Iklan

Iklan

Pertanyaan

Unsur A memiliki bilangan kuantum elektron terakhir : n= 3, l=+1, m= +1 dan s= +1/2. lon B memiliki konfigurasi elektron: [ Ar ] 4 s 2 3 d 10 4 p 6 . Jika unsur A dan B berikatan dan membentuk senyawa yang memenuhi aturan oktet, maka bentuk molekul dan kepolaran senyawa tersebut adalah ....

Unsur A memiliki bilangan kuantum elektron terakhir : n= 3, l=+1, m= +1 dan s= +1/2. lon B memiliki konfigurasi elektron: . Jika unsur A dan B berikatan dan membentuk senyawa yang memenuhi aturan oktet, maka bentuk molekul dan kepolaran senyawa tersebut adalah ....

  1. ....

  2. ....undefined

Iklan

I. Solichah

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Iklan

Pembahasan

Pembahasan

Berdasarkan soal, unsur A memiliki: n = 3 (nomor kulit terakhir adalah 3) l = 1 (nomor subkulit terakhir adalah p) m = +1 s = sehingga konfigurasi elektron unsur A = (elektron valensi=5) ion B = , maka konfigurasi unsur B= (elektron valensi=7) Unsur A akan berikatan dengan 3 unsur B sehingga terbentuk senyawa dengan rumus molekul . PEI senyawa tersebut berjumlah 3 dan PEB-nya dapat dihitung dengan cara berikut. PEB-nya berjumlah 1 sehingga senyawa tersebut bersifat polar. Senyawa tersebut memiliki notasi VSEPR berupa sehingga bentuk molekulnya adalah piramida segitiga. Jadi, bentuk molekulnya adalah piramida segitiga dan bersifat polar.

Berdasarkan soal, unsur A memiliki:

n = 3 (nomor kulit terakhir adalah 3)
l = 1 (nomor subkulit terakhir adalah p)
m = +1
s = begin mathsize 14px style plus bevelled 1 half end style

sehingga konfigurasi elektron unsur A = begin mathsize 14px style 1 s squared space 2 s squared space 2 p squared space 3 s squared space 3 p cubed end style(elektron valensi=5)

ion B = begin mathsize 14px style open square brackets Ar close square brackets space 4 s squared space 3 d to the power of 10 space 4 p to the power of 6 end style, maka konfigurasi unsur B= begin mathsize 14px style open square brackets Ar close square brackets space 4 s squared space 3 d to the power of 10 space 4 p to the power of 5 end style (elektron valensi=7)

Unsur A akan berikatan dengan 3 unsur B sehingga terbentuk senyawa dengan rumus molekul begin mathsize 14px style AB subscript 3 end style. PEI senyawa tersebut berjumlah 3 dan PEB-nya dapat dihitung dengan cara berikut.

begin mathsize 14px style table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row PEB equals cell fraction numerator left parenthesis e to the power of minus sign valensi space atom space pusat bond PEI right parenthesis over denominator 2 end fraction end cell row blank equals cell fraction numerator 5 minus sign 3 over denominator 2 end fraction equals 1 end cell end table end style

PEB-nya berjumlah 1 sehingga senyawa tersebut bersifat polar. Senyawa tersebut memiliki notasi VSEPR berupa begin mathsize 14px style AX subscript 3 E end style sehingga bentuk molekulnya adalah piramida segitiga.

Jadi, bentuk molekulnya adalah piramida segitiga dan bersifat polar.space 

 

1rb+

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Berdasarkan bentuk molekulnya, perkirakan senyawa manakah berikut yang bersifat polar?

2rb+

5.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Fitur Roboguru

Topik Roboguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

081578200000

Email info@ruangguru.com

info@ruangguru.com

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2022 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia