Iklan

Pertanyaan

Tuliskan secara singkat kehidupan masyarakat pada masa Demokrasi Terpimpin !

Tuliskan secara singkat kehidupan masyarakat pada masa Demokrasi Terpimpin !

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

02

:

14

:

13

:

00

Klaim

Iklan

A. Jasmine

Master Teacher

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

Jawaban terverifikasi

Jawaban

kehidupan masyarakat pada masa Demokrasi Terpimpin terdapat banyak konflikdalam berbagai bidang, dimulai dari bidang ekonomi hingga budaya.

kehidupan masyarakat pada masa Demokrasi Terpimpin terdapat banyak konflik dalam berbagai bidang, dimulai dari bidang ekonomi hingga budaya.

Pembahasan

Diketahui bahwa setelah mengalami berbagai masalah dalam sistem demokrasi Liberal, Indonesia mengubah sistem pemerintahannya menjadi sistem demokrasi terpimpin. Sistem yang diterapkan pada masa ini tetap menggunakan prinsip dasar demokrasi, namun dengan satu pengecualian, yaitu kesejahteraan umum dan untuk menuntaskan tugas itu adalah orang yang dianggap sepuh, terpusat dan tokoh sentral, yakni Presiden. Sistem demokrasi terpimpin ini dimulai sejak dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 hingga tahun 1967.Pada masa Demokrasi Terpimpin, kehidupan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari kebijakan-kebijakan politik yang diambil oleh pemerintah dalam berbagai bidang dimulai dari ekonomi hingga budaya. Berikut ini kondisi masyarakat pada masa Demokrasi Terpimpin. Kondisi ekonomi. Pada masa awal Demokrasi Terpimpin sangat terpuruk akibat pemberontakan-pemberontakan yang terjadi. Untuk mengatasi keadaan ekonomi pada masa ini, sistem ekonomi berjalan dengan sistem komando, dimana alat-alat produksi dan distribusi yang vital harus dimiliki dan dikuasai negara atau minimal di bawah pengawasan negara. Upaya-upaya perbaikan eknomi terus dilakukan, seperti pembentukan dewan perancang nasional (DAPERNAS) dan Badan Perancangan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), penurunan nilai uang hingga pembangunan proyek mercusuar. Akan tetapi, upaya-upaya tersebut tidak mampu mengatasi kesulitan ekonomi pada masa demokrasi terpimpin. Dalam bidang sosial. Pada masa Demokrasi Terpimpin pernah terjadi konflik antar pedagang asing, terutama Cina. Pada 1 Januari 1960, para pedagang asing dilarang berdagang di pedesaan. Akibatnya, banyak di antara mereka yang dipindahkan ke kota. Atas kebijakan tersebut pemerintah di Beijing memberikan reaksi keras terhadap usaha tentara Indonesia melarang warga negara asing (etnis Cina) bergerak dalam bidang usaha eceran diluar kota-kota besar. Pada masa Konfrontasi Indonesia-Malaysia, keadaan sosial Indonesia mulai kacau. Kedutaan besar Inggris dan 21 rumah stafnya dibakar habis di Jakarta. Sebagai balasan, kedutaan besar Indonesia di Malaysia juga mengalami kerusakan. Hal ini berujung pada pemutusan hubungan diplomatik dengan Malaysia dan Singapura. Dalam bidang kebudayaan. Terdapat konflik Lekra dan Manikebu. Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) kelompok pendukung ajaran Nasakom sementara Manikebu (Manifesto Kebudayaan) adalah sekelompok cendekiawan yang anti dengan ajaran tersebut. Kelompok Manikebu mendukung Pancasila, namun tidak mendukung ajaran Nasakom. Manikebu tidak ingin kebudayaan nasional didominasi ideologi tertentu. Manikebu kemudian dilarang oleh pemerintah RI karena dianggap menunjukkan sikap ragu-ragu terhadap revolusi. Tokoh-tokoh dalam Manikebu antara lain H.B. Jassin dan Taufiq Ismail. Dengan demikian, kehidupan masyarakat pada masa Demokrasi Terpimpin terdapat banyak konflikdalam berbagai bidang, dimulai dari bidang ekonomi hingga budaya.

Diketahui bahwa setelah mengalami berbagai masalah dalam sistem demokrasi Liberal, Indonesia mengubah sistem pemerintahannya menjadi sistem demokrasi terpimpin. Sistem yang diterapkan pada masa ini tetap menggunakan prinsip dasar demokrasi, namun dengan satu pengecualian, yaitu kesejahteraan umum dan untuk menuntaskan tugas itu adalah orang yang dianggap sepuh, terpusat dan tokoh sentral, yakni Presiden. Sistem demokrasi terpimpin ini dimulai sejak dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 hingga tahun 1967. Pada masa Demokrasi Terpimpin, kehidupan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari kebijakan-kebijakan politik yang diambil oleh pemerintah dalam berbagai bidang dimulai dari ekonomi hingga budaya. Berikut ini kondisi masyarakat pada masa Demokrasi Terpimpin.

  1. Kondisi ekonomi. Pada masa awal Demokrasi Terpimpin sangat terpuruk akibat pemberontakan-pemberontakan yang terjadi. Untuk mengatasi keadaan ekonomi pada masa ini, sistem ekonomi berjalan dengan sistem komando, dimana alat-alat produksi dan distribusi yang vital harus dimiliki dan dikuasai negara atau minimal di bawah pengawasan negara. Upaya-upaya perbaikan eknomi terus dilakukan, seperti pembentukan dewan perancang nasional (DAPERNAS) dan Badan Perancangan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), penurunan nilai uang hingga pembangunan proyek mercusuar. Akan tetapi, upaya-upaya tersebut tidak mampu mengatasi kesulitan ekonomi pada masa demokrasi terpimpin.
  2. Dalam bidang sosial. Pada masa Demokrasi Terpimpin pernah terjadi konflik antar pedagang asing, terutama Cina. Pada 1 Januari 1960, para pedagang asing dilarang berdagang di pedesaan. Akibatnya, banyak di antara mereka yang dipindahkan ke kota. Atas kebijakan tersebut pemerintah di Beijing memberikan reaksi keras terhadap usaha tentara Indonesia melarang warga negara asing (etnis Cina) bergerak dalam bidang usaha eceran diluar kota-kota besar. Pada masa Konfrontasi Indonesia-Malaysia, keadaan sosial Indonesia mulai kacau. Kedutaan besar Inggris dan 21 rumah stafnya dibakar habis di Jakarta. Sebagai balasan, kedutaan besar Indonesia di Malaysia juga mengalami kerusakan. Hal ini berujung pada pemutusan hubungan diplomatik dengan Malaysia dan Singapura.
  3. Dalam bidang kebudayaan. Terdapat konflik Lekra dan Manikebu. Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) kelompok pendukung ajaran Nasakom sementara Manikebu (Manifesto Kebudayaan) adalah sekelompok cendekiawan yang anti dengan ajaran tersebut. Kelompok Manikebu mendukung Pancasila, namun tidak mendukung ajaran Nasakom. Manikebu tidak ingin kebudayaan nasional didominasi ideologi tertentu. Manikebu kemudian dilarang oleh pemerintah RI karena dianggap menunjukkan sikap ragu-ragu terhadap revolusi. Tokoh-tokoh dalam Manikebu antara lain H.B. Jassin dan Taufiq Ismail.

Dengan demikian, kehidupan masyarakat pada masa Demokrasi Terpimpin terdapat banyak konflik dalam berbagai bidang, dimulai dari bidang ekonomi hingga budaya.

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

1

Iklan

Pertanyaan serupa

Pada dasarnya Deklarasi Ekonomi memberi keuntungan bagi perusahaan swasta. Salah satu keuntungan tersebut adalah ...

3

4.5

Jawaban terverifikasi

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

+62 815-7441-0000

Email info@ruangguru.com

[email protected]

Contact 02130930000

02130930000

Ikuti Kami

©2026 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia