Iklan

Pertanyaan

Bacalah paragraf berikut!


Kementerian lingkungan hidup mencatat pada tahun 2.018 jumlah komodo ada sebanyak 2879 ekor. Monitoring terus dilakukan setiap tahun. Hal ini agar populasi komodo tidak punah. Jumlah populasi komodo dipengaruhi erat oleh iklem dan prilaku manusia. Maka dari itu, meski populasi komodo dapat dikatakan stabil, kita harus tetap menjaga kelestarian alam dan habitat komodo.

Tulislah kesalahan penggunaan ejaan pada paragraf tersebut, kemudian perbaiki kesalahannya!

Tulislah kesalahan penggunaan ejaan pada paragraf tersebut, kemudian perbaiki kesalahannya!

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

01

:

16

:

55

:

55

Klaim

Iklan

E. Iga

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Sanata Dharma

Jawaban terverifikasi

Jawaban

kesalahan penggunaan ejaan meliputipenggunaan tanda baca titik, penggunaan huruf kapital, tidak adanya predikat, dan kesalahanpenulisan kata seperti penjelasan di atas.

kesalahan penggunaan ejaan meliputi penggunaan tanda baca titik, penggunaan huruf kapital, tidak adanya predikat, dan kesalahan penulisan kata seperti penjelasan di atas.space 

Pembahasan

Aturan penggunaan ejaan sudah ada dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia . Terdapat empat bab aturan penulisan yang terdiri dari aturan pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca, dan penulisan unsur serapan. Ejaan yang meliputi penulisan kata juga bisa kita cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia . Teks tersebut berisi tentang jumlah komodo yang tercatat pada tahun 2018 adalah 2.879 ekor. Ada beberapa kesalahan penggunaan ejaan dalam teks itu. Mari kita uraikan satu persatu. Kalimat pertama: Kementerian lingkungan hidup mencatat pada tahun 2.018 jumlah komodo ada sebanyak 2879 ekor. Koreksi pada kalimat pertama: Pada PUEBI bab IIIA5, dituliskan bahwa tanda titik dipakai untuk memisahkan bilanganribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah . Kemudian, mengacu pada PUEBI I.F.10. bahwa huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulangsempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas, seperti di , ke , dari , dan , yang , dan untuk, penulisan kementerian lingkungan hidup seharusnya ditulis menggunakan huruf kapital. Jadi, kesalahan ejaan pada kalimat pertama yaitu tentang penggunaan tanda baca titik. Seharusnya, kalimatnya ditulis: Kementerian Lingkungan Hidup mencatat pada tahun 2018 jumlah komodo ada sebanyak 2.879 ekor. Kalimat kedua: Monitoring terus dilakukan setiap tahun. Tidak ada kesalahan pada penulisan ejaan pada kalimat kedua. Kalimat ketiga: Hal ini agar populasi komodo tidak punah. Kesalahan pada kalimat ketiga adalah tidak adanya predikat dalam kalimat. Seharusnya, kalimat ketiga berbunyi: Hal ini dilakukan agarpopulasi komodo tidak punah. Kalimat keempat: Jumlah populasi komodo dipengaruhi erat oleh iklem dan prilaku manusia. Kesalahan pada kalimat keempat yaitu kesalahan penulisan kata. Dalam KBBI, kata iklem tidak tepat. Seharusnya, iklim . Kata prilaku menjadi perilaku . Sehingga, penulisan kalimat keempat yang tepat adalah: Jumlah populasi komodo dipengaruhi erat oleh iklim dan perilaku manusia. Kalimat kelima: Maka dari itu, meski populasi komodo dapat dikatakan stabil, kita harus tetap menjaga kelestarian alam dan habitat komodo. Tidak ada kesalahan pada penulisan ejaan pada kalimat kelima. Dengan demikian, kesalahan penggunaan ejaan meliputipenggunaan tanda baca titik, penggunaan huruf kapital, tidak adanya predikat, dan kesalahanpenulisan kata seperti penjelasan di atas .

Aturan penggunaan ejaan sudah ada dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Terdapat empat bab aturan penulisan yang terdiri dari aturan pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda baca, dan penulisan unsur serapan. Ejaan yang meliputi penulisan kata juga bisa kita cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Teks tersebut berisi tentang jumlah komodo yang tercatat pada tahun 2018 adalah 2.879 ekor. Ada beberapa kesalahan penggunaan ejaan dalam teks itu. Mari kita uraikan satu persatu.

Kalimat pertama:
Kementerian lingkungan hidup mencatat pada tahun 2.018 jumlah komodo ada sebanyak 2879 ekor.

Koreksi pada kalimat pertama:
Pada PUEBI bab IIIA5, dituliskan bahwa tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

Kemudian, mengacu pada PUEBI I.F.10. bahwa huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur bentuk ulang sempurna) dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi, atau dokumen, kecuali kata tugas, seperti dikedaridanyang, dan untuk, penulisan kementerian lingkungan hidup seharusnya ditulis menggunakan huruf kapital.

Jadi, kesalahan ejaan pada kalimat pertama yaitu tentang penggunaan tanda baca titik. Seharusnya, kalimatnya ditulis: 
Kementerian Lingkungan Hidup mencatat pada tahun 2018 jumlah komodo ada sebanyak 2.879 ekor.

Kalimat kedua:
Monitoring terus dilakukan setiap tahun.

Tidak ada kesalahan pada penulisan ejaan pada kalimat kedua.

Kalimat ketiga:
Hal ini agar populasi komodo tidak punah.

Kesalahan pada kalimat ketiga adalah tidak adanya predikat dalam kalimat. Seharusnya, kalimat ketiga berbunyi:
Hal ini dilakukan agar populasi komodo tidak punah.

Kalimat keempat:
Jumlah populasi komodo dipengaruhi erat oleh iklem dan prilaku manusia.

Kesalahan pada kalimat keempat yaitu kesalahan penulisan kata. Dalam KBBI, kata iklem tidak tepat. Seharusnya, iklim. Kata prilaku menjadi perilaku.

Sehingga, penulisan kalimat keempat yang tepat adalah:
Jumlah populasi komodo dipengaruhi erat oleh iklim dan perilaku manusia.

Kalimat kelima:
Maka dari itu, meski populasi komodo dapat dikatakan stabil, kita harus tetap menjaga kelestarian alam dan habitat komodo.

Tidak ada kesalahan pada penulisan ejaan pada kalimat kelima.

Dengan demikian, kesalahan penggunaan ejaan meliputi penggunaan tanda baca titik, penggunaan huruf kapital, tidak adanya predikat, dan kesalahan penulisan kata seperti penjelasan di atas.space 

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Teks tersebut tidak efektif. Alasan yang mendukung pernyataan tersebut adalah ....

1

0.0

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia