Farhan C

31 Januari 2022 15:35

Iklan

Farhan C

31 Januari 2022 15:35

Pertanyaan

"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!" "Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu?" "Aku bukan kangmasmu!" bentak kakek-kakek itu lagi. "Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh. Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa bersalah wajib diingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya." Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. Lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?" "Mengapa?" "Pantas kau panggil mbah?" "Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarang kentara sekal i merasa sedih! Mengapa? Apakah karena umurrnu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?" "Jangan bersenda gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!" ( Tikungan di Dekat Bendungan, St. lsmariasita) Watak tokoh kakek dalam kutipan cerpen tersebut adalah .... A. perasa B. pemalu C. pendendam D. penyabar E. pemarah

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

07

:

03

:

16

Klaim

4

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

F. Siregar

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Medan

02 Februari 2022 17:49

Jawaban terverifikasi

Halo, Farhan C. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru :) Kakak bantu jawab, ya. Jawabannya adalah E. Perhatikan penjelasan berikut, ya. Cerpen adalah bentuk karya sastra berupa prosa yang menggambarkan suatu tokoh serta lingkungannya, disertai berbagai permasalahan yang menimpa para tokoh tersebut serta bagaimana solusi untuk memecahkan permasalahan itu. Salah satu unsur pembangun cerpen adalah penokohan. Penokohan adalah sikap, sifat atau watak yang melkat pada seorang tokoh cerita. Contoh watak, misalnya, pemalu, periang, penyabar, dan lainnya. Berdasarkan penjelasan tersebut, watak tokoh kakek dalam kutipan cerpen tersebut adalah pemarah. Hal ini didukung oleh kutipan percakapan berikut. "Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!" "Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu?" "Aku bukan kangmasmu!" bentak kakek-kakek itu lagi. Dengan demikian, watak tokoh kakek dalam kutipan cerpen tersebut adalah E. Semoga membantu :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Assalamu’alaikum Wr. Wb Yang kami hormati bapak dan ibu serta para hadirirn sekalian yang berbahagia. Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan dan karunia-Nya kita bisa berkumpul di sini. Salawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad saw, karena beliau menyiarkan agama yang haq, yakni agama islam, agama yang diridai oleh Allah swt. Semoga kita sekalian termasuk ke dalam umat-Nya yang diberkahi. Amin ya rabbal alamin. Hadirin sekalian yang berbahagia! Dirasa amat penting sekali jiwa sosial untuk diterapkan di lingkungan keluarga, sanak saudara, bahkan juga di masyarakat luas. Karena dengan jiwa sosial, maka terjalinlah di antara kita saling tolong-menolong, dan kasih sayang. Sehngga orang-orang yang butuh akan pertolongan kita, akan mendapatkan haq-Nya. Perhatikan kalimat berikut! Puji syukur kita sanjungkan kehadirat Allah swt, karena dengan limpahan karuniaNya kita bisa berkumpul di sini. Kalimat tersebut termasuk …. A. salam pembuka B. ucapan terima kasih C. pengenalan topik D. tema E. judul

60

0.0

Jawaban terverifikasi