Roboguru

Untuk menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah, pemerintah membentuk pasukan Bariteng Raiders dan melancarkan Operasi ....

Pertanyaan

Untuk menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah, pemerintah membentuk pasukan Bariteng Raiders dan melancarkan Operasi ....

  1. Pagar Betis

  2. Gerakan Banteng Negara

  3. Mena I

  4. Sadar

  5. 17 Agustus

Pembahasan Soal:

Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah terjadi pada tahun 1945-1950 yang dilatarbelakangi dengan adanya penandatanganan Perjanjian Renville. Pemberontakan ini dipimpin oleh Amir Fatah. Pemerintah Indonesia membentuk pasukan khusus untuk menumpas gerakan pemberontak DI/TII di Jawa Tengah, di mana pasukan khusus ini diberi nama Gerakan Banteng Nasional (GBN). Pasukan khusus ini dipimpin oleh Letnal Kolonel Sarbini, Letnan Kolonel Bachrum, dan Letnan Kolonel Ahmad Yani. Unsur penting yang ada di dalam GBN adalah Banteng Raiders, yakni sebuah pasukan elit di bawah kepemimpinan Ahmad Yani untuk memburu gerilya DI/TII.

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

I. Agung

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

No Nama Pemberontakan Tokoh/ Penggerak Penyebab Upaya Penyelesaian Dampak 3. DI/TII di Jawa Tengah

Pembahasan Soal:

Jadi, Pemberontakan DI/TII Jawa Tengah karena kekecewaan atas Perjanjian Renville. Gerakan ini dipimpin oleh Amir Fatah dan dalam penumpasannya dibentuk GBN (Gerakan Benteng Nasional), dampak kepada masyarakat sekitar timbulnya keresahan.

0

Roboguru

Pasukan khusus yang dibentuk pemerintah untuk menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah dalam praktiknya menerapkan taktik dan strategi sebagai berikut ....

Pembahasan Soal:

Pasukan Raiders melakukan serangkaian operasi kilat dalam menumpas DI/TII di Jawa Tengah yaitu dengan melakukan pengepungan terhadap pasukan Amir Fatah dan membuat  mereka akhirnya menyerah. Berkat operasi kilat inilah, akhirnya pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah dapat ditumpas pada tahun 1954. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.

0

Roboguru

Untuk menumpas pemberontakan DI/TII Kartosuwiryo, A.H. Nasution menerapkan strategi Pagar Betis. Strategi tersebut dilaksanakan dengan cara ....

Pembahasan Soal:

Pada 1 April 1962 pemerintah melancarkan Operasi Bharatayudha untuk menumpas pemberontakan DI/TII Kartosuwiryo. DI/TII semakin terdesak dan satu persatu komandannya menyerahkan diri. Selanjutnya A.H. Nasution menerapkan strategi Pasukan Gabungan Rakyat Berantas Tentara Islam (Pagar Betis). Strategi Pagar Betis ini dilakukan dengan cara menghimpun keterangan dari para pemimpin DI/TII yang telah tertangkap.

Dengan demikian, maka jawaban yang tepat adalah D.

5

Roboguru

Bagaimana penyelesaian pemberontakan Darul Islam.

Pembahasan Soal:

Pada 2 Syawal 1368 H bertepatan dengan 7 Agustus 1949, Sekarmadji Maridjan Kartosoewirdjo memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia di Tasikmalaya, Jawa Barat. Gerakannya dikenal dengan nama Darul Islam/Tentara Islam Indonesia atau DII/TII. Kartosoewirdjo yang ikut dalam perang kemerdekaan kecewa atas sikap pemerintah Indonesia yang mau menerima hasil perjanjian Renville tahun 1948. Belanda hanya mengakui Jawa tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai bagian wilayah Republik Indonesia. Selain itu TNI harus ditarik mundur dari Jawa Barat dan Jawa Timur. Setelah perang kemerdekaan melawan Belanda selesai, maka fokus pemerintah adalah menumpas pemberontakan DI/TII di berbagai daerah.
Di Jawa Barat pemerintah menempuh jalur damai dengan dengan membentuk komite yang dipimpin oleh Moh. Natsir, namun usaha tersebut gagal. Sehingga pemerintah menempuh jalur militer dengan membentuk operasi militer yang dinamakan Operasi Bharatayudha, Kartosuwiryo selaku pemimpinpun akhirnya tertangkap di Gunung Salak, Majalaya pada 4 Juni 1962. Kemudian di Jawa Tengah pemerintah melakukan operasi militer dengan membentuk pasukan khusus yang diberi nama Banteng RaidersPenumpasan DI/TII di Sulawesi Selatan pemerintah melancarkan operasi militer dengan mengirimkan pasukan dari Devisi Siliwangi. Penumpasan DI/TII di Aceh dilakukan dengan cara damai atas inisiatif Kolonel Yasin dengan mengadakan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh yang berlangsung pada tanggal 17-21 Desember 1962. Dan penumpasan DI/TII di Kalimantan Selatan dapat di selesaikan dengan jalan damai dan operasi militer. Tahun 1963, pasukan Ibnu Hajar dapat ditumpas, dan Ibnu Hajar dijatuhi hukuman mati.

Dengan demikian, penyelesaian pemberontakan Darul Islam (DI) di berbagai daerah di Indonesia yakni di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Aceh, dan Kalimantan Selatan ditempuh dengan dua cara yakni damai dengan perjanjian atau diplomasi dan militer dengan melakukan operasi militer pada setiap daerah sehingga pemberontakan DI/TII dapat ditumpas dan diselesaikan.

0

Roboguru

Apa upaya pemerintah dalam mengatasi pemberontakan dan pergorakan daerah?

Pembahasan Soal:

Memasuki tahun 1950-an, lndonesia sebagai bangsa yang baru merdeka mulai berdaulat dan belajar berpemerintahan sendiri. Bersamaan dengan itu, keadaan pasca perang belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Infrastruktur, jalan dan jembatan, fasilitas publik yang hancur berantakan di masa perang nyaris belum tersentuh pembangunan kembali. Jatuh bangun pemerintahan mengakibatkan perhatian terhadap daerah terabaikan. Sementara itu, cita-cita kemerdekaan yang masih hangat dalam memori kolektif para pemimpin dan rakyat di daerah justru melahirkan kekecewaaan karena tidak sesuai dengan yang dibayangkan sebelumnya. Kekecewaan ini mendorong terjadinya pemeberontakan dan pergorakan daerah. Terdapat delapan pemberontakan yang pernah terjadi di Indonesia, yaknipemberontakan PKI di Madiun. pemberontakaan DI/TII, pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS), pemberontakan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) di Sumatera Barat dan PERMESTA (Perjuangan Rakyat Semesta) di Sulawesi Utara, pemberontakan APRA (Angkatan Perang Ratu Adil) di Jawa Barat, pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS), pemberontakan Organisasi Papua Merdeka (OPM), dan pemberontakan Gerakan Aceh Merdeka.

Dalam menghadapi berbagai pemberontakan ini, pemerintah Indonesia melakukan dua cara. Cara yang pertama adalah dengan melalui musyawarah dan negosiasi untuk membujuk agar tidak melakukan pemberontakan dan cara kedua adalah menurunkan pasukan bersenjata hal ini disebabkan pemberontakan yang terjadi adalah pemberontakan bersenjata.

Dengan demikian, upaya pemerintah dalam mengatasi pemeberontakan dan pergorakan daerah adalah dengan musyawarah dan negosiasi serta pengerahaan pasukan bersenjata untuk menumpas pemberontakan.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved