Farhan C

02 Juli 2022 02:48

Iklan

Farhan C

02 Juli 2022 02:48

Pertanyaan

"Tenang, Las. Dan awas, jangan bilang apa-apa kecuali ada kodok lompat!" Wajah Lasi tergetar menjadi panggung tempat segala rasa naik pentas. Kedua bibirnya bergetar. Air mata cepat keluar. Cuping hidungnya bergerak-gerak cepat. Kedua tangannya mengayun ke sana kemari tanpa kendalL Tenggorokan rasa tersekat sehingga Lasi belum bisa berkata apa pun. Dan ketika Lasi benar-benar sadar akan apa yang terjadi, tangisnya pecah. "lnnalillahi. .. ada-kodok-lompat?" "Ya! Bukan apa-apa, sekadar kodok lompat; jawab Mukri dengan pembawaan tenang. Tetapi Lasi menjerit dan terkulai pingsan. Separuh badannya tersampir di balai-balai dan separuh lagi selonjor di tanah. Darsa kembali mengerang panjang. Wiryaji dan istrinya segera datang karena mendengar jerit Lasi. Wiryaji adalah ayah tiri Lasi dan juga paman Darsa. Menyusul kemudian tetangga-tetangga yang lebih jauh. Eyang Mus, orang yang dituakan di kampung itu dijemput di rumahnya dekat surau. Seseorang disuruh segera memberitahu orang tua Darsa di desa sebelah. Semua yang berkumpul tahu apa yang terjadi dan semua hanya berkata ada kodok lompat. Kata jatuh amat sangat dipantangkan di kalangan para penyadap kelapa. Dengan kepercayaan semacam itu, para penyadap berusaha menampik sebuah kenyataan buruk dengan mengundang sugesti bagi kembalinya keadaan yang baik. Berdasarkan nilai tersebut, hal yang masih relevan dengan situasi kekinian adalah .... A. mengekspresikan kekhawatiran secara tidak langsung melalui gerak anggota tubuh B. memelihara kepercayaan tertentu sebagai anggapan pralogis suatu masyarakat C. melakukan pekerjaan menyadap karet dengan perlengkapan seadanya D. menjenguk sanak saudara yang sedang tertimpa musibah E. menolong sesama yang sedang mengalami musibah

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

04

:

19

:

37

Klaim

3

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

M. Agus

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Ganesha

06 September 2022 21:55

Jawaban terverifikasi

<p>Jawabannya adalah E. menolong sesama yang sedang mengalami musibah.</p><p>&nbsp;</p><p>Nilai yang relevan dengan situasi kekinian adalah nilai-nilai yang dapat diterapkan saat ini dalam kehidupan sehari-hari.</p><p>&nbsp;</p><p>Berdasarkan nilai tersebut, hal yang masih relevan dengan situasi kekinian adalah menolong sesama yang sedang mengalami musibah. Hal ini tergambarkan saat Lasi menjerit kemudian Wiryaji, istrinya dan tetangga-tetangga yang lebih jauh datang mendekati Lasi.</p><p>&nbsp;</p><p>Jadi berdasarkan nilai tersebut, hal yang masih relevan dengan situasi kekinian adalah menolong sesama yang sedang mengalami musibah.</p><p>Oleh karena itu jawabannya E.</p>

Jawabannya adalah E. menolong sesama yang sedang mengalami musibah.

 

Nilai yang relevan dengan situasi kekinian adalah nilai-nilai yang dapat diterapkan saat ini dalam kehidupan sehari-hari.

 

Berdasarkan nilai tersebut, hal yang masih relevan dengan situasi kekinian adalah menolong sesama yang sedang mengalami musibah. Hal ini tergambarkan saat Lasi menjerit kemudian Wiryaji, istrinya dan tetangga-tetangga yang lebih jauh datang mendekati Lasi.

 

Jadi berdasarkan nilai tersebut, hal yang masih relevan dengan situasi kekinian adalah menolong sesama yang sedang mengalami musibah.

Oleh karena itu jawabannya E.


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

53

0.0

Jawaban terverifikasi