Teks cerita fantasi adalah teks cerita yang ditulis berdasarkan imajinasi atau khayalan. Peristiwa yang terjadi di dalam teks cerita fantasi tidak nyata atau fiksi. Salah satu kaidah kebahasaan pada teks cerita fantasi adalah menggunakan kalimat langsung. Kalimat langsung adalah kalimat yang berisi ucapan langsung dari seseorang yang sama persis dengan apa yang diucapkannya. Ciri-ciri kalimat langsung sebagai berikut:
- Ditandai dengan tanda petik (".....")
- Huruf pertama kalimat dalam tanda petik harus kapital.
- Apabila kalimat petikan berupa kalimat berita, maka antara kalimat petikan dengan kalimat pengiring dipisahkan dengan tanda baca koma (,)
Berdasarkan kutipan:
Sulastri mengatakan bahwa ia disiram air panas, dipukuli, tidak diberi makan, disekap hingga beberapa bulan dan disiksa majikannya.
Dapat disimpulkan, penulisan kalimat langsung yang tepat berdasarkan kutipan tersebut adalah Sulastri berkata, "Saya disiram air panas, dipukuli, tidak diberi makan, disekap, dan disiksa hingga beberapa bulan oleh majikan saya." Kalimat ini telah sesuai dengan ciri-ciri kalimat langsung.
Dengan demikian, jawaban dari pertanyaan tersebut adalah Sulastri berkata, "Saya disiram air panas, dipukuli, tidak diberi makan, disekap, dan disiksa hingga beberapa bulan oleh majikan saya."
