pH darah dalam tubuh selalu berkisar 7,4. Hal ini disebabkan cairan yang ada di dalam tubuh memiliki larutan penyangga. Larutan penyangga yang berperan dalam tubuh manusia diantaranya:
1. Penyangga hemoglobin
Hemoglobin (Hb) merupakan zat warna atau pigmen darah. Hemoglobin dapat menjaga pH darah tetap terkontrol saat oksigen masuk ke dalam tubuh ketika manusia bernapas. Sebagian besar oksigen akan diikat oleh hemoglobin dan diangkut ke sel-sel jaringan tubuh. Reaksinya adalah sebagai berikut:
2. Penyangga fosfat
Penyangga ini berperan pada cairan intrasel dalam tubuh makhluk hidup. Cairan intrasel merupakan media terjadinya metabolisme yang melibatkan cairan yang bersifat asam atau basa. Apabila dalam proses metabolisme dihasilkan zat basa berlebih, basa tersebut akan bereaksi dengan ion
dengan reaksi berikut:
Sedangkan bila dihasilkan asam berlebih, asam tersebut akan bereaksi dengan
dengan reaksi:
3. Penyangga karbonat
Sistem penyangga ini mempertahankan pH dalam cairan ekstraseluler (dalam darah). Apabila darah menerima zat yang bersifat asam, ion
tersebut akan bereaksi dengan ion
menurut reaksi berikut:
Sebaliknya, jika darah menerima zat yang bersifat basa, ion OH- akan bereaksi dengan H2CO3
Jadi, 3 macam sistem penyangga dalam tubuh manusia adalah: penyangga hemoglobin, penyangga fosfat, dan penyangga karbonat.