Iklan
Pertanyaan
Bacalah teks berikut dengan saksama.
"Aku ingin bicara juga dengan istrimu," kata ayah Ismail, dengan permohonan yang lembut. Tapi Umi, ibu Ulfa menahan rasa takut, getar dalam dada. Guncangan tertahan itu diredakannya.
"Begini, Abah Lutfi. Saya datang sore Ini untuk meminang Ulfa bagi Ismail. Saya sudah tua, tak bisa memberikan apa pun bagi anak saya itu, kecuali mencarikannya jodoh."
Terdiam. Lama. Belahan wajah hitam ayah Ismail seperti bara terembus angin. Lelaki tua itu mengambil napas, dan meredakan rasa murka. Dipandanginya Abah Lutfi yang tersenyum.
"Aku serahkan pinangan ini pada Ulfa," sahut Abah Lutfi. (...)
(Sumber: Kompas.com)
Variasi untuk mengembangkan teks cerpen tersebut adalah ....
Dengan lembut, ayah Ismail minta pada Abah Lutfi agar bisa bicara juga pada istri Abah Lutfi, lbu Ulfa. Tapi sepertinya lbu Ulfa merasa takut. Ia merasakan getaran di dadanya.
Ayah Ismail berharap agar dirinya bisa berbicara juga pada istrinya. Tapi rasanya, lbu Ulfa ketakutan. Gemuruh di dadanya ia rasakan menahan rasa takut.
Pelan-pelan Abah Lutfi minta pada ayah Ismail agar bisa bicara dengan istrinya. Namun, lbu Ulfa tidak bersedia. Ia menahan rasa takut yang tak terkira.
Abah Lutfi datang menemui ayah Ismail dengan tujuan untuk meminang Ulfa untuk anaknya, Ismail. Dia datang dengan bersuara lembut. Namun, lbu Ulfa merasa ketakutan.
Permintaan ayah Ismail agar bisa berbicara dengan istriya disambut dingin oleh Abah Lutfi. Dengan menahan kesabaran, Abah Lutfi sebetulnya tidak suka dengan kehadirannya.
Iklan
N. Puspita
Master Teacher
2
0.0 (0 rating)
Iklan
RUANGGURU HQ
Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860
Produk Ruangguru
Bantuan & Panduan
Hubungi Kami
©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia