Urutkan
Bacalah kutipan cerpen berikut!
"Ini uang upah menyapu yang kamu berikan padaku tempo hari,” jelas Yusa dengan tersenyum di bibirnya. Dipandangnya Sam dengan pandangan berpijar. “Aku tahu sekarang mengapa kamu pelit jajan. Aku pun merasa amat sayang bila harus jajan dengan uang ini. Karena ....“
“Itu uang ajaib!’ potong Sam.
“Ya. Uang ini mengandung nilai perjuangan!” cetus Yusa pasti. Sam mengangkat alisnya tinggi. Lantas tersenyum sendiri. “Uang ini akan kujadikan modal,” lanjut Yusa mengagetkan.
"Modal?"
“Tentu kutambahi dengan uang tabungan dari dalam celengan. Akan kubelikan ayam. Aku ingin beternak. Agar sering-sering memiliki uang ajaib.” Sam tertawa, Yusa juga. Matahari semakin terik. Namun, rasa haus terlupakan begitu saja. Mereka berjalan ke luar kelas.
Latar kutipan cerpen tersebut adalah ....
1
0.0
Perhatikan denah berikut!
Arah perjalanan yang paling efektif menuju stadion olahraga dan sekolah adalah ....
1
0.0
Perhatikan denah berikut!
Letak bank berdasarkan denah tersebut adalah ....
11
0.0
Bacalah kalimat berikut!
Susunan kalimat laporan tersebut yang tepat adalah …
1
0.0
Perhatikan grafik berikut!
Penjelasan yang sesuai dengan isi grafik tersebut adalah .....
1
0.0
Bacalah kutipan biografi berikut!
Prof. Dr. Fuad Hasan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tak pernah bercita-cita menjadi menteri. Dia piawai menggesek biola dan sering membolos sekolah untuk main bola. Pada tahun 1950 ia bermaksud mengasah kemampuan musiknya ke Roma, Italia, akan tetapi niat itu diurungkan dan akhirnya memilih masuk Fakultas Psikologi UI. Ketika menjadi menteri dia tidak mengganti kurikulum karena dikhawatirkan menimbulkan keresahan masyarakat, anak didik, dan juga guru. Dia orang pemimpin yang bersahaja yang menikmati hidup apa adanya sebagai rahrnat Tuhan.
Hal yang tepat untuk diteladani pada tokoh kutipan biografi tersebut adalah ....
1
0.0
PENERIMAAN
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Ku tahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan tunduk ! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Untukku sendiri tapi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi
(Chairil Anwar)
Maksud larik pertama puisi tersebut adalah ...
13
2.0
PENERIMAAN
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Ku tahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan tunduk ! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kau kembali
Untukku sendiri tapi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi
(Chairil Anwar)
Kata cermin dalam puisi tersebut melambangkan
1
1.0
Novi juga ikut menyibukkan diri di dapur, pekerjaan yang menyebabkan ia sesak nafas karena bahan bakar untuk memasak itu bukan gas, juga bukan minyak tanah, tetapi kayu. Asapnya mengakibatkan tenggorokannya sakit, bahkan juga memancing mual yang akhirnya tak bisa ditahan. Bu Humaini memperhatikan keadaan itu. Sebagai perempuan, Bu Humaini segera mengetahui perempuan cantik itu sengan dalam keadaan hamil.
"Sudah berapa bulan?" tanya Bu Humaini
Novi terkaget-kaget.
"Maaf, apa yang sudah berapa bulan, Bu?"
:Hamilmu? tanya Bu Humaini, lagi.
"Baru .. dua bulan, " Jawab Novi agak gugup dan dengan segera berusaha menguasai diri
Novi bergegas menuju kamar mandi untuk meredakan keadaan yang sangat menyiksa itu.
Amanat yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ...
111
0.0
"Maniek, mereka adalah orang tuamu. Tanpa mereka kau tak akan pernah ada di dunia, inget?" katanya.
"Mereka membencimu, ingat? BUnda menghinamu, ingat?" Aku mengingatkannya.
Mustafa tertawa. "Mereka sekerang mengasihiku, bukan?"
"Apakah kau tak punya harga diri? Tak ingat penghinaan ibuku?"
" Dengan caranya yang terhormat, ibumu telah meminta maaf!"
(Rumah Tanpa Cinta, Titiek W.S.)
Keterkaitan nilai moral dengan kehidipan sehari-hari dalam kutipan tersebut adalah
1
0.0
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia