Urutkan
Pola pengembangan paragraf tersebut adalah ....
5
0.0
Saya pulang sekolah. Waktu itu cuaca cerah. Dalam perjalanan saya melihat jalan-jalan dan pohon-pohon basah semua. Pekarangan pun tampak becek. Bahkan di sana-sini air kecokelatan tampak menggenang.
Dari paragraf di atas dapat disimpulkan bahwa ....
2
5.0
Unsur reorientasi pada teks biografi berisi....
1
5.0
Penggunaan huruf kapital yang benar terdapat dalam kalimat ....
2
1.0
Sebutkan 3 informasi yang terdapat pada teks tersebut!
1
0.0
Deretan penulisan unsur serapan yang benar adalah ....
1
0.0
Bacalah teks eksposisi berikut!
Pasien Talasemia Perlu Memperhatikan Konsumsi Zat Besi
Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka risiko talasemia tertinggi di dunia. Menurut data yang dikumpulkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), dari 100 orang Indonesia, ada 6 sampai 10 orang yang berisiko talasemia.
Mutasi genetik membuat tubuh tidak mampu untuk menghasilkan bentuk hemoglobin yang sempurna. Hemoglobin yang terletak di sel darah merah berfungsi membawa oksigen. Ini menyebabkan darah tidak mampu mengangkut oksigen dengan baik. Ketika jumlah sel darah merah sehat menurun, asupan oksigen yang dikirim ke semua sel tubuh lainnya juga akan ikut menurun.
Satu hal yang penting diperhatikan pada seorang penderita talasemia adalah adanya risiko penumpukan zat besi dalam tubuh. Penyerapan zat besi dari makanan tidak terjadi dalam jumlah besar. Penumpukan zat besi yang signifikan dapat terjadi akibat transfusi darah. Atas alasan inilah, sebaiknya orang dengan talasemia memperhatikan konsumsi zat besi untuk menghindari penumpukan.
Studi tahun 2010 yang diterbitkan dalam Journal New York Academy of Science melaporkan bahwa masalah gizi yang paling sering ditemukan pada orang-orang dengan talasemia adalah defisiensi vitamin A, D, E, zink, hingga asam folat. Masalah kekurangan gizi yang ditimbulkan penyakit talasemia ini mengakibatkan melemahnya sistem imun tubuh dan peningkatan risiko osteoporosis yang lebih besar jika dibandingkan orang lain yang lebih sehat. Sementara itu, talasemia pada anak dan remaja dapat menyebabkan gangguan perkembangan (keterlambatan pertumbuhan atau bahkan gagal tumbuh) dan gangguan pubertas.
Sebagai warga Indonesia yang berisiko terhadap talasemia sebaiknya kita memperhatikan konsumsi zat besi. Jangan sampai terjadi penumpukan zat besi dalam tubuh. Penderita talasemia akan kekurangan gizi yang mengakibatkan sistem imun dalam tubuh lemah dan berisiko osteoporosis.
(Disadur dari: https://hellosehat.com/hidup-sehat/nutrsi/makanan-untuk-thalasemia-adalah/, diunduh 10 September 2018)
Mengapa Indonesia termasuk salah satu negara dengan angka risiko talasemia tertinggi?
1
0.0
Apa hasil Kongres Perempuan Indonesia III?
2
0.0
Kelebihan isi buku pada kutipan tersebut adalah ...
2
0.0
Teks tersebut tidak efektif. Alasan yang mendukung pernyataan tersebut adalah ....
1
0.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia