Iklan

Pertanyaan

Untuk menghindari pertumpahan darah karena perebutan kekuasaan, Raja Airlangga tahun 1041 M kemudian membagi wilayah Kerajaan Kahuripan menjadi dua bagian,yaitu...

Untuk menghindari pertumpahan darah karena perebutan kekuasaan, Raja Airlangga tahun 1041 M kemudian membagi wilayah Kerajaan Kahuripan menjadi dua bagian,yaitu...

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

17

:

27

:

18

Klaim

Iklan

C. Sianturi

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

Airlangga membagi wilayah Kerajaan Kahuripan menjadi dua yaitu Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala.

Airlangga membagi wilayah Kerajaan Kahuripan menjadi dua yaitu Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala.

Pembahasan

Pembahasan
lock

Kerajaan Kahuripan merupakan lanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno periode Jawa Timur (Kerajaan Medang). Sejarah berdirinya kerajaan Hindu-Buddha ini tidak terlepas dari peran Raja Airlangga jika dilihat dari berbagai prasasti peninggalannya.Tahun 1037, Airlangga membangun istana dan ibu kota baru di Kahuripan (termasuk wilayah Sidoarjo sekarang). Sejak saat itu, kerajaan yang dipimpin Airlangga lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kahuripan. Banyak kemajuan yang dicapai oleh Kerajaan Kahuripan di bawah pimpinan Airlangga, seperti pembangunan berbagai bangunan, bendungan, pelabuhan, jalan-jalan yang menghubungkan wilayah pesisir dengan ibu kota, dan masih banyak lagi.Airlangga mempunyai dua putra yang bernama Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan. Ia tidak mau anak-anaknya berebut takhta. Maka, Airlangga membagi dua wilayah kerajaannya. Sri Samarawijaya mendapatkan wilayah di bagian barat yang kemudian bernama Kerajaan Kadiri, berpusat di Daha. Sedangkan wilayah bagian timur diberikan kepada Mapanji Garasakan, yaitu Kerajaan Janggala yang berpusat di Kahuripan. Dengan demikian Airlangga membagi wilayah Kerajaan Kahuripan menjadi dua yaitu Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala.

Kerajaan Kahuripan merupakan lanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno periode Jawa Timur (Kerajaan Medang). Sejarah berdirinya kerajaan Hindu-Buddha ini tidak terlepas dari peran Raja Airlangga jika dilihat dari berbagai prasasti peninggalannya. Tahun 1037, Airlangga membangun istana dan ibu kota baru di Kahuripan (termasuk wilayah Sidoarjo sekarang). Sejak saat itu, kerajaan yang dipimpin Airlangga lebih dikenal dengan nama Kerajaan Kahuripan. Banyak kemajuan yang dicapai oleh Kerajaan Kahuripan di bawah pimpinan Airlangga, seperti pembangunan berbagai bangunan, bendungan, pelabuhan, jalan-jalan yang menghubungkan wilayah pesisir dengan ibu kota, dan masih banyak lagi. Airlangga mempunyai dua putra yang bernama Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan. Ia tidak mau anak-anaknya berebut takhta. Maka, Airlangga membagi dua wilayah kerajaannya. Sri Samarawijaya mendapatkan wilayah di bagian barat yang kemudian bernama Kerajaan Kadiri, berpusat di Daha. Sedangkan wilayah bagian timur diberikan kepada Mapanji Garasakan, yaitu Kerajaan Janggala yang berpusat di Kahuripan.

Dengan demikian Airlangga membagi wilayah Kerajaan Kahuripan menjadi dua yaitu Kerajaan Kediri dan Kerajaan Jenggala.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

2

Iklan

Pertanyaan serupa

Sebelum Airlangga mengundurkan diri sebagai raja. Ia memerintahkan Mpu Barada untuk membagi kerajaan menjadi dua bagian, yaitu kerajaan jenggala dan panjalu. Hal ini sangat penting dilakukan dengan pe...

4

4.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia