Urutkan
Perhatikan kedua teks berikut!
Teks 1
Membeli Apel di Pasar
Bu Rinda: "Selamat siang, Pak."
Penjual Buah: "Selamat siang."
Bu Rinda: "Ada apel, Pak?"
Penjual Buah: "Ada. Silakan dipilih dahulu!"
Bu Rinda: "Kalau apel merah harganya berapa, Pak?"
Penjual Buah: "Sekilonya dua puluh lima ribu."
Bu Rinda: "Ya, mahal sekali, Pak"
Penjual Buah: "Memang segitu harganya."
Bu Rinda: "Kalau dua puluh ribu bagaimana, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu."
Bu Rinda: " Bagaimana kalau dua puluh satu ribu, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu. Saya masih rugi kalau segitu."
Bu Rinda: "Ayolah, Pak. Anak saya ingin sekali makan apel."
Penjual Buah: "Begini saja, bagaimana kalau dua puluh empat ribu."
Bu Rinda: "Dua puluh tiga ribu ya, Pak."
Penjual Buah: "Ya sudah, Bu. Setuju. Hitung-hitung sebagi penglaris. "
Bu Rinda: "Ini uangnya, Pak."
Penjual Buah: "Iya, Bu. Ini apel merahnya, terima kasih."
Bu Rinda: "Sama-sama. Mari, Pak."
Penjual Buah: "Mari, Bu. Hati-hati di jalan."
Teks 2
Demonstrasi Meminta Kenaikan Gaji Buruh PT Permata Citra
Buruh PT Permata Citra melakukan demonstrasi meminta kenaikan gaji. Setelah lama berdemonstrasi, perwakilan PT Permata Citra menerima perwakilan buruh untuk bernegosiasi. Negosiasi tersebut bertangsung tertutup dan dijaga beberapa petugas pengamanan perusahaan.
Wakil Buruh: "Selamat pagi, Pak."
Wakil Pabrik: "Selamat pagi. Mari, silakan duduk."
Wakil Buruh: “Terima kasih, Pak."
Wakil Pabrik: "Saya, Robert. Perkenalkan diri Anda."
Wakil Buruh: "Saya Budi, Pak. Saya wakil dari teman-teman buruh untuk bertemu dengan Anda." (bersalaman)
Wakil Pabrik: "Saya ingin tahu, sebenarnya apa alasan para buruh melakukan aksi demonstrasi?"
Wakil Buruh: "Jadi begini. Pak. Teman-teman buruh ingin memperbaiki kesejahteraan mereka.”
Wakil Pabrik: "Maksudnya?"
Wakil Buruh: "Kami sebagai buruh sudah merasa bekerja keras, Pak. Oleh karena itu, kami meminta pihak perusahaan menaikkan gaji kami."
Wakil Pabrik: "Berapa kenaikan gaji yang diinginkan para buruh?"
Wakil Buruh: "Gaji kami sebagai buruh saat ini Rp1.500.000,00. Gaji tersebut kami rasa tidak dapat mencukupi kebutuhan bulanan kami. Apalagi, keadaan sekarang memaksa kami berpikir keras untuk dapat bertahan hidup di kota ini. Oleh karena itu, kami minta kenaikan gaji menjadi Rp2.500.000,00."
Wakil Pabrik: "Itu tidak mungkin. Saat ini perusahaan mempunyai banyak beban produksi. Kenaikan bahan baku menjadi penyebab utama sikap perusahaan. Apalagi, perusahaan harus menanggung biaya listrik dan biaya operasional lainnya. Kenaikan tersebut belum bisa kami lakukan sekarang.”
Wakil Buruh: “Kalau memang begitu adanya. Pak. Kami akan terus melakukan aksi demonstrasi dan mogok kerja."
Wakil Pabrik: “Tidak bisa begitu."
Wakil Pabrik: "Kita cari jalan tengahnya saja. Saya akan mengusulkan kenaikan gaji buruh kepada direksi. Akan tetapi, kenaikan yang dapat saya janjikan hanya sampai Rp2.000.000,00. Anda sebagai perwakilan buruh seharusnya juga memahami kesulitan perusahaan akibat krisis global yang sedang terjadi. Perusahaan mana pun pasti akan kesulitan dalam menangani masalah ini."
Wakil Buruh: “Tidak bisa, Pak. Kami minta gaji kami naik menjadi Rp2.500.000.00."
Wakil Pabrik: "Sudah saya katakan. Saya hanya bisa menaikkan gaji buruh menjadi Rp2.000.000,00."
Wakil Buruh: "Kalau bisa, tolong diusahakan lebih dari itu Pak.”
Wakil Pabrik: "Baiklah. akan saya coba upayakan. Sekarang, tolong kendalikan teman-teman Anda. Kembalilah bekerja."
Wakil Buruh: "Baik, Pak. Terima kasih atas kebijakannya. Boleh saya keluar?”
Wakil Pabrik: "Ya, silakan.”
Wakil Buruh: "Terima kasih. Pak. Selamat siang."
Wakil Pabrik: "Selamat siang.” (keduanya bersalaman)
Tunjukkan proses pengajuan dalam kedua teks tersebut!
3
0.0
Jangan berkecil hati dalam menghadapi masalah ini!
Ungkapan kecil hati dalam kalimat tersebut bermakna...
2
5.0
Bacalah teks biografi berikut!
Di Indonesia, Bob Sadino bekerja di PT UNILEVER Indonesia. Suatu hari Om Bob memutuskan untuk keluar dari perusahaan tempat ia bekerja karena pola pikirnya yang ingin maju dan sukses secara mandiri. Om Bob tidak ingin kerja terikat dan terus-menerus diperintah oleh atasan. Sang istri pun, mendukung keputusan Om Bob. Tekad Om Bob sudah bulat. la lalu membuka usaha penyewaan mobil mercedes miliknya dan memberanikan diri untuk menjadi sopir. Namun, usaha Bob Sadino yang pertama ini tidak berjalan lancar. Mobil mercedesnya mengalami kerusakan akibat kecelakaan. Om Bob tentu saja tidak dapat membiayai kerusakannya. Jatuh bangun kehidupannya tidak membuat semangatnya surut. Om Bob lalu mencoba cara lain untuk menafkahi keluarganya. la pun melakoni pekerjaan sebagai tukang batu yang hanya dihargai Rp100,00. Kondisi ini tentu saja membuat Bob Sadino sangat depresi dan sedih. Kehidupan yang tadinya dirasa aman dan masih di atas roda telah berbalik 180 derajat saat itu. Namun, pengalaman hidup yang getir itu tidak lantas membuat Bob Sadino patah arang. Semangat juangnya terus membara untuk menyongsong masa depan yang lebih baik bersama anak istrinya.
Disadur dari: https://www.maxmanroe.com/bob-sadino-pengusaha.nyentrik-nan-inspiratif.html, diunduh 28 Maret 2016
Pernyataan yang sesuai dengan teks biografi tersebut adalah...
3
5.0
Perhatikan kedua teks berikut!
Teks 1
Membeli Apel di Pasar
Bu Rinda: "Selamat siang, Pak."
Penjual Buah: "Selamat siang."
Bu Rinda: "Ada apel, Pak?"
Penjual Buah: "Ada. Silakan dipilih dahulu!"
Bu Rinda: "Kalau apel merah harganya berapa, Pak?"
Penjual Buah: "Sekilonya dua puluh lima ribu."
Bu Rinda: "Ya, mahal sekali, Pak"
Penjual Buah: "Memang segitu harganya."
Bu Rinda: "Kalau dua puluh ribu bagaimana, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu."
Bu Rinda: " Bagaimana kalau dua puluh satu ribu, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu. Saya masih rugi kalau segitu."
Bu Rinda: "Ayolah, Pak. Anak saya ingin sekali makan apel."
Penjual Buah: "Begini saja, bagaimana kalau dua puluh empat ribu."
Bu Rinda: "Dua puluh tiga ribu ya, Pak."
Penjual Buah: "Ya sudah, Bu. Setuju. Hitung-hitung sebagi penglaris. "
Bu Rinda: "Ini uangnya, Pak."
Penjual Buah: "Iya, Bu. Ini apel merahnya, terima kasih."
Bu Rinda: "Sama-sama. Mari, Pak."
Penjual Buah: "Mari, Bu. Hati-hati di jalan."
Teks 2
Demonstrasi Meminta Kenaikan Gaji Buruh PT Permata Citra
Buruh PT Permata Citra melakukan demonstrasi meminta kenaikan gaji. Setelah lama berdemonstrasi, perwakilan PT Permata Citra menerima perwakilan buruh untuk bernegosiasi. Negosiasi tersebut bertangsung tertutup dan dijaga beberapa petugas pengamanan perusahaan.
Wakil Buruh: "Selamat pagi, Pak."
Wakil Pabrik: "Selamat pagi. Mari, silakan duduk."
Wakil Buruh: “Terima kasih, Pak."
Wakil Pabrik: "Saya, Robert. Perkenalkan diri Anda."
Wakil Buruh: "Saya Budi, Pak. Saya wakil dari teman-teman buruh untuk bertemu dengan Anda." (bersalaman)
Wakil Pabrik: "Saya ingin tahu, sebenarnya apa alasan para buruh melakukan aksi demonstrasi?"
Wakil Buruh: "Jadi begini. Pak. Teman-teman buruh ingin memperbaiki kesejahteraan mereka.”
Wakil Pabrik: "Maksudnya?"
Wakil Buruh: "Kami sebagai buruh sudah merasa bekerja keras, Pak. Oleh karena itu, kami meminta pihak perusahaan menaikkan gaji kami."
Wakil Pabrik: "Berapa kenaikan gaji yang diinginkan para buruh?"
Wakil Buruh: "Gaji kami sebagai buruh saat ini Rp1.500.000,00. Gaji tersebut kami rasa tidak dapat mencukupi kebutuhan bulanan kami. Apalagi, keadaan sekarang memaksa kami berpikir keras untuk dapat bertahan hidup di kota ini. Oleh karena itu, kami minta kenaikan gaji menjadi Rp2.500.000,00."
Wakil Pabrik: "Itu tidak mungkin. Saat ini perusahaan mempunyai banyak beban produksi. Kenaikan bahan baku menjadi penyebab utama sikap perusahaan. Apalagi, perusahaan harus menanggung biaya listrik dan biaya operasional lainnya. Kenaikan tersebut belum bisa kami lakukan sekarang.”
Wakil Buruh: “Kalau memang begitu adanya. Pak. Kami akan terus melakukan aksi demonstrasi dan mogok kerja."
Wakil Pabrik: “Tidak bisa begitu."
Wakil Pabrik: "Kita cari jalan tengahnya saja. Saya akan mengusulkan kenaikan gaji buruh kepada direksi. Akan tetapi, kenaikan yang dapat saya janjikan hanya sampai Rp2.000.000,00. Anda sebagai perwakilan buruh seharusnya juga memahami kesulitan perusahaan akibat krisis global yang sedang terjadi. Perusahaan mana pun pasti akan kesulitan dalam menangani masalah ini."
Wakil Buruh: “Tidak bisa, Pak. Kami minta gaji kami naik menjadi Rp2.500.000.00."
Wakil Pabrik: "Sudah saya katakan. Saya hanya bisa menaikkan gaji buruh menjadi Rp2.000.000,00."
Wakil Buruh: "Kalau bisa, tolong diusahakan lebih dari itu Pak.”
Wakil Pabrik: "Baiklah. akan saya coba upayakan. Sekarang, tolong kendalikan teman-teman Anda. Kembalilah bekerja."
Wakil Buruh: "Baik, Pak. Terima kasih atas kebijakannya. Boleh saya keluar?”
Wakil Pabrik: "Ya, silakan.”
Wakil Buruh: "Terima kasih. Pak. Selamat siang."
Wakil Pabrik: "Selamat siang.” (keduanya bersalaman)
Apakah kedua teks tersebut termasuk teks negosiasi? Jelaskan pendapat Anda!
1
0.0
Cermatilah teks negosiasi berikut!
Demonstrasi Meminta Kenaikan Gaji Buruh PT Permata Citra
(Sumber:http://www.koranperdjoeangan.com/wp-conten/uploads/
2015/12/IMG_20151222_1306041.jpg. diunduh 30 Mel 2016)
Buruh PT Permata Citra melakukan demonstrasi meminta kenaikan gaji. Setelah lama berdemonstrasi, perwakilan PT Permata Citra menerima perwakilan buruh untuk bernegosiasi. Negosiasi tersebut bertangsung tertutup dan dijaga beberapa petugas pengamanan perusahaan.
Wakil Buruh: "Selamat pagi, Pak."
Wakil Pabrik: "Selamat pagi. Mari, silakan duduk."
Wakil Buruh: “Terima kasih, Pak."
Wakil Pabrik: "Saya, Robert. Perkenalkan diri Anda."
Wakil Buruh: "Saya Budi, Pak. Saya wakil dari teman-teman buruh untuk bertemu dengan Anda." (bersalaman)
Wakil Pabrik: "Saya ingin tahu, sebenarnya apa alasan para buruh melakukan aksi demonstrasi?"
Wakil Buruh: "Jadi begini. Pak. Teman-teman buruh ingin memperbaiki kesejahteraan mereka.”
Wakil Pabrik: "Maksudnya?"
Wakil Buruh: "Kami sebagai buruh sudah merasa bekerja keras, Pak. Oleh karena itu, kami meminta pihak perusahaan menaikkan gaji kami."
Wakil Pabrik: "Berapa kenaikan gaji yang diinginkan para buruh?"
Wakil Buruh: "Gaji kami sebagai buruh saat ini Rp1.500.000,00. Gaji tersebut kami rasa tidak dapat mencukupi kebutuhan bulanan kami. Apalagi, keadaan sekarang memaksa kami berpikir keras untuk dapat bertahan hidup di kota ini. Oleh karena itu, kami minta kenaikan gaji menjadi Rp2.500.000,00."
Wakil Pabrik: "Itu tidak mungkin. Saat ini perusahaan mempunyai banyak beban produksi. Kenaikan bahan baku menjadi penyebab utama sikap perusahaan. Apalagi, perusahaan harus menanggung biaya listrik dan biaya operasional lainnya. Kenaikan tersebut belum bisa kami lakukan sekarang.”
Wakil Buruh: “Kalau memang begitu adanya. Pak. Kami akan terus melakukan aksi demonstrasi dan mogok kerja."
Wakil Pabrik: “Tidak bisa begitu."
Wakil Pabrik: "Kita cari jalan tengahnya saja. Saya akan mengusulkan kenaikan gaji buruh kepada direksi. Akan tetapi, kenaikan yang dapat saya janjikan hanya sampai Rp2.000.000,00. Anda sebagai perwakilan buruh seharusnya juga memahami kesulitan perusahaan akibat krisis global yang sedang terjadi. Perusahaan mana pun pasti akan kesulitan dalam menangani masalah ini."
Wakil Buruh: “Tidak bisa, Pak. Kami minta gaji kami naik menjadi Rp2.500.000.00."
Wakil Pabrik: "Sudah saya katakan. Saya hanya bisa menaikkan gaji buruh menjadi Rp2.000.000,00."
Wakil Buruh: "Kalau bisa, tolong diusahakan lebih dari itu Pak.”
Wakil Pabrik: "Baiklah. akan saya coba upayakan. Sekarang, tolong kendalikan teman-teman Anda. Kembalilah bekerja."
Wakil Buruh: "Baik, Pak. Terima kasih atas kebijakannya. Boleh saya keluar?”
Wakil Pabrik: "Ya, silakan.”
Wakil Buruh: "Terima kasih. Pak. Selamat siang."
Wakil Pabrik: "Selamat siang.” (keduanya bersalaman)
Bagaimana kesepakatan yang terjadi antara Budi selaku wakil buruh PT Permata Citra dengan Robert selaku perwakilan PT Permata Citra?
1
0.0
Cermatilah teks negosiasi berikut!
Demonstrasi Meminta Kenaikan Gaji Buruh PT Permata Citra
(Sumber:http://www.koranperdjoeangan.com/wp-conten/uploads/
2015/12/IMG_20151222_1306041.jpg. diunduh 30 Mel 2016)
Buruh PT Permata Citra melakukan demonstrasi meminta kenaikan gaji. Setelah lama berdemonstrasi, perwakilan PT Permata Citra menerima perwakilan buruh untuk bernegosiasi. Negosiasi tersebut bertangsung tertutup dan dijaga beberapa petugas pengamanan perusahaan.
Wakil Buruh: "Selamat pagi, Pak."
Wakil Pabrik: "Selamat pagi. Mari, silakan duduk."
Wakil Buruh: “Terima kasih, Pak."
Wakil Pabrik: "Saya, Robert. Perkenalkan diri Anda."
Wakil Buruh: "Saya Budi, Pak. Saya wakil dari teman-teman buruh untuk bertemu dengan Anda." (bersalaman)
Wakil Pabrik: "Saya ingin tahu, sebenarnya apa alasan para buruh melakukan aksi demonstrasi?"
Wakil Buruh: "Jadi begini. Pak. Teman-teman buruh ingin memperbaiki kesejahteraan mereka.”
Wakil Pabrik: "Maksudnya?"
Wakil Buruh: "Kami sebagai buruh sudah merasa bekerja keras, Pak. Oleh karena itu, kami meminta pihak perusahaan menaikkan gaji kami."
Wakil Pabrik: "Berapa kenaikan gaji yang diinginkan para buruh?"
Wakil Buruh: "Gaji kami sebagai buruh saat ini Rp1.500.000,00. Gaji tersebut kami rasa tidak dapat mencukupi kebutuhan bulanan kami. Apalagi, keadaan sekarang memaksa kami berpikir keras untuk dapat bertahan hidup di kota ini. Oleh karena itu, kami minta kenaikan gaji menjadi Rp2.500.000,00."
Wakil Pabrik: "Itu tidak mungkin. Saat ini perusahaan mempunyai banyak beban produksi. Kenaikan bahan baku menjadi penyebab utama sikap perusahaan. Apalagi, perusahaan harus menanggung biaya listrik dan biaya operasional lainnya. Kenaikan tersebut belum bisa kami lakukan sekarang.”
Wakil Buruh: “Kalau memang begitu adanya. Pak. Kami akan terus melakukan aksi demonstrasi dan mogok kerja."
Wakil Pabrik: “Tidak bisa begitu."
Wakil Pabrik: "Kita cari jalan tengahnya saja. Saya akan mengusulkan kenaikan gaji buruh kepada direksi. Akan tetapi, kenaikan yang dapat saya janjikan hanya sampai Rp2.000.000,00. Anda sebagai perwakilan buruh seharusnya juga memahami kesulitan perusahaan akibat krisis global yang sedang terjadi. Perusahaan mana pun pasti akan kesulitan dalam menangani masalah ini."
Wakil Buruh: “Tidak bisa, Pak. Kami minta gaji kami naik menjadi Rp2.500.000.00."
Wakil Pabrik: "Sudah saya katakan. Saya hanya bisa menaikkan gaji buruh menjadi Rp2.000.000,00."
Wakil Buruh: "Kalau bisa, tolong diusahakan lebih dari itu Pak.”
Wakil Pabrik: "Baiklah. akan saya coba upayakan. Sekarang, tolong kendalikan teman-teman Anda. Kembalilah bekerja."
Wakil Buruh: "Baik, Pak. Terima kasih atas kebijakannya. Boleh saya keluar?”
Wakil Pabrik: "Ya, silakan.”
Wakil Buruh: "Terima kasih. Pak. Selamat siang."
Wakil Pabrik: "Selamat siang.” (keduanya bersalaman)
Adakah perbedaan kepentingan dari kedua pihak? Jelaskan!
6
0.0
Cermatilah teks negosiasi berikut!
Demonstrasi Meminta Kenaikan Gaji Buruh PT Permata Citra
(Sumber:http://www.koranperdjoeangan.com/wp-conten/uploads/
2015/12/IMG_20151222_1306041.jpg. diunduh 30 Mel 2016)
Buruh PT Permata Citra melakukan demonstrasi meminta kenaikan gaji. Setelah lama berdemonstrasi, perwakilan PT Permata Citra menerima perwakilan buruh untuk bernegosiasi. Negosiasi tersebut bertangsung tertutup dan dijaga beberapa petugas pengamanan perusahaan.
Wakil Buruh: "Selamat pagi, Pak."
Wakil Pabrik: "Selamat pagi. Mari, silakan duduk."
Wakil Buruh: “Terima kasih, Pak."
Wakil Pabrik: "Saya, Robert. Perkenalkan diri Anda."
Wakil Buruh: "Saya Budi, Pak. Saya wakil dari teman-teman buruh untuk bertemu dengan Anda." (bersalaman)
Wakil Pabrik: "Saya ingin tahu, sebenarnya apa alasan para buruh melakukan aksi demonstrasi?"
Wakil Buruh: "Jadi begini. Pak. Teman-teman buruh ingin memperbaiki kesejahteraan mereka.”
Wakil Pabrik: "Maksudnya?"
Wakil Buruh: "Kami sebagai buruh sudah merasa bekerja keras, Pak. Oleh karena itu, kami meminta pihak perusahaan menaikkan gaji kami."
Wakil Pabrik: "Berapa kenaikan gaji yang diinginkan para buruh?"
Wakil Buruh: "Gaji kami sebagai buruh saat ini Rp1.500.000,00. Gaji tersebut kami rasa tidak dapat mencukupi kebutuhan bulanan kami. Apalagi, keadaan sekarang memaksa kami berpikir keras untuk dapat bertahan hidup di kota ini. Oleh karena itu, kami minta kenaikan gaji menjadi Rp2.500.000,00."
Wakil Pabrik: "Itu tidak mungkin. Saat ini perusahaan mempunyai banyak beban produksi. Kenaikan bahan baku menjadi penyebab utama sikap perusahaan. Apalagi, perusahaan harus menanggung biaya listrik dan biaya operasional lainnya. Kenaikan tersebut belum bisa kami lakukan sekarang.”
Wakil Buruh: “Kalau memang begitu adanya. Pak. Kami akan terus melakukan aksi demonstrasi dan mogok kerja."
Wakil Pabrik: “Tidak bisa begitu."
Wakil Pabrik: "Kita cari jalan tengahnya saja. Saya akan mengusulkan kenaikan gaji buruh kepada direksi. Akan tetapi, kenaikan yang dapat saya janjikan hanya sampai Rp2.000.000,00. Anda sebagai perwakilan buruh seharusnya juga memahami kesulitan perusahaan akibat krisis global yang sedang terjadi. Perusahaan mana pun pasti akan kesulitan dalam menangani masalah ini."
Wakil Buruh: “Tidak bisa, Pak. Kami minta gaji kami naik menjadi Rp2.500.000.00."
Wakil Pabrik: "Sudah saya katakan. Saya hanya bisa menaikkan gaji buruh menjadi Rp2.000.000,00."
Wakil Buruh: "Kalau bisa, tolong diusahakan lebih dari itu Pak.”
Wakil Pabrik: "Baiklah. akan saya coba upayakan. Sekarang, tolong kendalikan teman-teman Anda. Kembalilah bekerja."
Wakil Buruh: "Baik, Pak. Terima kasih atas kebijakannya. Boleh saya keluar?”
Wakil Pabrik: "Ya, silakan.”
Wakil Buruh: "Terima kasih. Pak. Selamat siang."
Wakil Pabrik: "Selamat siang.” (keduanya bersalaman)
Mengapa pihak buruh melakukan demonstrasi kenaikan gaji?
4
1.0
Bacalah teks berikut!
Ketidakberdayaan Bahasa Indonesia dalam Interaksi Antarbahasa
Moderator: Selamat pagi. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas banyaknya kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia. Banyaknya pemakaian kosakata asing dalam bahasa Indonesia karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Saya persilakan kepada tim A, tim B, dan tim C untuk mengemukakan pendapatnya mengenai topik ini.
Tim A: Kami setuju bahwa kosakata bahasa asing masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Bahasa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peranan bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun bahasa asing. Peranan bahasa asing dalam bahasa Indonesia membuktikan adanya kontak atau hubungan antarbahasa sehingga timbul penyerapan bahasa-bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengandalkan kosakata asing yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Penyerapan tersebut membuktikan bahwa ketergantungan bahasa Indonesia terhadap bahasa asing menjadikan bahasa Indonesia sulit berinteraksi antarbahasa tanpa bantuan kosakata asing. Masuknya kosakata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia membuktikan bahwa semakin banyak orang yang mampu berkomunikasi dengan baik sehingga proses transfer ilmu pengetahuan berjalan dengan cepat. Kosakata serapan bahasa asing tersebut mempermudah kita dalam mempelajari, memahami, sekaligus berinteraksi dengan bangsa lain. Tanpa bantuan bahasa asing yang masuk kedalam bahasa Indonesia, bahasa Indonesia belum mampu menunjukkan eksistensinya dalam interaksi antarbahasa. Banyak kosakata serapan bahasa asing dalam bahasa Indonesia sehingga peran bahasa Indonesia masih diragukan. Banyak orang lebih familiar dengan kosakata serapan dari bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Dengan demikian, kami tetap setuju bahwa kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia membuktikan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa.
Tim B: Kami tidak setuju bahwa banyaknya kosakata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia disebabkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Kosakata bahasa asing masuk ke dalam bahasa Indonesia hanya digunakan sebagai padanan kata. Padanan kata ini bagi sebagian orang lebih mudah dipahami. Namun, pada intinya dalam bahasa Indonesia, telah ada kosakata yang berkaitan dengan kosakata asing tersebut. Kata snack, misalnya, lebih sering kita dengar daripada padanan katanya dalam bahasa Indonesia makanan ringan. Dalam permasalahan ini, kosakata asing hanya sebagai variasi kata bagi sebagian kalangan. Bahasa Indonesia mampu berinteraksi dengan bahasa lain karena memiliki banyak variasi kosakata. Kosakata bahasa asing hanya digunakan dan dimengerti bagi kalangan tertentu saja. Namun, bahasa Indonesia dimengerti dan digunakan oleh hampir semua kalangan. Artinya meskipun banyak kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia. eksistensi bahasa Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan kosakata bahasa asing baik yang telah dibakukan maupun belum dibakukan ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mampu berinteraksi dengan bahasa lain tanpa bantuan dari kosakata bahasa asing. Masuknya kosakata bahasa asing bukan disebabkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa, melainkan lebih kepada masyarakat yang ingin selalu merasa berpendidikan tinggi dan merasa terhormat jika menggunakan kosakata bahasa asing. Dengan demikian, tim kami tetap tidak setuju jika kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia menunjukkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa.
Tim C: Kami sebagai pihak netral menganggap bahwa kemampuan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa dapat diwujudkan jika porsi penggunaan bahasa Indonesia seimbang dengan kosakata bahasa asing. Apabila seseorang menggunakan bahasa asing yang telah dibakukan seperti kata atom, vitamin, dan unit, tentunya ini bukan merupakan masalah karena bahasa asing itu sudah menjadi padanan dalam bahasa Indonesia. Akan tetapi, apabila pengguna bahasa Indonesia menggunakan bahasa asing yang belum dibakukan, akan mengancam keberadaan bahasa Indonesia. Penggunaan kosakata asing dalam bahasa Indonesia tidak selalu diidentikkan dengan dampak negatif. Penggunaan kosakata asing juga mempunyai sisi positif yakni mempermudah kegiatan berkomunikasi. Namun, dengan adanya sosialisasi padanan bahasa Indonesia dari bahasa asing diharapkan kelak tidak lagi terdapat wacana bahwa kosakata bahasa asing lebih akrab di telinga para pengguna bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa Indonesia.
Disadur dari: htlps://id.scribd.conrcloc/285837571/MATERI-DEBAT-BAHASA-INDONESIA, diunduh 10 Maret 2016
Apa saja pernyataan tim yang bersikap netral dalam perdebatan tersebut?
1
0.0
Cermatilah teks negosiasi berikut!
Membeli Apel di Pasar
(Sumber: http://www.dprdpayakumbuh.files.wordpress.com,
diunduh 30 Mei 2016)
Bu Rinda: "Selamat siang, Pak."
Penjual Buah: "Selamat siang."
Bu Rinda: "Ada apel, Pak?"
Penjual Buah: "Ada. Silakan dipilih dahulu!"
Bu Rinda: "Kalau apel merah harganya berapa, Pak?"
Penjual Buah: "Sekilonya dua puluh lima ribu."
Bu Rinda: "Ya, mahal sekali, Pak"
Penjual Buah: "Memang segitu harganya."
Bu Rinda: "Kalau dua puluh ribu bagaimana, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu."
Bu Rinda: " Bagaimana kalau dua puluh satu ribu, Pak?"
Penjual Buah: "Belum dapat, Bu. Saya masih rugi kalau segitu."
Bu Rinda: "Ayolah, Pak. Anak saya ingin sekali makan apel."
Penjual Buah: "Begini saja, bagaimana kalau dua puluh empat ribu."
Bu Rinda: "Dua puluh tiga ribu ya, Pak."
Penjual Buah: "Ya sudah, Bu. Setuju. Hitung-hitung sebagi penglaris. "
Bu Rinda: "Ini uangnya, Pak."
Penjual Buah: "Iya, Bu. Ini apel merahnya, terima kasih."
Bu Rinda: "Sama-sama. Mari, Pak."
Penjual Buah: "Mari, Bu. Hati-hati di jalan."
Bagaimana proses pengajuan dan penawaran dalam teks tersebut?
11
0.0
Bacalah teks berikut!
Ketidakberdayaan Bahasa Indonesia dalam Interaksi Antarbahasa
Moderator: Selamat pagi. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas banyaknya kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia. Banyaknya pemakaian kosakata asing dalam bahasa Indonesia karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Saya persilakan kepada tim A, tim B, dan tim C untuk mengemukakan pendapatnya mengenai topik ini.
Tim A: Kami setuju bahwa kosakata bahasa asing masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia karena ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Bahasa Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peranan bahasa lain, baik dari bahasa daerah maupun bahasa asing. Peranan bahasa asing dalam bahasa Indonesia membuktikan adanya kontak atau hubungan antarbahasa sehingga timbul penyerapan bahasa-bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengandalkan kosakata asing yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Penyerapan tersebut membuktikan bahwa ketergantungan bahasa Indonesia terhadap bahasa asing menjadikan bahasa Indonesia sulit berinteraksi antarbahasa tanpa bantuan kosakata asing. Masuknya kosakata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia membuktikan bahwa semakin banyak orang yang mampu berkomunikasi dengan baik sehingga proses transfer ilmu pengetahuan berjalan dengan cepat. Kosakata serapan bahasa asing tersebut mempermudah kita dalam mempelajari, memahami, sekaligus berinteraksi dengan bangsa lain. Tanpa bantuan bahasa asing yang masuk kedalam bahasa Indonesia, bahasa Indonesia belum mampu menunjukkan eksistensinya dalam interaksi antarbahasa. Banyak kosakata serapan bahasa asing dalam bahasa Indonesia sehingga peran bahasa Indonesia masih diragukan. Banyak orang lebih familiar dengan kosakata serapan dari bahasa asing dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Dengan demikian, kami tetap setuju bahwa kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia membuktikan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa.
Tim B: Kami tidak setuju bahwa banyaknya kosakata bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia disebabkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa. Kosakata bahasa asing masuk ke dalam bahasa Indonesia hanya digunakan sebagai padanan kata. Padanan kata ini bagi sebagian orang lebih mudah dipahami. Namun, pada intinya dalam bahasa Indonesia, telah ada kosakata yang berkaitan dengan kosakata asing tersebut. Kata snack, misalnya, lebih sering kita dengar daripada padanan katanya dalam bahasa Indonesia makanan ringan. Dalam permasalahan ini, kosakata asing hanya sebagai variasi kata bagi sebagian kalangan. Bahasa Indonesia mampu berinteraksi dengan bahasa lain karena memiliki banyak variasi kosakata. Kosakata bahasa asing hanya digunakan dan dimengerti bagi kalangan tertentu saja. Namun, bahasa Indonesia dimengerti dan digunakan oleh hampir semua kalangan. Artinya meskipun banyak kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam bahasa Indonesia. eksistensi bahasa Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan kosakata bahasa asing baik yang telah dibakukan maupun belum dibakukan ke dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mampu berinteraksi dengan bahasa lain tanpa bantuan dari kosakata bahasa asing. Masuknya kosakata bahasa asing bukan disebabkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa, melainkan lebih kepada masyarakat yang ingin selalu merasa berpendidikan tinggi dan merasa terhormat jika menggunakan kosakata bahasa asing. Dengan demikian, tim kami tetap tidak setuju jika kosakata bahasa asing yang masuk ke dalam penggunaan bahasa Indonesia menunjukkan ketidakberdayaan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa.
Tim C: Kami sebagai pihak netral menganggap bahwa kemampuan bahasa Indonesia dalam interaksi antarbahasa dapat diwujudkan jika porsi penggunaan bahasa Indonesia seimbang dengan kosakata bahasa asing. Apabila seseorang menggunakan bahasa asing yang telah dibakukan seperti kata atom, vitamin, dan unit, tentunya ini bukan merupakan masalah karena bahasa asing itu sudah menjadi padanan dalam bahasa Indonesia. Akan tetapi, apabila pengguna bahasa Indonesia menggunakan bahasa asing yang belum dibakukan, akan mengancam keberadaan bahasa Indonesia. Penggunaan kosakata asing dalam bahasa Indonesia tidak selalu diidentikkan dengan dampak negatif. Penggunaan kosakata asing juga mempunyai sisi positif yakni mempermudah kegiatan berkomunikasi. Namun, dengan adanya sosialisasi padanan bahasa Indonesia dari bahasa asing diharapkan kelak tidak lagi terdapat wacana bahwa kosakata bahasa asing lebih akrab di telinga para pengguna bahasa Indonesia dibandingkan dengan bahasa Indonesia.
Disadur dari: htlps://id.scribd.conrcloc/285837571/MATERI-DEBAT-BAHASA-INDONESIA, diunduh 10 Maret 2016
Siapakah pihak yang mendukung topik yang dibahas?
1
1.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia