan sedang di jalan, bertemu seseorang bernama Saleh yang baru pulang dari sekolah. Ibnu Hasan menyapa, "Anda pulang dari mana?" Saleh menjawab dengan sopan, "Saya pulang sekolah." Ibnu Hasan bertanya lagi, "Sekolah itu apa? Coba jelaskan padaku!" Yang ditanya menjawab, "Apakah Anda belum tahu?Sekolah itu tempat ilmu, tepatnya tempat belajar, berhitung, menulis, mengeja, belajar tata krama, sopan santun terhadap yang lebih tua dan yang lebih muda, dan terhadap sesama, harus sesuai dengan aturan." Begitu Ibnu Hasan mendengar penjelasan tersebut, betapa girang hatinya. Dia segera pulang menghadap kyai dan meminta izinnya untuk belajar di sekolah guna mencari ilmu. "Sekarang katakan padaku apa yang sebenarnya kamu harapkan," Kyai berkata demikian. Tujuan untuk menguji muridnya, apakah betul-betul ingin mencari ilmu atau hanya alasan supaya mendapat pujian. Ibnu Hasan menunduk, menjawab agak malu, "Hamba ingin menjelaskan mengapa hamba bersusah payah tanpa mengenal lelah mencari ilmu. Memang sangkaan orang begitu karena ayahku kaya raya, tidak kekurangan uang, ternaknya pun banyak. Hamba tidak usah bekerja karena tidak akan kekurangan. Namun, pendapat hamba tidak demikian, akan sangat memalukan seandainya ayah sudah tiada, sudah meninggal dunia, semua hartanya jatuh ke tangan hamba. Tapi, ternyata tidak terurus karena hamba tidak teliti akhimya harta itu habis, bukan bertambah. Di situlah terlihat temyata kalau hamba ini bodoh. Bukan bertambah masyhur, asalnya anak orang kaya, harus menjadi buruh. Begitulah pendapat hamba karena modal sudah ada, hamba hanya tinggal melanjutkan. Pangkat anakpun begitu pula, walaupun tidak melebihi orang tua, paling tidak harus sama dengan orang tua, dan tidak akan memalukan, apalagi kalau lebih miskin, ibaratnya anak seorang palih" Maka, yakinlah kyai itu akan baik muridnya.

3

0.0

Jawaban terverifikasi

Fenomena Sosial Pengamen Jalanan Pengamen perkotaan adalah fenomena yang mulai dipandang sebagai masalah serius, terutama dengan semakin banyaknya permasalahan sosial ekonomi dan politik yang ditimbulkannya. Modernisasi dan industrialisasi sering dituding sebagai pemicu utama dari banyak pengamen di perkotaan. Perkembangan daerah perkotaan secara pesat mengundang terjadinya urbanisasi. Orang yang datang ke kota tidak mempunyai keterampilan untuk mencari kerja di kota. Akibatnya, mereka berdiam di daerah kumuh yang identik dengan kemiskinan perkotaan. Indonesia merupakan negara berkembang.Masalah kemiskinan menjadi masalah utama, baik di kota maupun di desa. Kita dapat melihat di setiap kota pasti ada perumahan yang berimpitan satu dengan yang lainnya. Selain itu, banyaknya pengamen, pengemis, dan anak jalanan makin memperjelas wajah kumuh perkotaan. Pada malam hari terlihat orang-orang tertentu tidur di emperan toko pinggir jalan. Kondisi demikian sangat memprihatinkan dan harus segera diatasi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya pengamen jalanan. Faktor-faktor yang membuat seseorang mengamen sebagai berikut. 1. Faktor Ekonomi Anak mengamen demi tuntutan ekonomi. Orang tua tidak mampu membiayai kebutuhan hidup dan kebutuhan sekolah mereka. Demi memenuhi kebutuhan tersebut, seorang anak harus mengamen. Orang tua yang malas hanya mengandalkan hasil mengamen anaknya tanpa mau bekerja. 2. Kurang Kasih Sayang Anak yang kurang kasih sayang atau tidak menerima kasih sayang dari orang tua rawan menjadi pengamen jalanan. Artinya, orang tua terlalu sibuk mencari harta atau kesenangan. Orang tua tidak memiliki waktu untuk mencurahkan perhatian, bertanya tentang masalah anak, bertukarpikiran, dan berbagi rasa dengan anak. Dengan tidak menerima kasih sayang dari orang tua, anak pun mencari kesenangan lain untuk menghibur diri. Mengamen adalah salah satu sarana untuk menghibur diri bagi anak. Dengan bernyanyi sebagai pengamen, mereka dapat menghibur hati, mengungkapkan isi hati, dan menghabiskan waktu. 3. Rasa Ikut-ikutan Anak dipengaruhi lingkungan atau teman sebaya untuk mencari hiburan, menghindari pekerjaan rumah, tugas- tugas sekolah, atau merasa hebat akan dirinya. Padahal jika ditelusuri, segi ekonomi bukan penyebab anak menjadi seorang pengamen. Kadang-kadang mereka hanya ikut-ikutan atau dipengaruhi oleh teman-temannya. Meskipun pengamen anak-anak tersebut harus mengalami panas terik, hujan, caci maki, pukulan, mereka tetap berjumlah banyak. Hampir di setiap persimpangan jalan dapat ditemui pengamen berusia anak-anak. Selain di persimpangan jalan, mereka mengamen di pasar, rumah makan, dan terminal, Mereka dianggap sebagai penyebab kemacetan lalu lintas, berkurangnya nilai estetika tata ruang kota, dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan raya. Hasil penelitian menjelaskan bahwa psikologis pengamen anak-anak tidak memiliki rasa malu, tidak peduli atau tak acuh. Sikap tersebut dilakukan agar keberadaan mereka diterima masyarakat sebagai bentuk budaya baru. Agar keberadaan mereka tetap eksis, pengamen anak-anak juga berupaya untuk melawan berbagai pihak, baik pihak hukum maupun pihak nonhukum. Mereka hanya mempertahankan harga diri dan rasa solidaritas di antara mereka. Fenomena sosial kehidupan pengamen anak-anak memiliki dua arti, yaitu pengaruh yang hanya bekerja di jalanan dan menunjukkan gaya kehidupan di jalanan. Bekerja di jalanan artinya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup anaknya, sedangkan gaya hidup di jalanan hanya sekadar mewujudkan gaya hidup jalanan yang bebas. Dari segi usia, sebenarnya mereka tidak wajib mencari nafkah. Orang tua merekalah harus memiliki tanggung jawab dan memberi kasih sayang kepada mereka. Meskipun orang tua tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sebaiknya anak tidak diperbolehkan mengamen. Orang tua harus mampu memberikan tanggung jawab dan kasih sayang kepada anak agar tidak menjadi pengamen di tengah kota. Di samping itu, aparat hukum harus memiliki aturan yang tegas terhadap hukum, Hukum harus ditegakkan demi masa depan anak bangsa. Apabila hal-hal ini dilakukan, sangat tipis kemungkinan munculnya pengamen sebagai penyebab di jalanan perkotaan. Tentukan struktur teks eksplanasi di atas!

17

0.0

Jawaban terverifikasi

Pertemuan Dua Hati Mengalah tidak berarti kalah. Biarkan bila orang lain menganggap kita pengecut. Diri pribadi kita tahu betul bahwa kita menghindari pertikaian dengan kekerasan. "Kalau memang betul tanamanmu kurang subur, jangan malu mengakui kenyataan," kataku membesarkan hatinya. "Bagaimana yang sesungguhnya? Subur atau tidak?" Waskito tidak menjawab. Dia juga tidak memandang ke wajahku. "Kutunggu jawabanmu, bagaimana menurut pendapatmu apakah tariamanmu subur atau tidak?" Aku terus mendesak. Antara kami berdua kurasakan telah ada pintu penghubung sejak pekan-pekan terakhir itu. Meskipun pintu itu tidak terbuka Iebar, tetapi aku yakin bahwa itu juga tidak terkunci . Anak itu tetap terdiam. Badannya tidak tenang. Pantatnya beringsut, kakinya usil di bawah kursi. Akhirnya aku memutuskan mengalah. Hatiku masih dibayangi kekhawatiran kalau-kalau dia merasa diri terjepit. Kujelaskan bahwa mengakui kekurangannya sendiri sama seperti mengakui kesalahan. ltu sifat satria, sportif. Jangan dikira keseganan dan hormat orang mengurang karena pengakuan kita tersebut. "Tidak ada orang yang baik atau pandai atau cekatan dalam segala-galanya. Kamu terampil dalam hal pertukangan, otakmu cerdas meskipun pelajaranmu biasa-biasa saja. Bukankah itu sudah sangat mencukupi? Kalau memang kamu hendak membalas dendam terhadap teman-temanmu, tidak dengan cara membanting dan menginjak-injak tanaman mereka. Bikinlah prestasi dalam hal lain yang kamu kira lebih mampu. Tekunilah pelajaranmu misalnya! Bejanamu dipasang di ruang keterampilan, dipergunakan sebagai contoh untuk kelas-kelas lain. ltulah prestasimu! Tunjukkan lain-lainnya! Kalau memang kamu lemah dalam tumbuh-menumbuhkan biji, itu bukan merupakan masalah . Cari sebab-sebabnya. Barangkali kurang air, atau kurang matahari . Anak seperti kamu tidak seharusnya cepat berputus asa. Memalukan sekali!" Waskito menoleh, menatap pandangku, seolah-olah apa yang kukatakan baru kali itu terpikir olehnya. Dari sinar matanya jelas nampak bahwa dia merenungkan kal imatku yang pal ing akhir. Aku mempergunakan kesempatan sebaik-baiknya, menambahkan: "Kita semua cenderung memuaskan. nafsu kekesalan dan kemarahan semau kita. ltu memang sifat manusia .. Bu Suci berusaha memberi didikan kerendahan hati dan menahan perasaan kepada murid-murid. Hingga saat ini kamu berhasil mendapat pujian para guru dan Kepala Sekolah. Pertahankanlah ini! Jangan selalu membuat seisi kelas dan aku ketakutan semacam tadi." Dan sebagai tanda bahwa percakapan kami selesai, aku bangkit. "Ayo, kembal i ke kelas! Tadi kawan-kawanmu akan menyapu dan membenahi hasil pelampiasan kemarahanmu. Baik hati mereka, bukan? Meskipun tadi mereka mengejekmu, ternyata mereka mau membantumu juga. Tapi mereka kularang menyapu. Aku yakin, sebegitu kamu akan membersihkan lantai, pastilah ada yang menolongmu tanpa kusuruh." Kejadian hari itu merupakan tambahan yang melengkapi pertemuan hati Waskito dan hatiku. Untuk selanjutnya, kami lebih terbuka berunding dan berbincang, baik berduaan maupun di hadapan orang lain. Rapor berikutnya berisi angka-angka normal . Untuk menghadiahi usaha kerasnya yang berhasil meraih tempat sebagai murid "biasa", pada waktu liburan Waskito kami bawa menengok kota kecil kami, Purwodadi. Dia diajak suamiku memancing sepuas-puas hatinya. Dan aku tidak menyesal memenuhi janji itu terlalu dini, karena sekembali dari liburan, kuperhatikan dia semakin berubah . Seolah-olah dia bertekaa untuk menjadi murid yang lebih dari biasa saja. Untuk seterusnya dia selalu terdaftar ke dalam baris anak-anak yang pandai di kelasku. Akhir tahun pelajaran , Waskito naik kelas. Bu De-nya datang ke sekolah. Dia b.erterima kasih kepada Kepala Sekolah, para guru, dan kepadaku sendiri. Aku menjawab bahwa aku gembira dapat menolo.ng Waskito. Ucapan terima kasih kebanyakan hanya berupa basa-basi, tetapi yang sesungguhnya sangat kami hargai . Kami guru-guru Sekolah Dasar terlalu biasa menerima kata-kata sesalan atau cacian jika murid tidak naik kelas. Sebaliknya, jika anak didik naik, itu dianggap sebagai hal yang semestinya sehingga orang tua atau wali tidak merasa berkepentingan mengunjungi kami untuk sekedar menyalami. Apalagi membawakan rasa terima kasih mereka! Tetapi tidak mengapalah. Masing-masing dari kami mempunyai tugas dalam hidup ini. Aku memilih menjadi pendidik, bagi 路anak-anakku dan murid yang dipasrahkan kepadaku. Gaji atau penghargaan seringkali meleset, tidak sesuai dengan jasa yang secara rendah hati kami sumbangkan bagi pembangunan watak tiang masa depan bangsa. Mudah-mudahan Tuhan selalu menolongku dalam melaksanakan tugas ini. (Pertemuan Dua Hati, N.H. Dini) Bagaimana alur yang tergambar dalam novel Pertemuan Dua Hati?

2

0.0

Jawaban terverifikasi