Senyawa oksida merupakan senyawa yang terbentuk dari suatu unsur dengan oksigen. Senyawa oksida dapat berupa oksida basa (logam + oksigen) dan oksida asam (nonlogam + oksigen).
Unsur-unsur periode ketiga dapat membentuk senyawa oksida basa dan oksida asam sebagai berikut.
- Na, Mg, dan Al ketika bereaksi dengan oksigen membentuk oksida basa yaitu
,
, dan
.
- S bereaksi dengan oskigen membentuk oksida asam yaitu
atau
.
Oksida basa dan oksida asam (kita pakai
) tersebut dapat bereaksi dengan air, asam klorida, dan basa.
a. Reaksi antara oksida dari Na, Mg, Al, dan S dengan air.
b. Reaksi antara oksida dari Na, Mg, Al, dan S dengan asam klorida
c. Reaksi antara oksida dari Na, Mg, Al, dan S dengan basa (misal : NaOH).
Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa :
- Oksida dari Na, Mg, S dapat bereaksi dengan air sedangkan oksida Al tidak dapat bereaksi dengan air.
- Hanya oksida dari Na, Mg, Al yang dapat bereaksi dengan asam klorida.
- Hanya oksida dari S yang dapat bereaksi dengan basa.
Jadi, oksida oksida dari Na, Mg, dan S bereaksi dengan air, oksida basa bereaksi dengan asam klorida, serta oksida asam bereaksi dengan basa.